SUMENEP | KLIKTIMES.ID – Pemuda Pocang Timur, Kecamatan Lenteng, Kabupaten Sumenep, membangun gapura kampung secara swadaya dengan melibatkan partisipasi warga. Gapura yang berdiri di wilayah perbatasan Desa Cangkreng dan Desa Meddelan itu menjadi simbol kebersamaan masyarakat setempat.
Salah seorang pemuda Pocang Timur, Busaki, mengatakan pembangunan gapura tersebut berawal dari inisiatif para pemuda yang ingin memperkuat identitas kampung sekaligus menumbuhkan kembali semangat gotong royong di tengah masyarakat.
Menurut Busaki, para pemuda sejak awal tidak menunggu bantuan dari pihak luar. Mereka langsung bergerak mengajak warga untuk berpartisipasi dalam proses pembangunan.
“Kami hanya ingin membuat sesuatu yang bermanfaat untuk kampung. Akhirnya para pemuda sepakat membangun gapura sebagai identitas kampung sekaligus untuk mempererat kebersamaan warga,” ujar Busaki kepada Kliktimes.
Owner batik Rato tersebut menjelaskan, seluruh proses pembangunan dilakukan secara gotong royong oleh warga. Mulai dari pengumpulan dana, pembelian bahan bangunan, hingga pengerjaan konstruksi gapura dilakukan bersama-sama.
Busaki menyebut dana pembangunan berasal dari sumbangan sukarela masyarakat tanpa adanya penentuan nominal tertentu.
“Kami tidak melihat besar atau kecilnya sumbangan dari warga. Yang terpenting adalah kebersamaan. Alhamdulillah gapura ini bisa selesai dengan biaya sekitar Rp10 juta,” jelasnya.
Selain dukungan dana, kata Busaki, warga juga terlibat langsung membantu proses pembangunan dengan tenaga, ide, hingga menyediakan konsumsi selama pengerjaan berlangsung.
“Partisipasi warga luar biasa. Ada yang membantu tenaga, ada yang memberi masukan, bahkan ada yang menyediakan konsumsi untuk teman-teman yang bekerja,” katanya.
Ia menambahkan, suasana kebersamaan sangat terasa selama proses pembangunan gapura. Beberapa warga bahkan secara sukarela menyembelih ternak mereka untuk dimasak dan dimakan bersama.
“Semua tanpa paksaan. Pernah saat kami memotong besi, tiba-tiba Syaiful Anam menyembelih entok peliharaannya untuk makan bersama. Pada malam lain, Pak Haji Sulaiman juga menyembelih ayam kampungnya untuk konsumsi kami,” ungkap Busaki.
Busaki menilai pembangunan gapura tersebut bukan sekadar pembangunan fisik, tetapi juga menjadi bukti kuatnya kebersamaan masyarakat Pocang Timur.
“Bagi kami, gapura ini bukan hanya bangunan. Ini simbol bahwa warga Pocang Timur masih memiliki semangat gotong royong dan kebersamaan,” tuturnya.
Sementara itu, tokoh masyarakat setempat, Sulaiman, mengapresiasi inisiatif para pemuda yang dinilainya mampu menghadirkan kegiatan positif di lingkungan masyarakat.
“Saya bersyukur adik-adik Pocang Timur selalu berpikir dan melakukan hal-hal positif. Selama itu untuk kebaikan kampung, tentu akan kami dukung,” kata Sulaiman.
Menurutnya, yang terpenting dalam kehidupan bermasyarakat adalah menjaga kerukunan dan kekompakan antarwarga.
“Gapura ini memang penting sebagai identitas kampung. Namun yang lebih penting adalah bagaimana kita bisa hidup rukun dan saling menutup kekurangan satu sama lain,” pungkasnya.












