BeritaDaerah

Kobarkan Semangat Kemanusiaan, Eri Cahyadi Motivasi Ribuan Kader PMR Surabaya

903
×

Kobarkan Semangat Kemanusiaan, Eri Cahyadi Motivasi Ribuan Kader PMR Surabaya

Sebarkan artikel ini
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi memberikan motivasi kepada ribuan kader PMR dalam Festival PMR Kota Surabaya 2026 di SUBEC, Sabtu (26/9/2026). Foto/Ist.

SURABAYA, KLIKTIMES.ID – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi membakar semangat ribuan kader Palang Merah Remaja (PMR) dan Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Surabaya untuk terus menanamkan nilai kemanusiaan dalam kehidupan sehari-hari.

Pesan tersebut disampaikan Eri saat memberikan arahan kepada peserta Festival PMR Kota Surabaya 2026 yang digelar di Surabaya Expo Center (SUBEC), Sabtu (26/9/2026). Kegiatan itu menjadi momentum bagi generasi muda untuk memperkuat kepedulian, semangat gotong royong, dan keberanian membantu sesama.

Dalam arahannya, Eri mengajak para peserta mengenang kembali sejarah perjuangan arek-arek Suroboyo pada 1945. Dia menyinggung peristiwa heroik perobekan warna biru pada bendera Belanda di Hotel Yamato yang menjadi salah satu simbol perjuangan mempertahankan kemerdekaan.

“Sang Merah Putih harus selalu berkibar di seluruh penjuru Indonesia. Tapi yang membuat saya bangga, Sang Merah Putih harus selalu berkibar di hati arek-arek Suroboyo,” tegas Eri.

Menurutnya, berkibarnya Merah Putih di hati warga Surabaya tidak cukup dimaknai sebagai simbol kebangsaan. Semangat tersebut harus diwujudkan melalui keberanian menegakkan kebenaran, kepedulian terhadap sesama, serta kemauan untuk saling membantu dan bergotong royong.

Pesan tersebut dinilai selaras dengan tema Youth for Humanity yang diusung dalam Festival PMR Kota Surabaya 2026.

“Apalah arti kita merdeka kalau tidak punya nilai-nilai kemanusiaan. Apalah arti menjadi manusia kalau hati kita tidak bisa menolong orang lain,” ujar Eri.

Eri juga mengapresiasi PMI Kota Surabaya yang terus melakukan pembinaan terhadap kader PMR agar memiliki jiwa sosial dan kepedulian terhadap masyarakat.

Dia turut mengutip ajaran Ta’awanu ‘alal birri wat taqwa yang berarti saling menolong dalam kebaikan dan ketakwaan. Menurutnya, nilai tersebut harus diterapkan generasi muda melalui tindakan nyata di tengah masyarakat.

Untuk memperkuat karakter kemanusiaan sejak dini, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya berencana menetapkan PMR sebagai salah satu ekstrakurikuler wajib pilihan di jenjang SD dan SMP di bawah naungan Pemkot Surabaya.

Langkah tersebut diharapkan dapat membentuk generasi muda yang memiliki jiwa penolong, kepedulian sosial, dan kepekaan terhadap lingkungan sekitar.

Eri juga berpesan agar generasi muda Surabaya tidak melupakan budaya lokal, tetap menghargai perbedaan, serta menjadikan sikap saling membantu sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.

“Arek Suroboyo sing ngandal iku sing menghormati budaya, menghargai perbedaan, dan biso ngebantu wong liyo. Sukses selalu untuk PMI dan PMR Kota Surabaya,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua Harian PMI Surabaya Taufik Rohman Hidayat mengatakan, Festival PMR menjadi bagian dari pembinaan generasi muda dalam bidang kemanusiaan.

“Seluruh anggota PMR diharapkan mampu mengaktualisasikan Tri Bhakti PMR, menjunjung tinggi sportivitas dan kejujuran, memperkuat jejaring persahabatan antarsekolah, serta terus mengasah keterampilan dan kreativitas,” katanya.

Festival PMR Kota Surabaya 2026 mengusung tema Youth for Humanity (Generasi Muda untuk Kemanusiaan). Kegiatan tersebut diikuti 2.190 peserta dari 105 sekolah yang terdiri atas tingkat PMR Mula (SD), Madya (SMP), hingga Wira (SMA).

Festival PMR Kota Surabaya 2026 dibuka langsung oleh Ketua PMI Jawa Timur Imam Utomo.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *