SUMENEP, KLIKTIMES.ID – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Sumenep memperkuat sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan (stakeholder) guna menyukseskan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026).
Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan bertajuk “Sinergi Membangun Ekonomi Sumenep Melalui Sensus Ekonomi 2026″ yang digelar di Pendopo Agung Keraton Sumenep, Senin (29/6/2026).
Kegiatan ini menjadi forum konsolidasi sekaligus penguatan komitmen lintas sektor dalam mendukung pelaksanaan SE2026 yang akan menjadi sumber data strategis bagi penyusunan kebijakan pembangunan ekonomi, baik di tingkat daerah maupun nasional.
Hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo, Ketua Asosiasi Camat se-Kabupaten Sumenep, Ketua Persaudaraan Kepala Desa Kabupaten Sumenep, Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sumenep, Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Sumenep, Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sumenep, Koordinator Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Wilayah Sumenep, serta sejumlah jurnalis.
Kepala BPS Kabupaten Sumenep, Handoyo Wijoyo, mengatakan keterlibatan pemerintah, dunia usaha, organisasi masyarakat, dan media menjadi faktor penting dalam menyukseskan sensus ekonomi.
Menurutnya, SE2026 merupakan sensus ekonomi kelima yang dilaksanakan berdasarkan amanat Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1997 tentang Statistik. Berbeda dengan sensus sebelumnya, pendataan kali ini mencakup seluruh aktivitas ekonomi, termasuk sektor pertanian dan usaha rumah tangga.
“Perubahan struktur ekonomi selama 10 tahun terakhir perlu direkam. Termasuk perkembangan usaha berbasis digital dan online yang kini tumbuh di tengah masyarakat,” ujar Handoyo.
Ia menjelaskan, hasil SE2026 akan menjadi dasar penyusunan berbagai kebijakan ekonomi, pembaruan data Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), pemutakhiran direktori usaha nasional, hingga penyediaan data sosial ekonomi keluarga yang lebih akurat.
Di Kabupaten Sumenep, pendataan berlangsung mulai 15 Juni hingga 31 Agustus 2026 dengan sasaran 408.561 keluarga dan 287.293 unit usaha yang tersebar di 334 desa dan kelurahan.
Untuk mendukung pelaksanaan sensus tersebut, BPS Sumenep menerjunkan 1.354 petugas pendata lapangan dan 182 pengawas lapangan.
Handoyo mengajak masyarakat untuk menerima petugas sensus dan memberikan informasi yang benar sesuai kondisi sebenarnya. Ia juga memastikan seluruh data yang diberikan masyarakat dijamin kerahasiaannya sesuai ketentuan perundang-undangan.
“Keberhasilan Sensus Ekonomi 2026 tidak mungkin tercapai tanpa dukungan pemerintah daerah, para pemangku kepentingan, media, dan seluruh masyarakat Kabupaten Sumenep,” tegasnya.
Sementara itu, Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo menegaskan bahwa Sensus Ekonomi bukan hanya menjadi tanggung jawab BPS, melainkan agenda bersama yang membutuhkan partisipasi seluruh elemen masyarakat.
Menurutnya, data yang dihasilkan dari sensus memiliki peran strategis sebagai dasar penyusunan kebijakan pembangunan yang tepat sasaran dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
“Sensus Ekonomi sangat penting karena menjadi dasar dalam pengambilan kebijakan. Data yang akurat akan membantu pemerintah menentukan langkah yang tepat sasaran untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” kata Fauzi.
Bupati dua periode itu menambahkan, pembangunan berbasis data menjadi kunci agar program pemerintah berjalan lebih efektif dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Karena itu, seluruh stakeholder diharapkan ikut berperan aktif menyukseskan pelaksanaan SE2026.
“Dengan data yang valid, pemerintah dapat menyusun kebijakan yang lebih tepat, efektif, dan berdampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat,” tukasnya.
Sebagai informasi, pada kesempatan tersebut juga dilakukan penandatanganan deklarasi dukungan bersama unsur Forkopimda sebagai bentuk komitmen menyukseskan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 di Kabupaten Sumenep.
Selain itu, BPS Sumenep menyerahkan kartu BPJS Ketenagakerjaan secara simbolis kepada perwakilan petugas sensus sebagai bentuk perlindungan bagi petugas yang bertugas di lapangan.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan pemakaian rompi Sensus Ekonomi 2026 dan penyematan kartu identitas (ID Card) kepada perwakilan petugas sensus sebagai tanda dimulainya pelaksanaan pendataan di Kabupaten Sumenep.
















