BeritaPendidikan

Berawal dari Podcast, Investor Yordania Jajaki Kerja Sama dengan IBS PKMKK Pamekasan

259
×

Berawal dari Podcast, Investor Yordania Jajaki Kerja Sama dengan IBS PKMKK Pamekasan

Sebarkan artikel ini
Investor Yordania Waleed Abdelmughni Mohammad Abdeen saat mengunjungi IBS PKMKK Pamekasan guna menjajaki kerja sama pendidikan dan wisata edukasi berbasis pesantren. Foto/Kliktimes.

PAMEKASAN, KLIKTIMES.ID – Sebuah tayangan podcast di media sosial mengantarkan investor asal Yordania, Waleed Abdelmughni Mohammad Abdeen, berkunjung ke Islamic Boarding School Padepokan Kyai Mudrikah Kembang Kuning (IBS PKMKK) Pamekasan, Selasa (23/6/2026).

Kunjungan tersebut membuka peluang kerja sama internasional di berbagai bidang, mulai dari pendidikan, pariwisata edukatif, hingga pengembangan ekonomi sirkular berbasis pesantren.

Waleed mengungkapkan, ketertarikannya terhadap IBS PKMKK bermula saat menyaksikan podcast yang menampilkan Dr. Siti Maisaroh membahas bahasa Arab, pendidikan internasional, dan budaya Indonesia.

“Saya melihat podcast di media sosial dan tertarik dengan pembahasannya. Setelah itu saya menghubungi Dr. Siti Maisaroh melalui email hingga akhirnya datang ke Madura,” ujar Waleed.

Menurutnya, kedatangannya ke Pamekasan bukan sekadar kunjungan silaturahmi, melainkan untuk melihat langsung sistem pendidikan yang diterapkan IBS PKMKK sekaligus menjajaki berbagai peluang kolaborasi yang dapat dikembangkan di masa mendatang.

Ia menilai IBS PKMKK memiliki potensi besar untuk menjalin kerja sama internasional, terutama dalam pengembangan wisata pendidikan, ekonomi sirkular, serta program pertukaran pelajar dan tenaga pengajar antara Indonesia dan Yordania.

Saat berkeliling kawasan pesantren, Waleed mengaku terkesan dengan konsep pendidikan yang menggabungkan nilai-nilai keislaman dengan pemanfaatan teknologi modern.

“Saya melihat institusi ini fokus pada pengembangan pemikiran. Banyak smart board, komputer, televisi, dan teknologi digital yang digunakan untuk mendukung pendidikan,” katanya.

Menurut Waleed, pendekatan tersebut sangat relevan dengan perkembangan dunia saat ini yang semakin dipengaruhi kemajuan teknologi dan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).

“Sekarang semuanya berkaitan dengan AI dan komputer. Apa yang diterapkan di sini menjadi sesuatu yang unik, maju, dan memiliki prospek yang baik ke depan,” imbuhnya.

Direktur IBS PKMKK Pamekasan, Achmad Muhlis, menyambut positif kunjungan investor asal Timur Tengah tersebut. Menurutnya, kehadiran Waleed menjadi peluang strategis bagi pesantren untuk memperluas jejaring dan membuka kerja sama di tingkat internasional.

Muhlis mengungkapkan, IBS PKMKK saat ini tengah menyiapkan kawasan wisata pendidikan berbasis religi yang dilengkapi sejumlah fasilitas penunjang, seperti arena pacuan kuda, area memanah, dan kolam renang.

“Kami sedang menyiapkan konsep wisata pendidikan berbasis pesantren. Alhamdulillah beliau tertarik dan akan ada pembahasan lanjutan terkait peluang kerja sama tersebut,” ujarnya.

Guru Besar UIN Madura ituĀ berharap komunikasi yang telah terjalin dapat berlanjut dalam bentuk kerja sama konkret yang memberikan manfaat bagi pengembangan pesantren dan peningkatan kualitas pendidikan santri.

Kunjungan ini menjadi sinyal positif bahwa pesantren di daerah mulai mendapat perhatian dunia internasional. Tidak hanya sebagai lembaga pendidikan keagamaan, pesantren kini juga dipandang sebagai pusat inovasi, pengembangan sumber daya manusia, serta penggerak ekonomi berbasis teknologi dan nilai-nilai keislaman.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *