SUMENEP, KLIKTIMES.ID – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Sumenep meluruskan sejumlah persepsi yang berkembang di masyarakat terkait rekrutmen mitra untuk pelaksanaan Sensus Ekonomi (SE) 2026.
Penjelasan tersebut disampaikan Kepala BPS Kabupaten Sumenep, Handoyo Wijoyo, dalam kegiatan sosialisasi Sensus Ekonomi 2026 bersama sejumlah perwakilan media di kantor BPS Sumenep, Selasa (2/6/2026).
Menurut Handoyo, masih ada anggapan bahwa peserta yang dinyatakan lolos seleksi mitra BPS secara otomatis akan bertugas dalam pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026.
Padahal, peserta yang lolos seleksi terlebih dahulu masuk ke dalam basis data mitra atau Database mitra BPS dan belum tentu langsung mendapatkan penawaran kerja kegiatan sensus/survei.
“Rekrutmen yang kami lakukan bukan semata-mata untuk memenuhi kebutuhan petugas Sensus Ekonomi. Tujuannya juga untuk memperkuat basis data mitra BPS Kabupaten Sumenep yang sewaktu-waktu dapat digunakan dalam berbagai kegiatan statistik,” ujar Handoyo.
Ia menjelaskan, pada 2025 BPS Sumenep memiliki sekitar 949 mitra statistik yang telah terdaftar dalam Database. Sebagian di antaranya masih aktif dan terikat kontrak untuk berbagai kegiatan statistik hingga akhir tahun.
Namun, jumlah mitra aktif terus berkurang karena berbagai faktor. Beberapa di antaranya lulus menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) atau Aparatur Sipil Negara (ASN) yang berdasarkan ketentuan tidak diperbolehkan lagi menjadi mitra BPS.
Selain itu, terdapat pula mitra yang tidak lagi aktif karena bekerja di luar daerah atau memiliki kesibukan lain yang membuat mereka tidak dapat terlibat dalam kegiatan pendataan.
“Fenomena ini menjadi tantangan bagi kami. Karena itu, regenerasi mitra statistik perlu terus dilakukan agar kebutuhan petugas pada berbagai kegiatan statistik tetap terpenuhi,” katanya.
Untuk mendukung pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026, BPS memperkirakan membutuhkan sekitar 1.536 petugas lapangan. Setelah memperhitungkan jumlah mitra lama yang masih aktif, kebutuhan tambahan petugas diperkirakan sekitar 700 orang.
BPS kemudian membuka rekrutmen secara terbuka. Antusiasme masyarakat cukup tinggi dengan jumlah pendaftar mencapai sekitar 1.200 orang.
“Jumlah pendaftar jauh melebihi kebutuhan yang tersedia. Karena itu, proses seleksi dilakukan secara bertahap, mulai dari pendaftaran secara _online_ , tes kompetensi hingga wawancara sebagai tahap seleksi akhir,” jelas Handoyo.
Ia menilai tingginya jumlah pendaftar menjadi salah satu faktor munculnya persepsi bahwa seluruh peserta yang lolos seleksi akan ditugaskan dalam Sensus Ekonomi 2026.
Padahal, peserta yang dinyatakan lolos hanya masuk ke dalam Database mitra BPS. Penugasan akan dilakukan sesuai kebutuhan kegiatan statistik yang dilaksanakan BPS, baik dalam Sensus Ekonomi maupun survei lainnya.
“Jika nanti ada kegiatan survei baru yang membutuhkan tambahan petugas, kami tidak perlu membuka rekrutmen lagi karena sudah memiliki basis data mitra yang siap ditugaskan,” ujarnya.
Handoyo mengakui masih adanya pertanyaan dari masyarakat menunjukkan bahwa penyampaian informasi terkait rekrutmen mitra belum sepenuhnya dipahami.
“Ini bukan soal benar atau salah. Kami melihat masih ada kekurangan dalam penyampaian informasi di awal sehingga menimbulkan persepsi yang berbeda di masyarakat,” katanya.
Karena itu, BPS Sumenep menggandeng media untuk membantu menyebarluaskan informasi mengenai Sensus Ekonomi 2026 secara lebih luas dan mudah dipahami publik.
Menurut Handoyo, media memiliki peran strategis sebagai jembatan informasi antara BPS dan masyarakat, khususnya dalam menjelaskan tahapan sensus serta mekanisme rekrutmen mitra statistik.
“Sepanjang masih ada pertanyaan dari masyarakat, berarti masih ada yang perlu kami jelaskan. Kami berharap media dapat membantu menyampaikan informasi secara utuh agar tidak terjadi kesalahpahaman,” pungkasnya.












