BeritaDaerahPendidikan

Harlah ke-57, Ponpes Hidayatut Thalibin Teguhkan Pendidikan Berbasis Akhlak

387
×

Harlah ke-57, Ponpes Hidayatut Thalibin Teguhkan Pendidikan Berbasis Akhlak

Sebarkan artikel ini
Suasana peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-57 Pondok Pesantren Hidayatut Thalibin yang dirangkai dengan tasyakuran, Opening Ceremony, dan pengukuhan kelulusan santri di Dusun Rembang, Desa Pragaan Daya, Kecamatan Pragaan, Kabupaten Sumenep, Minggu (28/6/2026). Foto/Asmuni.

SUMENEP, KLIKTIMES.ID – Pondok Pesantren Hidayatut Thalibin memanfaatkan momentum Hari Lahir (Harlah) ke-57 untuk menegaskan kembali komitmennya dalam mempertahankan pendidikan berbasis akhlak sebagai fondasi utama mencetak generasi penerus.

Komitmen tersebut disampaikan dalam rangkaian tasyakuran dan puncak Opening Ceremony yang digelar di kompleks Pondok Pesantren Hidayatut Thalibin, Dusun Rembang, Desa Pragaan Daya, Kecamatan Pragaan, Kabupaten Sumenep, Minggu (28/6/2026).

Peringatan Harlah ke-57 itu juga dirangkai dengan pengukuhan kelulusan siswa kelas BII, VI, IX, dan XII. Acara berlangsung khidmat dengan dihadiri para masyayikh, kepala sekolah seluruh jenjang pendidikan, dewan guru, siswa, wali santri, serta masyarakat.

Ketua Yayasan Pondok Pesantren Hidayatut Thalibin, Kiai Naufal Abdul Mannan, mengatakan pendidikan di pesantren tidak semata-mata berorientasi pada pencapaian akademik. Menurutnya, membentuk karakter dan akhlak santri merupakan tujuan utama yang harus berjalan seiring dengan penguasaan ilmu pengetahuan.

“Saya tidak berharap santri menjadi orang yang sekadar pintar, tetapi menjadi orang yang baik dan bermanfaat bagi bangsa dan negara. Pintar bisa disalahgunakan, tetapi orang yang baik pasti akan menggunakan ilmunya di jalan yang benar,” tegasnya.

Kiai Naufal menjelaskan, prinsip tersebut sejalan dengan sabda Rasulullah SAW, Khairunnas anfa’uhum linnas, yang berarti sebaik-baik manusia adalah mereka yang paling bermanfaat bagi sesama.

Ia menuturkan, nilai-nilai tersebut telah menjadi ruh pendidikan Pondok Pesantren Hidayatut Thalibin sejak berdiri hingga kini memasuki usia ke-57 tahun. Karena itu, proses pendidikan di lingkungan pesantren tidak hanya membekali santri dengan ilmu pengetahuan, tetapi juga menanamkan akhlak, integritas, tanggung jawab, serta kepedulian sosial.

Menurutnya, bekal tersebut diharapkan mampu melahirkan lulusan yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga amanah, berkarakter, dan siap memberikan kontribusi nyata bagi agama, bangsa, dan masyarakat.

Melalui momentum Harlah ke-57 ini, Pondok Pesantren Hidayatut Thalibin kembali menegaskan bahwa pendidikan berbasis akhlak akan tetap menjadi pijakan utama dalam membentuk generasi yang berilmu, berbudi pekerti luhur, dan membawa manfaat bagi sesama.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *