BeritaDaerahPolitik

Sosialisasi Empat Pilar di Sumenep, Said Abdullah Tekankan Peran Strategis Guru Ngaji

669
×

Sosialisasi Empat Pilar di Sumenep, Said Abdullah Tekankan Peran Strategis Guru Ngaji

Sebarkan artikel ini
Peserta Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan mengikuti pemaparan materi yang digelar Anggota DPR RI MH Said Abdullah di De Baghraf Hotel Sumenep. Foto/Kliktimes.

SUMENEP, KLIKTIMES.ID – Anggota DPR RI Dapil Jawa Timur XI (Madura), MH Said Abdullah, menegaskan pentingnya peran guru ngaji dalam memperkuat nilai-nilai kebangsaan di tengah masyarakat.

Menurutnya, guru ngaji memiliki posisi strategis untuk menanamkan semangat persatuan, toleransi, dan cinta tanah air kepada masyarakat hingga tingkat akar rumput.

Pesan tersebut mengemuka dalam kegiatan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan yang digelar di Ruang Pertemuan Arya Wiraraja, De Baghraf Hotel Sumenep, Selasa (23/6/2026). Kegiatan itu diikuti ratusan guru ngaji dari berbagai wilayah di Kabupaten Sumenep.

Dalam forum tersebut, narasumber Amir Syarifuddin menyoroti pentingnya pemahaman agama yang utuh dan kontekstual sebagai salah satu fondasi menjaga kerukunan dan memperkuat kehidupan berbangsa.

Menurut Amir, pemahaman agama yang hanya berfokus pada teks tanpa memahami konteks dapat melahirkan cara pandang sempit yang berpotensi memicu sikap intoleran maupun ekstrem.

“Kadang ada yang hanya melihat teks, tetapi mengabaikan konteks. Padahal satu ayat bisa memiliki banyak tafsir dan penjelasan. Pemahaman yang sempit berpotensi melahirkan sikap yang justru bertentangan dengan nilai agama itu sendiri,” ujarnya.

Selain itu, Amir menilai tantangan kebangsaan saat ini semakin kompleks. Tidak hanya berkaitan dengan persoalan ideologi, tetapi juga fanatisme sempit, lemahnya penegakan hukum, hingga pengaruh globalisasi yang terus berkembang.

Karena itu, ia menekankan pentingnya membangun pola pikir kritis di tengah masyarakat agar tidak mudah terjebak pada informasi yang parsial dan menyesatkan.

Sementara itu, narasumber Slamet Wahedi menegaskan bahwa semangat kebangsaan harus menjadi perekat seluruh elemen masyarakat di tengah keberagaman suku, agama, dan pandangan politik.

Menurutnya, perbedaan pendapat dalam demokrasi merupakan hal yang wajar. Namun, kritik terhadap pemerintah harus disampaikan secara konstruktif dan tidak menimbulkan perpecahan di tengah masyarakat.

“Kalau ada kebijakan yang dianggap keliru, silakan dikritik dan dievaluasi. Itu hak warga negara. Tetapi jangan sampai perbedaan pendapat membuat kita saling memusuhi, karena pada dasarnya kita tetap satu bangsa,” katanya.

Slamet juga mengingatkan bahwa demokrasi yang sehat membutuhkan masyarakat yang memiliki kesadaran politik dan pemahaman kebangsaan yang baik. Di sisi lain, setiap kebijakan pembangunan harus berorientasi pada terwujudnya keadilan sosial dan peningkatan kesejahteraan rakyat.

Melalui kegiatan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan tersebut, para guru ngaji diharapkan tidak hanya berperan sebagai pendidik keagamaan, tetapi juga menjadi mitra strategis dalam menanamkan nilai-nilai Pancasila, memperkuat toleransi, serta menjaga persatuan dan keutuhan bangsa di tengah berbagai tantangan yang terus berkembang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *