BeritaDaerahNasionalPendidikan

Murid Menjemput Sejarah di Mojokerto, Para Veteran Titip Pesan untuk Generasi Muda

71
×

Murid Menjemput Sejarah di Mojokerto, Para Veteran Titip Pesan untuk Generasi Muda

Sebarkan artikel ini
Murid Menjemput Sejarah di Mojokerto, Para Veteran Titip Pesan untuk Generasi Muda. Foto/kliktimes.id

MOJOKERTO, KLIKTIMESID – Memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, pelajar di wilayah Mojokerto diajak lebih dekat dengan sejarah perjuangan bangsa melalui gerakan “Murid Menjemput Sejarah: 81 Tahun Indonesia Merdeka.

Gerakan yang diinisiasi Dinas Pendidikan Jawa Timur tersebut mengajak para siswa tidak hanya mengenal sejarah melalui buku pelajaran, tetapi juga bertemu langsung dengan para veteran dan mendengarkan kisah serta pesan perjuangan yang mereka titipkan kepada generasi muda.

Di wilayah Mojokerto, kegiatan tersebut dilaksanakan sejumlah satuan pendidikan di bawah koordinasi Cabang Dinas Pendidikan wilayah Mojokerto.

Kacabdin Pendidikan wilayah Mojokerto Pinky Hidayati mendorong agar kegiatan tersebut menjadi pengalaman yang membekas bagi para pelajar.

“Gerakan Murid Menjemput Sejarah ini menjadi momentum bagi anak-anak kita untuk belajar langsung dari para pejuang. Mereka tidak hanya membaca sejarah dari buku, tetapi bisa bertemu, mendengarkan cerita, dan menyerap nilai-nilai perjuangan dari para veteran,” ujar Pinky.

Menurutnya, pertemuan langsung dengan veteran juga menjadi bagian dari pembentukan karakter peserta didik. Berbagai pesan yang disampaikan para pejuang, mulai dari kejujuran, akhlak, pendidikan hingga menjaga diri dari narkoba, dinilai masih sangat relevan dengan tantangan generasi muda saat ini.

“Kami ingin pengalaman ini membentuk karakter anak-anak. Pesan yang disampaikan para veteran tentang kejujuran, akhlak, pendidikan, menghormati orang tua dan menjauhi narkoba merupakan nilai yang sangat relevan dengan kehidupan generasi muda saat ini,” lanjutnya.

Salah satu sekolah yang melaksanakan gerakan tersebut adalah SMKN 1 Jetis. Para siswa mengunjungi dua veteran, yakni Sertu CPM Purn. Parsono dan Serma Purn. Ahdwi Tunggul Bawono, di Desa Banjarsari, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto.

Dalam pertemuan tersebut, Sertu CPM Purn. Parsono berpesan agar generasi muda menjaga kesehatan sejak usia muda dan tidak merokok. Ia juga menekankan pentingnya kejujuran dalam kehidupan.

Sementara Serma Purn. Ahdwi Tunggul Bawono berpesan kepada para pelajar agar menjaga akhlak serta bersungguh-sungguh dalam menuntut dan mempelajari ilmu.

Kunjungan tersebut memberikan pengalaman langsung kepada para siswa bahwa nilai perjuangan tidak hanya berkaitan dengan peristiwa masa lalu. Nilai seperti kesehatan, kejujuran, akhlak dan semangat menuntut ilmu juga menjadi bagian penting dalam mempersiapkan generasi penerus bangsa.

Kegiatan serupa dilakukan SMAN 1 Sooko dengan mengunjungi veteran Budianto di Desa Surodinawan.

Dalam kesempatan tersebut, Budianto menitipkan pesan agar para pelajar menanamkan semangat juang 1945 dalam kehidupan sehari-hari. Ia mengingatkan generasi muda untuk menjauhi narkoba serta menghormati kedua orang tua.

Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa tantangan generasi muda saat ini berbeda dengan yang dihadapi para pejuang pada masa lalu. Jika dahulu perjuangan dilakukan untuk merebut dan mempertahankan kemerdekaan, kini perjuangan dapat diwujudkan dengan menjaga diri, menempuh pendidikan, menghormati orang tua dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.

Selain SMAN 1 Sooko dan SMKN 1 Jetis kegiatan serupa di laksanakan oleh SMAN 3 Mojokerto melalui kegiatan di Taman Makam Pahlawan dan mendapatkan pesan dari veteran Siamto, yang berada di wilayah Kranggan, Kota Mojokerto.

Siamto mengajak para pelajar memaknai ziarah ke makam pahlawan bukan sekadar kegiatan menabur bunga. Para siswa diajak menghayati pengorbanan para pahlawan yang telah memberikan masa muda, cita-cita hingga darah mereka demi kemerdekaan Indonesia.

Para pelajar juga diajak menghormati jasa para pahlawan dengan menjaga serta memajukan Indonesia melalui kejujuran, kerja keras dan persatuan.

Pesan tersebut menegaskan bahwa kemerdekaan bukanlah hadiah, melainkan hasil perjuangan panjang yang kemudian diwariskan kepada generasi berikutnya.

Pinky menilai, semangat perjuangan tersebut harus diterjemahkan sesuai dengan tantangan generasi muda saat ini.

“Perjuangan pada masa lalu dilakukan dengan pengorbanan jiwa dan raga. Sekarang tugas generasi muda adalah melanjutkan perjuangan itu melalui pendidikan, prestasi, menjaga persatuan dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat dan bangsa,” tegasnya.

Menurut Pinky, pengalaman bertemu langsung dengan para veteran diharapkan memberikan kesan yang lebih mendalam dibandingkan pembelajaran sejarah secara konvensional.

“Kami berharap kegiatan ini tidak berhenti sebagai kegiatan memperingati kemerdekaan, tetapi menjadi pengalaman yang membekas bagi siswa. Ketika mereka bertemu langsung dengan para veteran, mereka akan memahami bahwa kemerdekaan yang kita nikmati hari ini memiliki sejarah panjang dan pengorbanan yang luar biasa,” pungkasnya.

Gerakan “Murid Menjemput Sejarah: 81 Tahun Indonesia Merdeka” di Mojokerto pada akhirnya tidak hanya menjadi kegiatan memperingati HUT Kemerdekaan. Kegiatan tersebut menjadi ruang pertemuan antara generasi muda dengan para pelaku sejarah untuk menanamkan nilai nasionalisme sekaligus pendidikan karakter.

Melalui kisah para veteran, para pelajar diajak memahami bahwa ketika perjuangan bersenjata telah menjadi bagian dari sejarah, estafet perjuangan kini berada di tangan generasi muda melalui pendidikan, akhlak, kejujuran, prestasi, kepedulian sosial dan kontribusi nyata bagi bangsa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *