SUMENEP | KLIKTIMES.ID – Operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pordapor di Kecamatan Guluk-Guluk, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, yang berada di bawah naungan Yayasan Darul Arqom Batukerbuy, belakangan menjadi sorotan publik.
Sorotan tersebut muncul setelah sejumlah warga dan tokoh masyarakat menyampaikan berbagai keluhan terkait pelaksanaan program di lapangan. Keluhan itu dinilai berkaitan dengan sejumlah aspek operasional yang belum berjalan secara optimal.
Salah satu tokoh masyarakat Kecamatan Guluk-Guluk yang enggan namanya disebut mengungkapkan bahwa keberadaan SPPG Pordapor kerap menimbulkan persoalan di tengah masyarakat. Ia menyebut, banyak warga yang mengeluhkan pelayanan sehingga sebagian memilih beralih ke SPPG lain di wilayah yang sama.
“Lakoh banyak komplain SPPG Pordapor lek. Matak sae ka selaen e Kecamatan Guluk-Guluk,” ujarnya kepada Kliktimes, yang berarti banyak keluhan terkait SPPG Pordapor sehingga merasa tidak nyaman ke SPPG lain yang ada di Kecamatan Guluk-Guluk, Minggu (15/3/2026).
Di sisi lain, Pemuda Guluk-Guluk, Faynani, meminta Satgas MBG Kabupaten Sumenep turun langsung ke lapangan untuk melakukan inspeksi mendadak (sidak) terhadap operasional SPPG Pordapor.
Menurutnya, langkah tersebut penting agar kondisi di lapangan dapat diketahui secara objektif sekaligus menjadi bahan evaluasi bagi pihak terkait.
“Satgas MBG Kabupaten Sumenep sebaiknya turun langsung ke lapangan. Sidak penting dilakukan agar semua persoalan bisa terlihat secara objektif dan jika ada kekurangan bisa segera diperbaiki,” kata Faynani.
Faynani menilai program pemenuhan gizi merupakan langkah positif pemerintah untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat, khususnya bagi anak-anak. Namun, ia menegaskan pelaksanaannya perlu diawasi secara serius agar berjalan sesuai tujuan.
“Program pemenuhan gizi ini sangat baik dan penting bagi kesehatan anak-anak. Namun pelaksanaannya harus diawasi secara serius agar benar-benar tepat sasaran dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Ia juga berharap pengelola SPPG lebih terbuka terhadap berbagai masukan dari masyarakat. Menurutnya, kritik dan keluhan seharusnya dijadikan bahan evaluasi untuk memperbaiki kualitas pelayanan.
“Kritik dari masyarakat jangan dianggap sebagai sesuatu yang negatif. Justru itu harus menjadi bahan evaluasi agar pelayanan bisa semakin baik,” kata Faynani.
Lebih lanjut, Faynani menegaskan keterlibatan Satgas MBG sangat penting untuk memastikan standar pelayanan, kualitas makanan, serta sistem distribusi berjalan sesuai ketentuan yang telah ditetapkan.
“Kalau Satgas turun langsung melakukan pengawasan, tentu semua proses bisa lebih jelas dan transparan. Harapannya program ini benar-benar memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat,”tukasnya.












