BeritaDaerahNasional

Presiden Prabowo Subianto Anugerahkan Gelar Pahlawan Nasional untuk Syaikhona Kholil Bangkalan

160
×

Presiden Prabowo Subianto Anugerahkan Gelar Pahlawan Nasional untuk Syaikhona Kholil Bangkalan

Sebarkan artikel ini
Presiden Prabowo Subianto menyerahkan secara simbolis piagam gelar Pahlawan Nasional kepada ahli waris Syaikhona KH Mohammad Kholil Bangkalan, R. Abdul Latif Amin Imron, dalam upacara peringatan Hari Pahlawan di Istana Merdeka, Jakarta. Foto/Klik Times.

JAKARTA | KLIKTIMES.ID – Pemerintah Republik Indonesia secara resmi menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada Syaikhona KH Mohammad Kholil Bangkalan, ulama besar asal Madura yang dikenal sebagai guru para kiai pendiri Nahdlatul Ulama (NU).

Penganugerahan ini dilakukan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto dalam upacara khidmat memperingati Hari Pahlawan, di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (10/11/2025).

Penetapan Syaikhona Kholil sebagai Pahlawan Nasional menjadi momen bersejarah, sebab beliau merupakan ulama pertama dari Madura yang mendapatkan gelar kehormatan tertinggi dari negara.

Bagi masyarakat Madura, kabar ini disambut dengan penuh haru dan rasa syukur. Sosok Syaikhona Kholil selama ini dikenal bukan hanya sebagai ulama kharismatik, tetapi juga pendidik bangsa yang menyalakan semangat kemerdekaan melalui ilmu dan akhlak.

Ketua Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Pamekasan, Imam S. Arizal, menyampaikan apresiasi dan rasa bangganya atas penghargaan tersebut.

“Kami menyampaikan rasa syukur dan bangga atas penganugerahan gelar Pahlawan Nasional kepada Syaikhona Muhammad Kholil Bangkalan. Ini kebahagiaan besar bagi masyarakat Madura,” ujar Imam kepada Klik Times.id, Senin (10/11/2025).

Menurutnya, Syaikhona Kholil merupakan guru para kiai besar bangsa, seperti Hadratussyeikh KH Hasyim Asy’ari, RKH As’ad Syamsul Arifin, dan KH Abdul Wahab Hasbullah, yang semuanya telah lebih dahulu ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional.

“Kontribusinya terhadap agama dan bangsa sangat besar. Banyak santri beliau menjadi pejuang kemerdekaan. Bahkan lahirnya Nahdlatul Ulama tidak lepas dari peran beliau,” tambah Imam.

Imam yang juga alumnus Pondok Pesantren Annuqayah itu menegaskan, Syaikhona Kholil bukan hanya guru spiritual, melainkan simbol perpaduan antara iman, ilmu, dan nasionalisme.

“Beliau menanamkan cinta tanah air dalam setiap ajaran. Kini namanya resmi diabadikan sebagai Pahlawan Bangsa, tapi dalam hati umat, beliau sudah lama menjadi cahaya abadi,” ujarnya.

Penetapan ini juga menjadi bentuk pengakuan negara terhadap kontribusi besar dunia pesantren dalam perjuangan kemerdekaan dan pembentukan karakter bangsa.

“Ini bukan hanya penghargaan untuk satu tokoh, tapi untuk seluruh pejuang pesantren. Madura akhirnya memiliki pahlawan nasional yang mencerminkan nilai keilmuan, perjuangan, dan spiritualitas khas pesantren,” tutur Imam.

Penganugerahan gelar Pahlawan Nasional kepada Syaikhona KH Mohammad Kholil Bangkalan diserahkan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto dan diterima secara simbolis oleh R. Abdul Latif Amin Imron, ahli waris Syaikhona Kholil.

Upacara berlangsung penuh khidmat, dihadiri oleh sejumlah pejabat negara, ulama, serta keluarga penerima gelar Pahlawan Nasional tahun 2025.

Imam S. Arizal berharap, semangat perjuangan dan keulamaan Syaikhona Kholil terus menginspirasi generasi penerus bangsa dalam memperkuat persatuan nasional dan meneguhkan nilai-nilai Islam yang damai.

“Semoga semangat beliau menjadi inspirasi bagi generasi penerus bangsa dalam menjaga keutuhan NKRI dan meneguhkan nilai-nilai Islam rahmatan lil ‘alamin,” katanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *