BeritaDaerahPendidikan

Mahasiswa UM Bangun Budaya Hidup Sehat melalui Edukasi PHBS di Desa Dapenda

892
×

Mahasiswa UM Bangun Budaya Hidup Sehat melalui Edukasi PHBS di Desa Dapenda

Sebarkan artikel ini
Mahasiswa UM BBM Desa Dapenda bersama peserta usai pelaksanaan edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta sanitasi sebagai upaya membangun budaya hidup sehat di masyarakat. Foto/Kliktimes.

SUMENEP, KLIKTIMES.ID – Mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM) yang tergabung dalam program Belajar Bersama Masyarakat (BBM) di Desa Dapenda, Kabupaten Sumenep, menginisiasi gerakan membangun budaya hidup sehat melalui edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta sanitasi kepada masyarakat.

Kegiatan berlangsung pada 6–13 Juli 2026 dengan menyasar seluruh kelompok usia.

Program tersebut menjadi salah satu bentuk pengabdian mahasiswa kepada masyarakat dalam meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kebersihan diri, lingkungan, dan pola hidup sehat sebagai upaya mencegah berbagai penyakit sejak dini.

Sasaran edukasi meliputi ibu hamil, ibu yang memiliki balita, anak usia dini, siswa sekolah dasar, hingga kelompok lanjut usia (lansia). Pendekatan lintas usia ini diharapkan mampu membangun kebiasaan hidup sehat yang dimulai dari lingkungan keluarga.

Kurangnya pemahaman mengenai PHBS dan sanitasi masih menjadi tantangan di masyarakat. Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan risiko berbagai penyakit, seperti diare, infeksi saluran pernapasan, penyakit kulit, hingga stunting akibat minimnya pengetahuan mengenai gizi seimbang. Karena itu, edukasi dilakukan secara bertahap agar kebiasaan hidup bersih dapat diterapkan secara berkelanjutan.

Salah satu mahasiswa UM BBM Desa Dapenda, Feratika Erdiyanti, mengatakan kegiatan tersebut dirancang agar seluruh anggota masyarakat memperoleh pemahaman yang sama mengenai pentingnya PHBS.

“Program edukasi ini menyasar berbagai kelompok usia, mulai dari ibu hamil, balita, anak usia dini hingga lansia, agar kesadaran mengenai kebersihan diri dan lingkungan dapat tumbuh secara menyeluruh di masyarakat,” ujar Feratika.

Pelaksanaan edukasi memanfaatkan kegiatan Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP) yang rutin dilaksanakan di setiap pos pelayanan Desa Dapenda. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa memberikan penyuluhan sesuai kelompok sasaran sehingga materi yang disampaikan lebih tepat sasaran dan mudah dipahami.

Posyandu dipilih karena menjadi pusat aktivitas masyarakat sekaligus memiliki sesi penyuluhan kesehatan pada tahapan pelayanan. Cara ini dinilai efektif untuk menjangkau lebih banyak peserta tanpa mengganggu aktivitas sehari-hari.

Materi edukasi disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing kelompok. Ibu hamil mendapatkan penyuluhan mengenai pentingnya menjaga kebersihan diri selama masa kehamilan, sanitasi lingkungan, serta penerapan pola hidup sehat demi menjaga kesehatan ibu dan janin.

Sementara itu, ibu yang memiliki balita diberikan pemahaman tentang pentingnya menjaga kebersihan makanan, membiasakan mencuci tangan menggunakan sabun sebelum menyiapkan makanan maupun setelah beraktivitas, serta menjaga kebersihan lingkungan rumah guna mencegah penyakit pada anak.

Bagi kelompok lansia, penyuluhan difokuskan pada pentingnya menjaga kebersihan diri, mengonsumsi air bersih, menggunakan jamban yang layak, serta menciptakan lingkungan yang sehat untuk menekan risiko berbagai penyakit.

Adapun edukasi kepada anak usia dini dikemas lebih interaktif melalui praktik enam langkah mencuci tangan yang benar, pembiasaan membuang sampah pada tempatnya, serta pengenalan pola hidup bersih sejak usia dini.

Tidak hanya dilaksanakan di Posyandu, mahasiswa juga memberikan edukasi kepada siswa sekolah dasar melalui kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Materi disampaikan dengan metode yang menarik sehingga mudah dipahami sekaligus mampu menanamkan kebiasaan hidup bersih sejak dini.

Para siswa diajak memahami pentingnya mencuci tangan menggunakan sabun sesuai pedoman Kementerian Kesehatan, menjaga kebersihan lingkungan sekolah, menggunakan jamban yang bersih, hingga membuang sampah pada tempatnya sebagai bagian dari perilaku hidup sehari-hari.

Mahasiswa juga memperkenalkan inovasi sederhana berupa sabun kertas. Melalui demonstrasi tersebut, siswa diperlihatkan proses pembuatan serta manfaat sabun kertas yang praktis digunakan untuk menjaga kebersihan tangan saat beraktivitas.

Agar penyampaian materi lebih menarik, mahasiswa memanfaatkan media edukasi berupa flipbook yang berisi informasi mengenai PHBS dan sanitasi dengan tampilan visual yang sederhana dan mudah dipahami. Media tersebut dinilai mampu meningkatkan minat masyarakat dalam mengikuti penyuluhan.

Bidan Desa Dapenda, Isnaini Fajar Dewi, mengapresiasi program edukasi yang digagas mahasiswa UM BBM karena dinilai memberikan manfaat nyata dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya hidup bersih dan sehat.

“Edukasi PHBS dan sanitasi ini merupakan program unggulan yang bertujuan meningkatkan pengetahuan serta kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga kebersihan diri dan lingkungan. Harapannya, setelah kegiatan ini masyarakat Desa Dapenda dapat menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat dalam kehidupan sehari-hari sehingga risiko berbagai penyakit dapat diminimalkan,” ujarnya.

Melalui program tersebut, mahasiswa UM BBM Desa Dapenda berharap penerapan PHBS tidak berhenti pada kegiatan penyuluhan semata, tetapi menjadi kebiasaan yang terus dijalankan oleh masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan meningkatnya kesadaran masyarakat, mulai dari anak-anak hingga lansia, Desa Dapenda diharapkan mampu mewujudkan lingkungan yang lebih bersih, sehat, nyaman, serta memiliki kualitas hidup yang semakin baik secara berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *