BeritaBisnisDaerah

Berawal dari Profesi Sales, Pemuda Sumenep Cetuskan Hari Sales Sedunia

254
×

Berawal dari Profesi Sales, Pemuda Sumenep Cetuskan Hari Sales Sedunia

Sebarkan artikel ini
Yudi Ananta - Inisiator "Hari Sales Sedunia" (Kanan) saat menerima penghargaan dari Paulus Pangka - Ketua Umum LEPRID (Kiri). Foto/Ist.

SUMENEP, KLIKTIMES.ID – Setiap 27 September diperingati sebagai Hari Sales Sedunia. Di balik momentum tersebut, terdapat cerita dari Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, tentang Yudi Ananta, pemuda yang mencetuskan peringatan khusus bagi para tenaga penjualan.

Gagasan itu lahir pada 2016, ketika Yudi masih bekerja sebagai salesman di sebuah perusahaan multinasional. Pengalaman terjun langsung di dunia penjualan membuatnya melihat profesi sales memiliki peran penting dalam menggerakkan roda bisnis dan perekonomian.

Gagasan Hari Sales Sedunia tersebut kemudian mendapat pengakuan dari Lembaga Prestasi Indonesia Dunia (LEPRID) pada 2016.

Yudi mengaku tidak pernah menyangka ide yang awalnya sederhana itu dapat berkembang hingga dikenal lebih luas, baik di tingkat nasional maupun internasional.

“Tidak pernah menyangka ide sederhana yang muncul ketika saya masih berkecimpung sebagai salesman bisa berkembang hingga dikenal di tingkat nasional dan internasional,” ujar Yudi.

Ide tersebut bermula ketika Yudi mendirikan Komunitas Para Sales Super Nusantara (KOMPASS Nusantara/KONUS), sebagai wadah bagi para pekerja yang berkecimpung di dunia penjualan.

Menurut Yudi, sales memiliki posisi penting dalam keberlangsungan sebuah perusahaan. Tenaga penjualan menjadi ujung tombak dalam memperkenalkan sekaligus menjual produk kepada konsumen.

“Sales itu adalah profesi yang luar biasa dan memiliki peran penting di sebuah perusahaan karena sebagai tenaga penjual sebuah produk ke konsumen atau masyarakat, sehingga perusahaan akan memiliki omzet besar atau kecil bergantung pada kinerja tim sales yang dimiliki,” katanya.

Yudi juga melihat dunia sales sebagai salah satu ruang pembentukan kemampuan profesional. Ia menyebut banyak orang yang kini menempati posisi strategis di perusahaan mengawali karier dari dunia penjualan.

“Tidak heran banyak direktur, manajer, dan supervisor hebat di sejumlah perusahaan mulai berkarier sebagai seorang salesman dan sales promotion girl (SPG),” tuturnya.

Menurutnya, pengalaman menjadi sales memberikan bekal yang cukup luas. Sejak awal memasuki dunia kerja, seorang tenaga penjualan dituntut mampu berkomunikasi, memahami pemasaran, sekaligus membangun jaringan.

“Hal itu karena seseorang yang berprofesi sebagai sales sejak awal bergabung ke perusahaan sudah ditempa dengan berbagai disiplin ilmu seperti komunikasi, marketing, dan networking,” paparnya.

Memasuki peringatan Hari Sales Sedunia ke-10 pada 27 September 2026, Yudi mengajak para sales di seluruh Indonesia menjadikan momentum tersebut sebagai ruang untuk terus meningkatkan kemampuan sekaligus memberikan pelayanan terbaik kepada konsumen.

Tahun ini, Hari Sales Sedunia mengusung tagline “Konsisten Menebar Kebaikan Adalah Jiwa Seorang Sales.”

Yudi berharap tagline tersebut tidak berhenti sebagai slogan, tetapi menjadi motivasi bagi para tenaga penjualan untuk terus mengasah kemampuan komunikasi, penjualan, dan pelayanan.

Ia juga mengajak para sales menjaga integritas serta memberikan pengalaman terbaik kepada konsumen dan masyarakat.

“Semoga momentum Hari Sales Sedunia ke-10 ini bisa menjadi motivasi tersendiri bagi para sales di seluruh tanah air untuk terus mengasah skill atau kemampuan di bidang komunikasi dan penjualan agar memberikan pelayanan yang terbaik bagi konsumen atau masyarakat pada umumnya tanpa terkecuali,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *