BeritaDaerahPendidikan

100 Pelajar Belajar Membatik di Madura Batik Festival Sumenep

358
×

100 Pelajar Belajar Membatik di Madura Batik Festival Sumenep

Sebarkan artikel ini
Foto bersama para pelajar, narasumber, dan panitia usai kegiatan Workshop dan Pelatihan Membatik dalam rangka Madura Batik Festival di Pendopo Kabupaten Sumenep. Foto/Kliktimes.

SUMENEP | KLIKTIMES.ID – Madura Batik Festival di Pendopo Kabupaten Sumenep tak sekadar menghadirkan pameran batik. Kegiatan ini juga menjadi ruang edukasi budaya bagi generasi muda melalui workshop dan pelatihan membatik yang diikuti sekitar 100 pelajar dari berbagai wilayah di Sumenep.

Para peserta mendapat materi tentang sejarah batik Madura, filosofi motif, hingga praktik membatik langsung bersama pengrajin. Kegiatan berlangsung interaktif dengan antusiasme tinggi dari para pelajar.

Workshop menghadirkan H. Ibnu Hajar dan Direktur Batik Rato Sumenep, Busaki, sebagai narasumber.

H. Ibnu Hajar menjelaskan bahwa batik Madura bukan hanya kain bermotif, melainkan bagian dari identitas budaya masyarakat Madura yang harus dijaga oleh generasi muda.

“Generasi muda harus mulai mengenal dan mencintai budaya daerahnya sendiri agar warisan leluhur tetap terjaga,” ujarnya.

Sementara itu, Busaki memberikan pelatihan langsung terkait teknik dasar membatik hingga pengenalan motif khas Madura yang memiliki makna budaya tersendiri.

Workshop yang diketuai Ach. Sayuthi tersebut terlaksana melalui kolaborasi bersama PC IPNU IPPNU Sumenep.

Ketua PC IPNU IPPNU Sumenep, Moh. Ainul Yakin, menegaskan bahwa pelestarian budaya merupakan tanggung jawab bersama, termasuk generasi muda.

“Budaya adalah identitas bangsa dan daerah. Generasi muda harus hadir menjadi pelopor dalam melestarikan budaya lokal, khususnya batik Madura,” katanya.

Ia berharap kegiatan tersebut mampu menumbuhkan rasa bangga pelajar terhadap budaya daerah sekaligus menjaga eksistensi batik Madura di tengah perkembangan zaman modern.

“Kalau bukan generasi muda yang menjaga budaya daerahnya sendiri, lalu siapa lagi. Batik Madura bukan hanya warisan leluhur, tetapi juga identitas yang harus terus dikenalkan dan dilestarikan,” tukasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Dalam sidang tersebut, pemerintah memutuskan bahwa 1 Zulhijah 1447 H jatuh pada Senin, 18 Mei 2026. Keputusan itu sekaligus menjadi dasar penetapan Hari Raya Idul Adha yang diperingati setiap 10 Zulhijah.