SUMENEP | KLIKTIMES.ID – Madura Batik Festival di Pendopo Kabupaten Sumenep tak sekadar menghadirkan pameran batik. Kegiatan ini juga menjadi ruang edukasi budaya bagi generasi muda melalui workshop dan pelatihan membatik yang diikuti sekitar 100 pelajar dari berbagai wilayah di Sumenep.
Para peserta mendapat materi tentang sejarah batik Madura, filosofi motif, hingga praktik membatik langsung bersama pengrajin. Kegiatan berlangsung interaktif dengan antusiasme tinggi dari para pelajar.
Workshop menghadirkan H. Ibnu Hajar dan Direktur Batik Rato Sumenep, Busaki, sebagai narasumber.
H. Ibnu Hajar menjelaskan bahwa batik Madura bukan hanya kain bermotif, melainkan bagian dari identitas budaya masyarakat Madura yang harus dijaga oleh generasi muda.
“Generasi muda harus mulai mengenal dan mencintai budaya daerahnya sendiri agar warisan leluhur tetap terjaga,” ujarnya.
Sementara itu, Busaki memberikan pelatihan langsung terkait teknik dasar membatik hingga pengenalan motif khas Madura yang memiliki makna budaya tersendiri.
Workshop yang diketuai Ach. Sayuthi tersebut terlaksana melalui kolaborasi bersama PC IPNU IPPNU Sumenep.
Ketua PC IPNU IPPNU Sumenep, Moh. Ainul Yakin, menegaskan bahwa pelestarian budaya merupakan tanggung jawab bersama, termasuk generasi muda.
“Budaya adalah identitas bangsa dan daerah. Generasi muda harus hadir menjadi pelopor dalam melestarikan budaya lokal, khususnya batik Madura,” katanya.
Ia berharap kegiatan tersebut mampu menumbuhkan rasa bangga pelajar terhadap budaya daerah sekaligus menjaga eksistensi batik Madura di tengah perkembangan zaman modern.
“Kalau bukan generasi muda yang menjaga budaya daerahnya sendiri, lalu siapa lagi. Batik Madura bukan hanya warisan leluhur, tetapi juga identitas yang harus terus dikenalkan dan dilestarikan,” tukasnya.












