SUMENEP, KLIKTIMES.ID – Upaya mewujudkan Kabupaten Layak Anak (KLA) di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, dinilai harus berorientasi pada dampak nyata bagi anak. Predikat KLA tidak boleh berhenti sebagai capaian administratif tanpa diikuti pemenuhan hak dan perlindungan anak di lapangan.
Pemerintah Kabupaten Sumenep terus mendorong berbagai kebijakan dan program yang diarahkan untuk memenuhi serta melindungi hak anak. Namun, upaya tersebut dinilai membutuhkan dukungan dan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.
Kolaborasi lintas sektor menjadi salah satu kunci. Pemerintah daerah, organisasi perangkat daerah (OPD), lembaga pendidikan, organisasi masyarakat dan kepemudaan, dunia usaha, keluarga hingga masyarakat memiliki peran dalam menciptakan lingkungan yang aman dan mendukung tumbuh kembang anak.
Kader KOPRI Sumenep, Nur Fadila, mengatakan keberhasilan program KLA seharusnya tidak hanya dilihat dari pencapaian predikat. Hal yang lebih penting adalah memastikan anak benar-benar mendapatkan haknya serta merasa aman di lingkungan tempat mereka tumbuh.
“Kabupaten Layak Anak bukan hanya tentang mendapatkan predikat, tetapi bagaimana anak benar-benar merasakan haknya untuk hidup aman, mendapatkan pendidikan, memperoleh perlindungan, dan memiliki ruang untuk berkembang,” ujar Nur Fadila kepada awak media, Selasa (11/8/2026).
Menurutnya, keterlibatan generasi muda juga diperlukan untuk memperkuat gerakan perlindungan anak. Kaum muda dapat mengambil peran melalui edukasi kepada masyarakat, pendampingan, advokasi, hingga mendorong keberanian untuk melaporkan apabila terjadi kekerasan terhadap anak.
Ia juga menilai keluarga dan lingkungan masyarakat menjadi lapisan pertama dalam memberikan perlindungan kepada anak. Kesadaran mengenai pentingnya lingkungan ramah anak perlu terus ditingkatkan agar kekerasan, eksploitasi, maupun bentuk pelanggaran hak anak dapat dicegah sejak dini.
“Kami berharap program layak anak tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Kader muda juga harus mengambil peran melalui edukasi, pendampingan, advokasi, dan gerakan sosial,” katanya.
Nur Fadila berharap sinergi antara pemerintah, keluarga, masyarakat, serta organisasi kepemudaan semakin kuat. Dengan begitu, Sumenep tidak hanya mengejar status sebagai Kabupaten Layak Anak, tetapi mampu menghadirkan lingkungan yang aman, nyaman, dan mendukung tumbuh kembang anak.
KOPRI Sumenep sendiri turut memberikan perhatian terhadap isu perempuan dan anak melalui sejumlah agenda kaderisasi. Isu yang menjadi perhatian di antaranya kekerasan seksual serta perlindungan terhadap kelompok rentan.
Keterlibatan organisasi masyarakat dan kepemudaan dinilai penting untuk mengawal kebijakan perlindungan anak sekaligus memastikan pemenuhan hak anak berjalan secara nyata.
Dengan kolaborasi lintas sektor, program Kabupaten Layak Anak diharapkan tidak sekadar menjadi predikat, tetapi benar-benar dirasakan manfaatnya oleh anak dan keluarga di Kabupaten Sumenep.
















