BeritaDaerah

Di Balik Polemik yang Berujung Kandas, Jejak Aksi Sosial Yayasan Bani Insan Peduli yang Pernah Menorehkan Rekor MURI

5331
×

Di Balik Polemik yang Berujung Kandas, Jejak Aksi Sosial Yayasan Bani Insan Peduli yang Pernah Menorehkan Rekor MURI

Sebarkan artikel ini
Founder BIP, H. Ali Zainal Abidin. Foto/Ist.

KLIKTIMES.ID – Di tengah polemik yang belakangan mencuat terkait dinamika penyaluran bantuan sosial senilai Rp2 miliar yang sempat direncanakan untuk Griya Lansia Malang dan Griya Yatim Sidoarjo, perjalanan Yayasan Bani Insan Peduli (BIP) terus menjadi perhatian publik.

Yayasan yang selama kurang lebih dua setengah tahun dikenal aktif bergerak di bidang sosial dan kemanusiaan itu kini disebut berujung kandas. Namun, sebelum diterpa berbagai dinamika, BIP sempat mencatatkan sejumlah kiprah yang menjangkau berbagai daerah dan menyentuh ribuan penerima manfaat.

Dirangkum Kliktimes dari sebagian kegiatan yang pernah dipublikasikan, Yayasan Bani Insan Peduli (BIP) resmi berdiri di Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, pada 23 Desember 2023. Sejak awal, yayasan ini memfokuskan aktivitasnya pada bidang sosial, pemberdayaan masyarakat, bantuan kemanusiaan, hingga pembangunan sarana ibadah.

Salah satu capaian yang paling menonjol adalah keberhasilan BIP meraih dua penghargaan dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI). Penghargaan tersebut diberikan atas penyelenggaraan program belanja gratis terbanyak serta pembagian set pakaian terbanyak kepada anak yatim di Indonesia.

Prestasi itu lahir dari kegiatan santunan akbar yang digelar pada bulan suci Ramadan. Ribuan anak yatim dari berbagai wilayah di Kabupaten Pamekasan hadir dalam kegiatan tersebut yang dirangkai dengan buka puasa bersama, pemberian bingkisan, hingga salat berjamaah bersama para relawan dan tamu undangan.

Tidak berhenti pada kegiatan santunan, BIP juga memperluas jangkauan kepeduliannya ke berbagai sektor sosial. Founder BIP, H. Ali Zainal Abidin, tercatat menyalurkan bantuan sebesar Rp100 juta kepada Yayasan Rumah Singgah Bumi Damai di Kotagede, Yogyakarta, sebagai bentuk dukungan terhadap pelayanan sosial bagi masyarakat yang membutuhkan.

Komitmen yayasan juga diwujudkan melalui pembangunan fasilitas ibadah. Saat meresmikan Mushola Ainun di kawasan wisata Pantai Badur, Kecamatan Batuputih, Kabupaten Sumenep, Ali Zainal Abidin menyampaikan target pembangunan hingga 100 titik tempat ibadah di berbagai wilayah sebagai bagian dari program jangka panjang yayasan.

Dalam bidang kemanusiaan, BIP turut memberikan bantuan medis, sembako, dan santunan kepada Zainab, warga Kelurahan Kowel, Kecamatan Pamekasan, yang menderita sakit selama beberapa bulan.

Perhatian yayasan juga menjangkau program pembinaan warga binaan. BIP mengalokasikan bantuan senilai Rp2 miliar untuk mendukung program kemandirian di Lapas Kelas IIA Pamekasan. Program tersebut difokuskan pada pengembangan sektor peternakan, seperti budidaya ayam dan sapi, sebagai bekal keterampilan bagi warga binaan setelah kembali ke tengah masyarakat.

Di sisi lain, BIP juga menjalin kolaborasi kemanusiaan bersama Ipda Purnomo, yang dikenal luas sebagai “Polisi Baik” dari Polres Lamongan. Melalui kerja sama tersebut, berbagai bantuan sosial disalurkan, mulai dari pembagian sembako, bantuan modal usaha bagi masyarakat kurang mampu, hingga pengembangan rumah singgah dan layanan ambulans gratis bagi pasien dhuafa di Surabaya.

Komitmen sosial itu kembali terlihat melalui program BIP Tour D’Jatim Part II. Dalam kegiatan tersebut, BIP menyalurkan bantuan kemanusiaan senilai ratusan juta rupiah kepada sekitar 1.000 anak yatim, kaum dhuafa, dan penyandang disabilitas di Kabupaten Malang.

Bantuan yang diberikan meliputi rehabilitasi madrasah senilai Rp100 juta, bantuan laptop dan printer untuk menunjang pendidikan, ratusan tas sekolah bagi pelajar, hingga bantuan biaya kontrakan rumah selama tiga tahun kepada Yuliatin, seorang ibu yang tengah menjalani masa sulit usai menjalani operasi dan ditinggal wafat suaminya.

Beragam program tersebut menjadi bagian dari perjalanan sosial Yayasan Bani Insan Peduli selama berdiri. Kini, di tengah polemik mengenai rencana penyaluran bantuan sosial Rp2 miliar untuk Griya Lansia Malang dan Griya Yatim Sidoarjo yang akhirnya tidak terealisasi, perjalanan BIP menghadirkan catatan yang kompleks.

Di satu sisi, yayasan ini pernah dikenal melalui berbagai aksi kemanusiaan yang menyentuh ribuan penerima manfaat serta memperoleh pengakuan nasional melalui Rekor MURI. Di sisi lain, dinamika yang berkembang belakangan menjadi bagian dari perjalanan organisasi yang kini memasuki babak baru.

Terlepas dari berbagai polemik yang mengiringinya, jejak kegiatan sosial Yayasan Bani Insan Peduli tetap menjadi bagian dari catatan filantropi yang pernah mewarnai berbagai aksi kemanusiaan di Jawa Timur maupun sejumlah daerah lainnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *