BeritaDaerah

PWRI Sumenep Himpun Aspirasi untuk Penyempurnaan Program MBG Lewat FGD NgomBe

583
×

PWRI Sumenep Himpun Aspirasi untuk Penyempurnaan Program MBG Lewat FGD NgomBe

Sebarkan artikel ini
Suasana Focus Group Discussion (FGD) "NgomBe" yang digelar DPC PWRI Kabupaten Sumenep untuk menghimpun masukan dan evaluasi pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Foto/Don.

SUMENEP, KLIKTIMES.ID – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Persatuan Wartawan Republik Indonesia (PWRI) Kabupaten Sumenep menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “NgomBe (Ngobrol MBG): Program Berdampak, Lanjut atau Tidak?” di Tanean Cafe, Kamis (9/7/2026).

Forum tersebut menjadi ruang bersama untuk menghimpun berbagai aspirasi dan masukan guna menyempurnakan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

FGD ini mempertemukan unsur pemerintah daerah, DPRD, tenaga kesehatan, akademisi, serta insan pers untuk membahas efektivitas pelaksanaan Program MBG sekaligus merumuskan rekomendasi demi meningkatkan manfaat program bagi masyarakat.

Ketua DPC PWRI Kabupaten Sumenep, Rusydiyono, mengatakan pelaksanaan Program MBG hingga kini masih memunculkan beragam respons. Di satu sisi program tersebut mendapat apresiasi, namun di sisi lain masih menuai kritik dan keluhan dari masyarakat.

“Walaupun ada sebagian masyarakat yang berterima kasih, tetapi juga banyak yang menyampaikan protes. Pertanyaannya, kenapa sudah diberi makan bergizi gratis masih muncul protes? Jawaban atas persoalan itu ingin kita pecahkan bersama melalui FGD ini,” ujarnya.

Menurut Rusydiyono, forum diskusi tersebut diharapkan mampu melahirkan rekomendasi yang konstruktif sehingga Program MBG dapat berjalan lebih optimal, tepat sasaran, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada KPPG Surabaya yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.

“Kami memang belum terbiasa menggelar kegiatan seperti ini. Namun dengan semangat untuk membantu memperbaiki berbagai persoalan, semoga diskusi sederhana ini mampu memberikan pencerahan sehingga program Presiden benar-benar berdampak dan dapat berlanjut,” katanya.

Sementara itu, Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo yang diwakili Staf Ahli Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan, Joko Satrio, menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Sumenep dalam mendukung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis.

Menurut Joko, masa libur sekolah menjadi momentum yang tepat bagi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk melakukan evaluasi menyeluruh sebelum program kembali dijalankan.

“Pada masa liburan ini tidak ada kegiatan pemberian makan bergizi gratis. Ini menjadi kesempatan yang baik untuk melakukan evaluasi sekaligus mempersiapkan pelaksanaan program sebelum dimulai kembali,” ujarnya.

Ia menambahkan, setiap program pemerintah pada dasarnya dirancang untuk memberikan manfaat kepada masyarakat. Namun, dalam pelaksanaannya tetap diperlukan evaluasi serta masukan dari berbagai pihak agar kebijakan yang dijalankan semakin efektif.

Karena itu, Joko menilai media memiliki peran penting sebagai jembatan komunikasi antara pemerintah dan masyarakat.

“Media dapat menyampaikan informasi yang benar, menangkal hoaks, memberikan edukasi kepada masyarakat, sekaligus menjadi penghubung antara harapan masyarakat dengan kebijakan pemerintah. Saya kira FGD ini menjadi ruang yang tepat untuk mempertemukan keduanya,” katanya.

Pemkab Sumenep, lanjut Joko, mendukung berbagai forum diskusi yang mampu memperkuat sinergi antara pemerintah, dunia pendidikan, tenaga kesehatan, media, dan seluruh elemen masyarakat dalam menyukseskan Program Makan Bergizi Gratis.

FGD tersebut menghadirkan sejumlah narasumber, di antaranya Kepala KPPG Surabaya Kusmayanti, anggota DPRD Kabupaten Sumenep Hairul Anwar, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep Mohamad Iksan, serta Ketua Tim Kerja Gizi Dinas Kesehatan P2KB Kabupaten Sumenep yang juga anggota Satgas MBG Kabupaten Sumenep, Ahmaniyah.

Kegiatan dipandu oleh Duta Wicara Jawa Timur 2025, Aliya Zahra, dan dihadiri unsur Forkopimda Kabupaten Sumenep, perwakilan Kodim 0827/Sumenep, Polres Sumenep, organisasi perangkat daerah, akademisi, insan pers, serta berbagai elemen masyarakat yang memberikan perhatian terhadap keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis.

Melalui FGD NgomBe ini, PWRI Sumenep berharap berbagai masukan yang terkumpul dapat menjadi bahan evaluasi sekaligus rekomendasi bagi pemerintah agar pelaksanaan Program MBG ke depan semakin tepat sasaran, berkelanjutan, dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *