BeritaNasional

Menteri Amran Capai Swasembada Tertinggi Dalam Sejarah, Badko HMI Jatim: Lanjutkan!

27
×

Menteri Amran Capai Swasembada Tertinggi Dalam Sejarah, Badko HMI Jatim: Lanjutkan!

Sebarkan artikel ini
Menteri Pertanian, Amran Sulaiman (Kiri) dan Ketua Bidang Badko HMI Jatim, Wildan Muhammad (Kanan). Foto/Dy.

SURABAYA | KLIKTIMES.ID – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyebut capaian stok beras nasional saat ini menjadi yang tertinggi sepanjang sejarah Indonesia merdeka, yakni mencapai 5,3 juta ton. Angka tersebut diperkirakan kembali meningkat menjadi 5,5 juta ton pada akhir bulan ini.

Pernyataan itu disampaikan dalam Forum General Discussion (FGD) bersama mahasiswa dan petani dengan tema “Mewujudkan Swasembada Pangan Berkelanjutan untuk Cadangan Pangan Pemerintah” yang digelar di Gudang Sewa Perum BULOG Jatim, Komplek Pergudangan Romokalisari, Surabaya, Rabu (13/5/2026).

“Alhamdulillah hari ini kita mencapai stok tertinggi dalam sejarah yaitu 5,3 juta ton. Mudah-mudahan akhir bulan 5,5 juta ton. Ini tertinggi selama Republik ini merdeka,” kata Amran.

Ia menambahkan, capaian tersebut juga diikuti peningkatan kesejahteraan petani secara signifikan. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Nilai Tukar Petani (NTP) disebut berada pada level tertinggi dalam 33 tahun terakhir.

“Kesejahteraan petani meningkat, NTP-nya tertinggi selama 33 tahun sesuai data BPS,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menyebut sektor pertanian turut mengalami lonjakan kontribusi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), dari 0,67 persen menjadi 5,7 persen pada periode pemerintahan saat ini.

“Sektor pertanian naik 5,7 persen, tertinggi selama 25 tahun dan mungkin tertinggi sepanjang sejarah,” kata Amran.

Amran juga menegaskan bahwa capaian produksi nasional tidak hanya bersumber dari Kementerian Pertanian, tetapi juga diperkuat oleh data lembaga internasional seperti Food and Agriculture Organization (FAO) serta data Amerika Serikat. Produksi beras nasional disebut berada di kisaran 34,6 juta ton dengan surplus sekitar 4 juta ton.

“FAO dan Amerika Serikat mencatat angka yang sama, sekitar 34,6 juta ton dengan surplus 4 juta ton,” tegasnya.

Di sisi lain, Badan Koordinasi Himpunan Mahasiswa Islam Jawa Timur (Badko HMI Jawa Timur) menegaskan komitmennya untuk terus mengawal dan memperkuat agenda swasembada pangan berkelanjutan melalui pelibatan generasi muda.

Ketua Bidang Badko HMI Jatim, Wildan Muhammad, mengatakan bahwa pihaknya tidak hanya berperan sebagai mitra kritis pemerintah, tetapi juga aktif terlibat dalam pengembangan sektor pertanian melalui program edukasi dan pendampingan kelompok tani berbasis smart farming.

Menurutnya, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) melalui Badko HMI Jatim telah menjalankan berbagai program pertanian, termasuk pengembangan komoditas melon premium dan jamur tiram.

“OKP dan aktivis kemahasiswaan bukan hanya mitra kritik pemerintah. Badko HMI Jatim sudah melangkah lebih jauh dengan agenda edukasi kelompok tani di Jawa Timur,” ujar Wildan.

Ia menambahkan, pengembangan pertanian berbasis screenhouse, baik yang berasal dari bantuan pemerintah maupun inisiatif mandiri, akan terus diperluas karena dinilai memiliki prospek ekonomi yang menjanjikan serta mampu membuka ruang bagi generasi muda untuk terjun ke sektor pertanian modern.

“InsyaAllah akan terus kami kembangkan. Ini penting untuk membuka cakrawala pemuda agar tidak ragu terjun ke dunia pertanian,” katanya.

Ia juga berharap adanya dukungan lebih luas dari pemerintah untuk memperkuat gerakan edukasi swasembada pangan yang melibatkan pemuda secara aktif.

“Bismillah, kami berharap ada perhatian serius dari pemerintah agar gerakan ini bisa terus berjalan dan berkembang,” harapnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *