BeritaDaerah

JSI Apresiasi Pemerataan Pembangunan Sumenep, dari UHC hingga Infrastruktur Kepulauan

556
×

JSI Apresiasi Pemerataan Pembangunan Sumenep, dari UHC hingga Infrastruktur Kepulauan

Sebarkan artikel ini

SUMENEP, KLIKTIMES.ID – Jurnalis Sumenep Independen (JSI) mengapresiasi kebijakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep dalam mendorong pemerataan pembangunan antara wilayah daratan dan kepulauan. Apresiasi itu mencakup penguatan infrastruktur hingga perluasan akses pelayanan dasar masyarakat.

Apresiasi tersebut sebelumnya disampaikan JSI melalui pemberian penghargaan kepada Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo atau Gus Fauzi dalam Pengukuhan JSI periode 2026–2029 di Ballroom Myze Hotel Sumenep, Selasa (15/9/2026).

Pembina JSI, Slow Ahmadi Neja, S.IKom., M.IKom., mengatakan penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi terhadap kepemimpinan dan dedikasi Pemkab Sumenep dalam mendorong pembangunan serta kesejahteraan masyarakat.

Ahmadi yang juga dosen Universitas Dr. Soetomo (Unitomo) Surabaya sekaligus administrator Uji Kompetensi Wartawan (UKW) Unitomo mengatakan pembangunan daerah tidak hanya dapat dilihat dari pembangunan fisik.

Menurutnya, pemerataan pembangunan juga ditentukan oleh sejauh mana masyarakat mendapatkan akses terhadap pelayanan dasar.

“Keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari pembangunan fisik, tetapi juga dari kemampuan pemerintah memperluas akses masyarakat terhadap pelayanan dasar, termasuk kesehatan,” ujar Ahmadi.

Salah satu program yang menjadi perhatian JSI adalah Universal Health Coverage (UHC) Kabupaten Sumenep. Program jaminan kesehatan semesta ini memberikan akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat yang memenuhi ketentuan kepesertaan.

Masyarakat dapat mengakses pelayanan kesehatan menggunakan identitas kependudukan sesuai mekanisme yang berlaku. Layanan tersebut tersedia di berbagai fasilitas kesehatan, termasuk Puskesmas dan RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep.

Setelah berjalan selama lima tahun, cakupan kepesertaan UHC di Kabupaten Sumenep disebut telah mencapai hampir 100%. Pemkab Sumenep juga meraih UHC Award 2026 Kategori Madya atas komitmen tersebut.

Ahmadi mengatakan UHC tidak hanya berkaitan dengan pengobatan. Jaminan kesehatan semesta mencakup rangkaian pelayanan mulai dari promosi kesehatan, pencegahan penyakit, pengobatan hingga rehabilitasi.

Selain kesehatan, perhatian terhadap pemerataan pembangunan juga terlihat dari alokasi anggaran infrastruktur jalan di wilayah kepulauan.

Pada tahun anggaran 2026, dari total anggaran sekitar Rp47,53 miliar untuk pembangunan dan pemeliharaan jalan, sekitar Rp27,53 miliar diarahkan ke wilayah kepulauan.

Alokasi tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat konektivitas sekaligus mengurangi kesenjangan pembangunan antara wilayah daratan dan kepulauan.

Salah satu perubahan infrastruktur terlihat di Pulau Kangean. Ruas jalan yang menghubungkan Kecamatan Arjasa dan Kecamatan Kangayan telah diperbaiki sehingga kondisinya lebih baik dan mendukung mobilitas masyarakat.

Perbaikan jalan juga dilakukan di sejumlah titik lain, termasuk ruas Pelabuhan Batu Guluk-Pandeman di Kecamatan Arjasa.

Bagi masyarakat kepulauan, jalan yang layak tidak hanya berkaitan dengan infrastruktur. Kondisi jalan berhubungan dengan mobilitas warga, distribusi kebutuhan pokok, akses pendidikan dan kesehatan, pelayanan publik hingga aktivitas ekonomi.

Ahmadi menilai persoalan konektivitas masih menjadi salah satu tantangan pembangunan di wilayah kepulauan Sumenep. Karena itu, pembangunan infrastruktur di kawasan tersebut memiliki arti penting bagi masyarakat yang tinggal jauh dari pusat pemerintahan.

JSI berharap pembangunan Sumenep terus diarahkan secara berimbang. Pembangunan jalan, pelayanan kesehatan, konektivitas antarpulau, fasilitas transportasi dan pelayanan dasar lainnya perlu berjalan beriringan.

“Daratan dan kepulauan merupakan satu kesatuan. Kemajuan Sumenep tidak cukup hanya diukur dari perkembangan pusat kota, tetapi juga dari sejauh mana masyarakat di pulau-pulau terluar merasakan manfaat pembangunan dan pelayanan pemerintah,” kata Ahmadi.

Menurut JSI, apresiasi terhadap Pemkab Sumenep sekaligus menjadi dorongan agar program pembangunan yang telah berjalan dapat dipertahankan, dievaluasi dan terus diperluas secara berkelanjutan demi kepentingan masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *