BeritaDaerah

UNIBA Madura Kembangkan Kotoran Hewan Jadi Pupuk Organik Bernilai Ekonomi di Sumenep

564
×

UNIBA Madura Kembangkan Kotoran Hewan Jadi Pupuk Organik Bernilai Ekonomi di Sumenep

Sebarkan artikel ini
Tim UNIBA Madura bersama jajaran BRIDA Sumenep dan perwakilan OPD terkait usai kegiatan presentasi dan diskusi pengembangan kotoran hewan menjadi biokompos dan pupuk organik cair (POC). Foto/Kliktimes.

SUMENEP, KLIKTIMES.ID – Universitas Bahaudin Mudhary Madura (UNIBA Madura) mendorong pemanfaatan kotoran hewan atau kohe menjadi produk bernilai ekonomi. Inovasi tersebut dikembangkan melalui pengolahan limbah peternakan menjadi biokompos dan pupuk organik cair (POC).

Gagasan tersebut dipaparkan dalam kegiatan presentasi dan diskusi bersama Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kabupaten Sumenep. Pertemuan membahas peluang pengembangan teknologi tepat guna sekaligus pemanfaatan potensi lokal untuk mendukung sektor pertanian.

Kegiatan tersebut dihadiri Sekretaris BRIDA Sumenep, perwakilan Dinas Pertanian, Dinas Lingkungan Hidup, serta jajaran staf BRIDA. Kepala BRIDA Sumenep, Bintoro, juga turut hadir dan memberikan perhatian terhadap pengembangan inovasi berbasis sumber daya lokal.

Dari UNIBA Madura, kegiatan diikuti tim yang terdiri dari Dr. (C) Budyi Suswanto, MT, Dr. Bambang Sugiyono Agus Purwono, MSc, Novi Wahyuningtyas, MT, Siti Umyana, MM, Alief, SKom, Ir. Awiyanto, MM, serta Deni.

Dalam pemaparannya, Budyi Suswanto menjelaskan kotoran hewan yang selama ini kerap dipandang sebagai limbah memiliki potensi untuk diolah menjadi produk yang bermanfaat bagi pertanian.

Melalui proses pengolahan yang tepat, limbah peternakan tersebut dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku biokompos dan pupuk organik cair. Selain meningkatkan kualitas tanah, pengolahan itu juga diharapkan mampu mengurangi dampak lingkungan yang ditimbulkan limbah peternakan.

Sementara Bambang Sugiyono Agus Purwono menilai inovasi tersebut memiliki peluang strategis bagi Sumenep. Sebab, sektor pertanian dan peternakan masih menjadi bagian penting dalam aktivitas ekonomi masyarakat.

Menurutnya, penerapan teknologi tepat guna dapat mengubah limbah peternakan menjadi produk bernilai tambah sekaligus mendorong praktik pertanian yang lebih berkelanjutan.

Bahas Legalitas hingga Uji Coba di Lahan

Dalam diskusi, aspek legalitas juga menjadi perhatian. Salah satunya terkait izin edar pupuk organik apabila produk hasil inovasi tersebut nantinya dipasarkan dan digunakan secara lebih luas.

Legalitas serta pemenuhan standar mutu dinilai penting agar produk yang dihasilkan tidak hanya inovatif, tetapi juga memenuhi ketentuan sebelum masuk ke masyarakat.

Tim UNIBA Madura juga mengusulkan pembuatan demonstration plot atau demplot. Tahap ini diperlukan untuk menguji efektivitas biokompos dan pupuk organik cair secara langsung terhadap tanaman.

Novi Wahyuningtyas mengatakan demplot dapat menjadi sarana pembuktian sekaligus edukasi bagi petani mengenai manfaat produk yang dikembangkan.

Selain aspek penelitian, Siti Umyana menekankan pentingnya orientasi ekonomi dalam pengembangan inovasi.

“Inovasi yang berhasil harus menghasilkan nilai ekonomi. Jangan sampai berhenti pada penelitian, tetapi harus bisa memberikan manfaat sekaligus menghasilkan uang,” ujarnya.

Dorong Kolaborasi dan Teknologi IoT

Diskusi juga membahas peluang kerja sama antara UNIBA Madura dan BRIDA Sumenep. Ir. Awiyanto menilai kolaborasi perlu diarahkan pada tahapan yang lebih konkret, mulai dari riset, pengembangan produk, pengujian lapangan, pendampingan masyarakat hingga hilirisasi.

Sementara Alief menambahkan peluang pemanfaatan teknologi Internet of Things (IoT) untuk mendukung proses monitoring. Teknologi tersebut dapat dikembangkan sebagai bagian dari inovasi agar pemantauan hasil maupun proses budidaya dapat dilakukan secara lebih efektif.

Kolaborasi perguruan tinggi dan pemerintah daerah dinilai penting untuk mempertemukan kekuatan riset dengan kebutuhan masyarakat serta arah pembangunan daerah.

Dorong Hilirisasi Potensi Lokal Sumenep

Pengembangan pupuk berbahan baku kotoran hewan menjadi salah satu upaya mendorong inovasi berbasis potensi lokal Sumenep.

Pemanfaatan limbah peternakan diharapkan memberikan manfaat ganda, mulai dari mengurangi persoalan limbah, meningkatkan nilai ekonomi sumber daya lokal hingga mendukung produktivitas sektor pertanian.

UNIBA Madura dan BRIDA Sumenep diharapkan dapat melanjutkan komunikasi dan kolaborasi tersebut ke tahap pengembangan yang lebih konkret.

Dengan sinergi pemerintah daerah, perguruan tinggi, perangkat daerah terkait, pelaku pertanian dan masyarakat, hasil riset diharapkan tidak berhenti di ruang akademik. Inovasi tersebut diharapkan dapat terus dikembangkan hingga menghasilkan produk yang aplikatif, bernilai ekonomi dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat Sumenep.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *