Bappeda
DKPP
RSUD
TANI
BeritaNasional

BGN Luncurkan Aplikasi Reviu MBG, Penerima Manfaat Kini Bisa Nilai Makanan Bergizi Gratis Secara Langsung

1038
×

BGN Luncurkan Aplikasi Reviu MBG, Penerima Manfaat Kini Bisa Nilai Makanan Bergizi Gratis Secara Langsung

Sebarkan artikel ini
BGN resmi meluncurkan aplikasi Reviu MBG sebagai sistem penilaian kualitas makanan bergizi gratis secara real-time oleh penerima manfaat. Foto/Humas BGN.

JAKARTA, KLIKTIMES.ID – Badan Gizi Nasional (BGN) resmi meluncurkan aplikasi Reviu MBG sebagai instrumen baru untuk memperkuat pengawasan kualitas Program Makan Bergizi Gratis (MBG) secara langsung dan real-time.

Melalui aplikasi ini, penerima manfaat tidak lagi hanya menjadi pihak yang menerima layanan, tetapi juga berperan aktif dalam memberikan penilaian terhadap kualitas makanan yang disajikan setiap hari.

Wakil Kepala BGN Bidang Operasional Pemenuhan Gizi, Sony Sonjaya, mengatakan bahwa peluncuran aplikasi tersebut merupakan bagian dari upaya meningkatkan kesadaran, kedisiplinan, dan tanggung jawab seluruh pelaksana program, mulai dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), pengawas gizi, hingga mitra penyedia makanan.

“Pagi ini kita meluncurkan sebuah aplikasi namanya Reviu MBG. Aplikasi ini bertujuan untuk meningkatkan awareness atau perhatian yang sungguh-sungguh dari seluruh SPPG, pengawas gizi, dan mitra,” ujar Sony dalam keterangannya, Senin (26/5/2026).

Dalam penerapannya, BGN menunjuk sejumlah Person In Charge (PIC) dari kelompok penerima manfaat untuk mengoperasikan aplikasi tersebut. Mereka terdiri dari guru di sekolah, kepala posyandu, hingga pengurus pondok pesantren yang menjadi lokasi distribusi MBG.

Setiap kali makanan tiba, PIC dapat langsung memberikan penilaian melalui aplikasi berdasarkan empat indikator utama, yakni ketepatan waktu distribusi, aroma makanan, cita rasa, serta variasi menu dibandingkan dengan hari sebelumnya.

Menurut Sony, sistem ini dirancang agar evaluasi dilakukan secara langsung saat makanan diterima. Dengan demikian, data yang masuk diharapkan lebih objektif dan mencerminkan kondisi sebenarnya di lapangan.

“Ketika makanan datang, langsung dinilai apakah datang tepat waktu atau tidak, aromanya wajar atau tidak, rasanya baik atau tidak, dan apakah menunya variatif dibanding hari sebelumnya,” jelasnya.

Data yang terkumpul nantinya akan menjadi salah satu indikator evaluasi kinerja atau Key Performance Indicator (KPI) bagi masing-masing SPPG. Hasil penilaian tersebut juga akan digunakan sebagai bahan pemetaan kualitas layanan MBG di berbagai daerah.

BGN berharap mekanisme evaluasi yang melibatkan penerima manfaat secara langsung dapat mendorong peningkatan kualitas pelayanan sekaligus mencegah terulangnya berbagai persoalan yang sempat mencuat terkait konsumsi makanan dalam program MBG.

“Dengan adanya penilaian ini, kami berharap awareness seluruh pelaksana semakin meningkat sehingga kejadian-kejadian menonjol terkait konsumsi MBG tidak terulang kembali,” kata Sony.

Meski demikian, BGN menegaskan bahwa pada tahap awal implementasi, aplikasi Reviu MBG belum dijadikan dasar untuk menjatuhkan sanksi kepada penyelenggara layanan yang memperoleh penilaian rendah.

Fokus utama saat ini adalah membangun budaya evaluasi dan perbaikan berkelanjutan sebelum menerapkan mekanisme pengawasan yang lebih ketat.

“Belum ada sanksi. Saat ini fokusnya awareness dulu. Kalau awareness sudah meningkat, diharapkan tidak perlu sampai ada sanksi,” ujarnya.

Selain menghadirkan sistem penilaian berbasis pengguna, BGN juga tengah menyiapkan dashboard pemantauan yang nantinya dapat diakses masyarakat luas.

Melalui dashboard tersebut, publik akan dapat melihat berbagai indikator layanan MBG, mulai dari tingkat ketepatan distribusi hingga kualitas makanan yang diterima penerima manfaat di berbagai wilayah.

“Insya Allah dua minggu ke depan masyarakat sudah bisa melihat persentase keterlambatan, persentase aroma baik atau tidak baik melalui dashboard,” tutur Sony.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *