BeritaDaerah

Peringati Hari Santri 2026, RA Nahdlatul Athfal Tanamkan Peduli Lingkungan dan Wirausaha

1016
×

Peringati Hari Santri 2026, RA Nahdlatul Athfal Tanamkan Peduli Lingkungan dan Wirausaha

Sebarkan artikel ini
Tenaga pendidik dan wali murid RA Nahdlatul Athfal berfoto bersama dalam rangkaian peringatan Hari Santri Nasional 2026 di Desa Tlontoraja, Kecamatan Pasean, Pamekasan. Foto/Ist.

PAMEKASAN, KLIKTIMES.ID – Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 menjadi momentum bagi RA Nahdlatul Athfal, Desa Tlontoraja, Kecamatan Pasean, Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, untuk menanamkan nilai-nilai kepesantrenan kepada anak didik melalui berbagai kegiatan edukatif dan sosial.

Tak sekadar menggelar kirab santri dan istighosah bersama, lembaga pendidikan di bawah naungan LPI Nahdlatul Athfal tersebut menghadirkan kegiatan yang lebih beragam, mulai dari penanaman pohon, bazar jajanan pesantren, hingga aksi sosial bertajuk Jumat Barokah.

Rangkaian kegiatan itu menjadi upaya sekolah dalam mengenalkan nilai kepedulian terhadap lingkungan, menumbuhkan jiwa kewirausahaan, serta membangun semangat berbagi sejak usia dini.

Salah satu kegiatan yang menarik perhatian adalah penanaman pohon pada Rabu (21/10/2026). Kegiatan tersebut dilengkapi dengan catatan doa dari para orang tua sebagai simbol harapan agar anak-anak tumbuh menjadi generasi yang peduli terhadap lingkungan dan kehidupan sosial.

Kegiatan ini juga menjadi bentuk kepedulian terhadap kelestarian lingkungan, terutama dalam menghadapi potensi kemarau panjang sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih hijau dan asri.

Kepala RA Nahdlatul Athfal, Ustadzah Lailatul Hasanah, mengatakan bahwa kepedulian terhadap lingkungan perlu ditanamkan sejak dini melalui tindakan nyata, bukan sekadar imbauan.

“Tentu dengan keberadaan kegiatan ini, kami mengajak semuanya untuk peduli menjaga dan merawat lingkungan sebagaimana kita peduli dan merawat diri kita sendiri,” ujarnya.

Senada dengan itu, tenaga pendidik RA Nahdlatul Athfal, Ustadzah Yuliana Ningsih, menilai pendidikan lingkungan sejak usia dini memiliki peran penting dalam membentuk karakter anak.

Menurutnya, kebiasaan baik yang ditanamkan sejak kecil, seperti menanam pohon dan menjaga kebersihan lingkungan, diharapkan dapat membentuk kepedulian yang terus melekat hingga anak-anak beranjak remaja dan dewasa.

“Jika sejak kecil anak-anak sudah dibiasakan melakukan aktivitas positif, seperti menanam pohon dan menjaga lingkungan, kebiasaan itu diharapkan terus tertanam dalam diri mereka hingga dewasa,” tuturnya.

Tak berhenti pada edukasi lingkungan, RA Nahdlatul Athfal juga menggelar bazar jajanan pesantren pada Jumat (23/10/2026). Kegiatan tersebut terlaksana melalui kerja sama dengan paguyuban wali murid.

Bazar ini menjadi sarana pembelajaran bagi anak didik untuk mengenal beragam jajanan khas pesantren sekaligus memahami nilai-nilai kebersamaan, kerja sama, dan kegiatan ekonomi sederhana.

Ustadzah Jamilatur Rohmah menjelaskan, bazar jajanan pesantren tidak hanya ditujukan untuk mengenalkan kekayaan kuliner pesantren kepada anak-anak, tetapi juga menghadirkan kembali kenangan bagi para wali murid yang pernah menempuh pendidikan di pesantren.

“Kegiatan bazar jajanan pesantren ini sebenarnya untuk membangkitkan memori kenangan bagi wali murid, utamanya yang pernah mengenyam pendidikan pesantren, dan juga menambah pengetahuan bagi anak didik kami,” ujarnya.

Kegiatan tersebut mendapat respons positif dari para wali murid. Salah satunya Lilik Hasanah, yang menilai bazar jajanan pesantren memiliki manfaat lebih dari sekadar mengenalkan makanan khas pesantren.

Menurutnya, kegiatan itu juga membuka wawasan tentang pentingnya belajar kewirausahaan dan membangun kerja sama dalam melakukan hal-hal positif.

“Adanya kegiatan bazar jajanan pesantren ini sangat bermanfaat karena bisa memberi pemahaman kepada dunia luar bahwa kita di pesantren bukan hanya identik dengan kitab kuning dan kegiatan ubudiyah lainnya, tetapi juga dari pesantrenlah biasanya tumbuh usaha ekonomi keumatan,” ungkap alumnus Pondok Pesantren Mambaul Ulum Bata-Bata tersebut.

Setelah bazar jajanan pesantren, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan program Jumat Barokah. Kegiatan ini menjadi sarana edukasi sosial untuk mengenalkan kepada anak didik pentingnya berbagi, saling membantu, dan menumbuhkan kepedulian terhadap sesama yang membutuhkan.

Beragam kegiatan tersebut melengkapi peringatan Hari Santri Nasional di RA Nahdlatul Athfal, yang sebelumnya menggelar kirab santri dan istighosah bersama pada Kamis (22/10/2026).

Hari Santri Nasional sendiri diperingati setiap 22 Oktober untuk mengenang Resolusi Jihad yang dicetuskan Hadratussyaikh KH Hasyim Asy’ari pada 22 Oktober 1945, yang menjadi salah satu tonggak penting perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Pemerintah kemudian menetapkan tanggal tersebut sebagai Hari Santri Nasional melalui Keputusan Presiden Nomor 22 Tahun 2015.

Melalui rangkaian kegiatan tersebut, RA Nahdlatul Athfal berupaya memaknai Hari Santri Nasional tidak sebatas seremoni tahunan, tetapi juga sebagai momentum untuk menanamkan nilai kepesantrenan dalam kehidupan sehari-hari.

Kepedulian terhadap lingkungan, semangat kewirausahaan, kebersamaan, dan kepedulian sosial diharapkan menjadi bagian dari karakter anak didik sejak dini, sehingga nilai-nilai yang tumbuh di lingkungan pesantren dapat terus hidup dan memberi manfaat bagi masyarakat luas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *