YOGYAKARTA | KLIKTIMES.ID – Menyambut peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) 2026, Bidang Advokasi dan Jaringan PC PMII Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menyampaikan pernyataan sikap yang menekankan pentingnya peran mahasiswa dalam menjaga demokrasi dan keberpihakan terhadap masyarakat.
Bagi PMII DIY, Harkitnas tidak seharusnya dimaknai sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum membangkitkan kesadaran kolektif untuk memperjuangkan keadilan sosial dan memperkuat posisi masyarakat sipil di tengah berbagai tantangan kebangsaan.
Koordinator Bidang Advokasi dan Jaringan PC PMII DIY, M. Abrori Riki Wahyudi, menegaskan bahwa mahasiswa memiliki tanggung jawab moral untuk hadir di tengah persoalan rakyat. Menurut dia, ketimpangan sosial dan kebijakan yang dinilai belum sepenuhnya berpihak kepada masyarakat kecil harus menjadi perhatian bersama.
“Keberanian memihak rakyat adalah harga mati. Ketimpangan ada di depan mata, dan mahasiswa harus hadir di sana,” ujar Abrori.
Ia menilai, gerakan mahasiswa perlu tetap menjaga independensi serta konsistensi dalam mengawal isu-isu publik agar fungsi kontrol sosial tetap berjalan secara kritis dan konstruktif.
Sementara itu, Ach. Affandi menyebut generasi muda saat ini dituntut tidak hanya kritis, tetapi juga mampu menjadi bagian dari solusi di tengah dinamika demokrasi yang semakin kompleks.
“Pemuda harus menjadi bagian dari solusi, bukan bagian dari keheningan. Kita butuh kesadaran kolektif untuk terjun langsung ke masyarakat,” kata Affandi.
PMII DIY juga menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat kaderisasi dan gerakan advokasi yang terstruktur sebagai langkah membangun generasi muda yang memiliki integritas moral, kepedulian sosial, dan keberanian dalam memperjuangkan nilai-nilai kemanusiaan.
Melalui semangat Harkitnas 2026, PMII DIY berharap lahir kesadaran baru di kalangan pemuda untuk lebih aktif mengawal demokrasi, memperjuangkan keadilan sosial, serta menjaga keberpihakan terhadap kepentingan rakyat.












