BeritaDaerahPendidikan

Pelantikan Ormawa Ma’had Aly Al-Karimiyyah Diwarnai Deklarasi Tolak Pernikahan Dini

21
×

Pelantikan Ormawa Ma’had Aly Al-Karimiyyah Diwarnai Deklarasi Tolak Pernikahan Dini

Sebarkan artikel ini
Pengurus Ormawa Ma'had Aly Al-Karimiyyah bersama narasumber dan peserta usai deklarasi penolakan pernikahan dini di Gedung MA Al-Karimiyyah, Sumenep. Foto/Kliktimes.

SUMENEP, KLIKTIMES.ID – Organisasi Mahasiswa (Ormawa) Ma’had Aly Al-Karimiyyah melantik pengurus baru masa bakti 2026–2027, Senin (29/6/2026). Bertepatan dengan peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas), pelantikan tersebut dirangkaikan dengan dialog interaktif dan deklarasi penolakan terhadap praktik pernikahan dini tanpa kesiapan yang memadai.

Dialog bertajuk “Manifestasi Sinergi Ormawa Ma’had Aly Al-Karimiyyah: Mengonstruksi Nalar Preventif Pernikahan Dini” digelar di Gedung MA Al-Karimiyyah. Kegiatan tersebut diikuti mahasantri serta dihadiri perwakilan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dari sejumlah perguruan tinggi di Kabupaten Sumenep.

Hadir sebagai narasumber, Pengasuh Pondok Pesantren Annuqayah Daerah Sawajarin sekaligus sastrawan Madura, K. Moh. Faizi, bersama Koordinator Aliansi BEM Sumenep (BEMSU), M. Salman Farid.

Dalam pemaparannya, K. Moh. Faizi menegaskan bahwa pernikahan tidak cukup hanya memenuhi aspek legalitas agama maupun hukum.

Menurutnya, membangun rumah tangga membutuhkan kesiapan yang matang, baik dari sisi finansial, psikologis, emosional, maupun kesehatan reproduksi.

“Ketika pernikahan dini dipaksakan tanpa kematangan yang komprehensif, konflik rumah tangga akan sulit dihindari. Ego yang belum matang berpotensi memicu pertengkaran hingga berujung pada perceraian,” ujarnya.

K. Moh. Faizi menilai pendidikan menjadi salah satu instrumen penting dalam mencegah pernikahan dini. Melalui pendidikan, generasi muda diharapkan memiliki pola pikir yang lebih kritis sehingga mampu mengambil keputusan secara matang sebelum memasuki kehidupan berumah tangga.

“Dengan pendidikan, generasi muda akan lebih matang dalam mengambil keputusan dan tidak mudah terburu-buru memasuki jenjang pernikahan,” imbuhnya.

Sementara itu, Salman Farid menekankan pentingnya keterlibatan tokoh agama dalam mengedukasi masyarakat. Menurutnya, masyarakat Madura masih menempatkan ulama dan kiai sebagai rujukan utama dalam berbagai persoalan sosial.

“Tokoh agama memiliki peran penting untuk menjelaskan bahwa mencegah pernikahan dini merupakan bagian dari menjaga kemaslahatan keturunan atau hifdzun nasl. Karena itu, kolaborasi mahasiswa dan ulama harus terus diperkuat,” katanya.

Presiden Mahasantri Ma’had Aly Al-Karimiyyah, Ahmad Romdan, menambahkan bahwa keluarga merupakan benteng pertama dalam mencegah pernikahan anak.

Ia mengingatkan agar orang tua tidak menjadikan pernikahan sebagai jalan pintas untuk mengatasi persoalan ekonomi, melainkan memastikan anak-anak memperoleh haknya untuk menyelesaikan pendidikan.

“Orang tua harus menjadi pihak pertama yang memastikan anak-anak memperoleh haknya untuk menempuh pendidikan setinggi-tingginya sebelum memasuki kehidupan berumah tangga,” ujarnya.

Sebagai bentuk komitmen bersama, kegiatan ditutup dengan pembacaan Pernyataan Sikap Menolak Pernikahan Dini Tanpa Kesiapan yang Mapan. Deklarasi dipimpin Wakil Presiden Mahasantri Ma’had Aly Al-Karimiyyah, Moh. Hayat, dan diikuti seluruh peserta serta perwakilan ketua BEM yang hadir.

Hayat mengatakan deklarasi tersebut merupakan komitmen nyata mahasiswa untuk turut menekan tingginya angka perceraian yang salah satunya dipicu oleh pernikahan tanpa kesiapan.

“Membiarkan pernikahan dini tanpa kesiapan sama saja membangun rumah di atas fondasi yang rapuh. Pendidikan, kesiapan mental, dan kematangan ekonomi harus menjadi bekal utama sebelum membangun keluarga,” tegasnya.

Melalui deklarasi tersebut, Ormawa Ma’had Aly Al-Karimiyyah menegaskan komitmennya untuk berperan aktif sebagai agen perubahan dalam mengampanyekan pencegahan pernikahan dini sekaligus memperkuat ketahanan keluarga dan meningkatkan kualitas generasi muda di Kabupaten Sumenep.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *