SURABAYA | KLIKTIMES.ID – Koalisi tiga organisasi Jawa Timur yang terdiri dari FKM Jatim, GARUDA, dan GERAK akan menggelar aksi jilid II di Mapolda Jawa Timur dan Kantor DJBC Jatim I pada Selasa (21/4/2026).
Aksi ini merupakan kelanjutan dari desakan sebelumnya terkait dugaan “gurita” bisnis rokok ilegal yang dikaitkan dengan HM serta indikasi tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang mereka soroti.
Surat pemberitahuan aksi bernomor Spesial/Sekber/04/2026 telah disampaikan dan diterima oleh Polda Jawa Timur. Dalam surat tersebut, aksi mengusung tema “Tegakkan Kedaulatan Fiskal: Lawan Pencucian Uang Pejabat dan Peredaran Rokok Ilegal”, sebagai bentuk tekanan agar aparat penegak hukum dan instansi terkait lebih serius menindaklanjuti dugaan yang disampaikan.
Koorlap aksi, Zainur Roziqin, menegaskan pihaknya akan terus mengawal kasus tersebut hingga ada kejelasan dari pihak berwenang. Ia menilai dugaan praktik yang mereka suarakan tidak boleh dibiarkan berlarut karena berpotensi merugikan keuangan negara.
“Kami tidak sedang mencari sensasi. Ini murni dorongan moral agar penegak hukum bergerak. Jika dibiarkan, ini akan menjadi preseden buruk bagi pemberantasan rokok ilegal dan dugaan pencucian uang di Indonesia,” kata Zen, sapaan akrabnya.
Zen menegaskan bahwa aksi jilid II bukan sekadar penyampaian aspirasi, melainkan bentuk evaluasi terhadap komitmen aparat dalam menindaklanjuti laporan masyarakat. Ia menilai publik membutuhkan kepastian dan bukti nyata atas laporan yang telah disampaikan.
“Ini bukan sekadar aksi turun ke jalan. Kami ingin melihat komitmen aparat dalam menindaklanjuti laporan yang sudah disampaikan. Jangan sampai publik hanya disuguhi janji tanpa kepastian,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia juga menekankan pentingnya transparansi dalam penanganan kasus tersebut agar tidak menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat. Menurutnya, keterbukaan informasi menjadi kunci untuk menjaga kepercayaan publik terhadap penegakan hukum.
“Kalau ada progres, sampaikan ke publik. Itu bisa meredam spekulasi. Tanpa keterbukaan, yang tumbuh justru kecurigaan,” pungkasnya.












