BeritaPolitik

Jawa Timur Mulai Bicara 2029, Emil Dardak dan Lia Istifhama Masuk Bursa Figur Potensial

3706
×

Jawa Timur Mulai Bicara 2029, Emil Dardak dan Lia Istifhama Masuk Bursa Figur Potensial

Sebarkan artikel ini
Pamflet "EMILIA" yang menampilkan Emil Elestianto Dardak dan Dr. Lia Istifhama menjadi perbincangan di tengah menghangatnya dinamika politik Jawa Timur menuju 2029. Foto/Fur.

SURABAYA, KLIKTIMES.ID – Peta politik Jawa Timur menuju 2029 mulai menjadi perbincangan di berbagai ruang publik. Meski tahapan Pemilihan Gubernur (Pilgub) masih cukup lama, dinamika politik perlahan mulai menghangat dengan munculnya sejumlah figur yang dinilai memiliki kapasitas dan peluang untuk tampil dalam kontestasi mendatang.

Di tengah masih berlangsungnya kepemimpinan Gubernur Khofifah Indar Parawansa bersama Wakil Gubernur Emil Elestianto Dardak hingga 2030, publik mulai menyoroti siapa sosok yang berpotensi melanjutkan estafet kepemimpinan Jawa Timur pada periode berikutnya.

Sejumlah nama pun mulai menghiasi diskursus politik. Di antaranya, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak dan anggota DPD RI asal Jawa Timur Dr. Lia Istifhama. Keduanya dinilai memiliki rekam jejak, pengalaman, dan jejaring yang menjadi modal penting dalam percaturan politik Jawa Timur.

Belakangan, di berbagai ruang diskusi maupun media sosial, muncul penyebutan “EMILIA”, akronim yang menggabungkan nama Emil dan Lia. Istilah tersebut menjadi salah satu topik yang ikut diperbincangkan sebagai representasi dua figur yang dinilai memiliki kapasitas dan pengalaman di bidang pemerintahan maupun politik.

Meski belum ada deklarasi maupun langkah politik resmi dari kedua tokoh tersebut, menguatnya perbincangan publik dipandang sebagai sinyal awal mulai terbentuknya konfigurasi politik menuju Pilgub Jawa Timur 2029.

Emil Dardak, Perpaduan Akademisi dan Politikus Muda

Dilansir Kliktimes dari berbagai sumber, Emil Elestianto Dardak dikenal sebagai salah satu politikus muda dengan latar belakang akademik yang kuat.

Lahir di Jakarta pada 20 Mei 1984, Emil merupakan putra almarhum Hermanto Dardak, mantan Wakil Menteri Pekerjaan Umum, dan Sri Widayati. Ia juga berasal dari keluarga yang memiliki kedekatan dengan tradisi Nahdlatul Ulama.

Perjalanan politiknya dimulai ketika terpilih sebagai Bupati Trenggalek pada Pilkada 2015. Kepemimpinannya di daerah menjadi batu loncatan sebelum dipercaya mendampingi Khofifah Indar Parawansa sebagai Wakil Gubernur Jawa Timur.

Kepercayaan publik kembali mengantarkan pasangan Khofifah-Emil memimpin Jawa Timur pada periode 2025–2030 setelah dilantik Presiden Prabowo Subianto pada 20 Februari 2025.

Di lingkungan partai politik, Emil juga dipercaya memimpin DPD Partai Demokrat Jawa Timur sejak 2022.

Tak hanya dikenal sebagai politikus, Emil memiliki rekam jejak akademik yang mengesankan. Ia meraih gelar doktor di Ritsumeikan Asia Pacific University (APU), Jepang, pada usia 22 tahun. Pendidikan internasionalnya juga ditempuh di University of Oxford, University of Wales, Melbourne Institute of Business and Technology, serta sebagai penerima ASEAN Scholarship di Singapura.

Sebelum aktif di dunia politik, Emil sempat dikenal sebagai presenter televisi. Ia menikah dengan aktris Arumi Bachsin pada 2013 dan dikaruniai dua orang anak.

Di tingkat organisasi, Emil juga aktif mengemban sejumlah amanah strategis, baik nasional maupun internasional, di antaranya United Cities and Local Governments Asia Pacific (UCLG ASPAC), EAROPH, APKASI, PMI Jawa Timur, hingga IPHI Jawa Timur.

Lia Istifhama, Senator dengan Kiprah Sosial dan Akademik

Nama Dr. Lia Istifhama juga semakin sering masuk dalam radar perbincangan politik Jawa Timur.

Perempuan kelahiran Surabaya, 12 Februari 1984, itu dikenal sebagai senator, akademisi, advokat, penulis, motivator, sekaligus aktivis sosial yang aktif menyuarakan isu pendidikan, pemberdayaan perempuan, dan kesejahteraan masyarakat.

Lia berasal dari keluarga besar Nahdlatul Ulama. Ia merupakan putri KH Masykur Hasyim dan Hj Aisyah, kakak dari Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.

Di bidang akademik, Lia menorehkan rekam jejak yang cukup panjang. Ia menyelesaikan tiga program sarjana pada 2007, kemudian meraih gelar Magister Ekonomi Islam pada 2013, sebelum menyandang gelar Doktor Ekonomi Islam dari UIN Sunan Ampel Surabaya pada 2020.

Selain menjalankan tugas sebagai anggota DPD RI, Lia aktif menjadi pembicara dalam berbagai forum nasional maupun internasional yang membahas pendidikan, ekonomi, hingga pemberdayaan masyarakat.

Ia juga dipercaya memimpin DPD Perempuan Tani HKTI Jawa Timur sejak 2019 dan mengemban amanah sebagai Sekretaris Komisi Pemberdayaan Perempuan, Remaja, dan Keluarga MUI Jawa Timur.

Komitmennya terhadap isu keadilan sosial diwujudkan melalui pendirian Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Srikandi Bakti Insani pada 2022 yang fokus memberikan pendampingan hukum bagi perempuan dan masyarakat kurang mampu.

Dengan rekam jejak, pengalaman, dan kiprah di bidang masing-masing, Emil Elestianto Dardak dan Dr. Lia Istifhama kini menjadi dua nama yang mulai menghiasi diskursus politik Jawa Timur menuju 2029.

Meski arah politik keduanya masih menjadi tanda tanya, kemunculan nama mereka menunjukkan bahwa percakapan mengenai estafet kepemimpinan Jawa Timur telah mulai bergulir, jauh sebelum tahapan resmi Pilgub dimulai.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *