BeritaDaerahEkonomi

Perluas Literasi Keuangan, BPRS Bhakti Sumekar Targetkan 90 Mitra Pendidikan pada 2026

228
×

Perluas Literasi Keuangan, BPRS Bhakti Sumekar Targetkan 90 Mitra Pendidikan pada 2026

Sebarkan artikel ini
BPRS Bhakti Sumekar menargetkan 90 sekolah mitra BBS Sekolah sebagai upaya memperkuat budaya menabung sejak dini. Foto/Kliktimes.

SUMENEP, KLIKTIMES.ID – BPRS Bhakti Sumekar menargetkan sebanyak 90 sekolah menjadi mitra Program BBS Sekolah hingga tahun 2026. Target tersebut diyakini dapat tercapai dengan dukungan 31 jaringan kantor cabang dan kantor kas yang tersebar di berbagai wilayah Kabupaten Sumenep.

Direktur Utama BPRS Bhakti Sumekar, Hairil Fajar, mengatakan seluruh jaringan kantor telah diarahkan untuk aktif membangun kemitraan dengan lembaga pendidikan di wilayah kerja masing-masing.

Menurutnya, perluasan program ini tidak hanya bertujuan meningkatkan jumlah sekolah mitra, tetapi juga memperkuat literasi keuangan syariah di kalangan pelajar.

“Setiap jaringan kantor kami targetkan mampu menjalin kerja sama dengan minimal tiga lembaga pendidikan setiap tahun. Dengan pola ini, target 90 sekolah pengguna BBS Sekolah pada 2026 sangat realistis untuk dicapai,” ujar Hairil.

Ia menjelaskan, BBS Sekolah merupakan salah satu program strategis perusahaan dalam membangun budaya menabung sejak dini. Karena itu, BPRS Bhakti Sumekar tidak hanya fokus pada penghimpunan dana, tetapi juga memberikan edukasi mengenai pengelolaan keuangan yang sehat kepada para siswa.

Menurut Hairil, perkembangan teknologi juga menjadi bagian penting dalam pengembangan program tersebut. Oleh sebab itu, pihaknya terus mendorong pemanfaatan layanan digital melalui aplikasi BBS Mobile di lingkungan sekolah.

“Kami ingin siswa tidak hanya mengenal budaya menabung, tetapi juga memahami layanan keuangan digital yang aman dan mudah digunakan. Ini menjadi bekal penting bagi mereka menghadapi perkembangan ekonomi digital ke depan,” katanya.

Untuk memperkuat implementasi program, BPRS Bhakti Sumekar melakukan pendampingan secara berkelanjutan kepada sekolah, siswa, maupun orang tua. Pendekatan tersebut diharapkan mampu meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap layanan perbankan syariah berbasis teknologi.

Hairil menambahkan, pihaknya juga terus memperkuat kolaborasi dengan Dinas Pendidikan, Kementerian Agama, dan berbagai lembaga pendidikan di Kabupaten Sumenep. Kerja sama tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas jangkauan edukasi literasi keuangan syariah sejak usia dini.

Tak hanya menyasar wilayah daratan, ekspansi program BBS Sekolah juga diarahkan ke kawasan kepulauan yang selama ini menghadapi tantangan akses layanan keuangan.

Meski demikian, Hairil optimistis target yang telah ditetapkan dapat tercapai berkat jaringan layanan yang telah tersebar di berbagai wilayah.

“BBS Sekolah bukan sekadar program tabungan pelajar. Ini adalah investasi jangka panjang untuk membentuk generasi yang mandiri, disiplin, dan melek keuangan. Kami ingin menyiapkan generasi muda Sumenep yang siap menghadapi tantangan ekonomi digital di masa depan,” katanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *