BeritaDaerahPendidikan

Hari Kesaktian Pancasila di MTs-MA Kyai Mudrikah Dikemas Edukatif

891
×

Hari Kesaktian Pancasila di MTs-MA Kyai Mudrikah Dikemas Edukatif

Sebarkan artikel ini
Para santri MTs dan MA Kyai Mudrikah Kembang Kuning mengikuti kegiatan edukatif memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Foto/Ist.

SUMENEP, KLIKTIMES.ID – Peringatan Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober di MTs dan MA Kyai Mudrikah Kembang Kuning dikemas dengan pendekatan edukatif dan reflektif. Selain upacara bendera, para santri mengikuti permainan edukatif bertema Kesaktian Pancasila.

Kegiatan tersebut dirancang sebagai pembelajaran kontekstual agar nilai-nilai Pancasila tidak berhenti pada pengetahuan, tetapi dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Semangat kebangsaan dipadukan dengan kultur pesantren melalui pembelajaran yang menanamkan kesadaran, kebersamaan, tanggung jawab, dan penghormatan terhadap perbedaan.

Permainan edukatif yang digelar bukan sekadar hiburan. Para santri diajak belajar melalui aktivitas yang melatih kerja sama, komunikasi, kejujuran, strategi, kepemimpinan, hingga kemampuan menyelesaikan persoalan secara bersama.

Nilai-nilai tersebut juga diintegrasikan dengan tujuh pilar utama dan dua pilar penopang Institut Boarding School Padepokan Kyai Mudrikah Kembang Kuning (IBS PKMKK). Pilar pendidikan itu menjadi bagian dari pembiasaan santri untuk belajar mandiri, berkomunikasi lintas bahasa, membaca, bereksperimen, melakukan penelitian, serta mengembangkan kemampuan presentasi.

Pembina Upacara, Ust. Althaf Afida, M.Pd., dalam amanatnya menyampaikan bahwa nilai-nilai Pancasila perlu hadir dalam tiga ruang utama kehidupan santri, yakni cara berpikir, cara berbicara, dan cara berperilaku.

Menurutnya, cara berpikir perlu dibangun dengan nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, musyawarah, dan keadilan. Sementara dalam berbicara, santri perlu menjunjung kesantunan, penghormatan, serta tanggung jawab.

“Nilai Pancasila harus tercermin dalam cara berpikir, cara berbicara, dan cara berperilaku,” ujar Althaf.

Dalam perilaku sehari-hari, para santri juga didorong untuk menunjukkan integritas, gotong royong, kedisiplinan, dan kepedulian terhadap sesama. Nilai tersebut diperkuat dengan tradisi pesantren yang menempatkan adab, ilmu, ketawadhuan, serta penghormatan kepada guru sebagai bagian penting dalam pembentukan karakter.

Peringatan Hari Kesaktian Pancasila menjadi momentum bagi para santri untuk memahami bahwa nilai kebangsaan dapat diwujudkan melalui tindakan sederhana. Mulai dari menghormati orang lain, bekerja sama, menaati aturan, menyelesaikan perbedaan melalui dialog, hingga menempatkan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi.

Upacara bendera menjadi ruang untuk membangun kesadaran kolektif, sedangkan permainan edukatif memberikan pengalaman langsung mengenai pentingnya kerja sama dan solidaritas.

Melalui kegiatan tersebut, MTs dan MA Kyai Mudrikah Kembang Kuning berupaya mempertemukan pendidikan kebangsaan dengan pendidikan pesantren. Pancasila menjadi fondasi kehidupan berbangsa, sementara nilai-nilai pesantren memberikan penguatan moral dan akhlak.

Pendidikan di lingkungan pesantren diharapkan tidak hanya membentuk santri yang kuat secara akademik, tetapi juga memiliki karakter, kepedulian sosial, kemampuan bekerja sama, serta sikap terbuka dalam kehidupan bermasyarakat.

Dengan demikian, peringatan Hari Kesaktian Pancasila tidak berhenti sebagai seremoni tahunan. Nilai-nilai Pancasila diharapkan tumbuh menjadi bagian dari keseharian santri, tercermin dalam pikiran, perkataan, dan tindakan, baik di lingkungan pesantren maupun ketika kembali ke tengah masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *