Berita

Perkuat SDM Konstruksi Jatim, 40 Peserta Ikuti Sertifikasi Jenjang 7

16
×

Perkuat SDM Konstruksi Jatim, 40 Peserta Ikuti Sertifikasi Jenjang 7

Sebarkan artikel ini
Perkuat SDM Konstruksi Jatim, 40 Peserta Ikuti Sertifikasi Jenjang 7. Foto/Ist

SURABAYA. KLIKTIMESID— Upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di sektor konstruksi terus dilakukan melalui sertifikasi kompetensi kerja. Kali ini, PT Utama Lestari Indonesia bersama Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) ATAKI Konstruksi Indonesia dan PT Manajemen Konstruksi Nusantara (MKN) menggelar Uji Kompetensi Sertifikasi Kompetensi Kerja (SKK) Konstruksi bagi 40 peserta di lingkungan Dinas PU Bina Marga Provinsi Jawa Timur.

Kegiatan yang berlangsung di Ruang Rapat Utama Dinas PU Bina Marga Provinsi Jawa Timur, Kamis (22/10/2026), tersebut dilaksanakan melalui skema Tempat Uji Kompetensi (TUK) Sewaktu. Pelaksanaan ini menjadi bagian dari upaya mendorong peningkatan kualifikasi dan profesionalisme tenaga kerja konstruksi sesuai standar kompetensi yang berlaku.

Kegiatan tersebut dihadiri Sekretaris Dinas PU Bina Marga Provinsi Jawa Timur, Ir. Agus Hari Purnomo, S.T., M.T. Sementara itu, acara secara resmi dibuka oleh Kepala Subbagian Umum dan Kepegawaian Dinas PU Bina Marga Provinsi Jawa Timur, Ir. Seger, S.T., M.T.

Sertifikasi kali ini mencakup empat jabatan kerja strategis pada Jenjang 7, yakni Ahli Muda Teknik Jalan, Ahli Muda Teknik Material Jalan, Ahli Muda Teknik Jembatan, dan Ahli Muda K3 Konstruksi.

Keempat bidang tersebut memiliki peran penting dalam mendukung pembangunan infrastruktur yang berkualitas, mulai dari aspek teknis pekerjaan jalan dan jembatan hingga penerapan standar keselamatan dan kesehatan kerja di sektor konstruksi.

Direktur Utama PT Utama Lestari Indonesia, Abdul Rasyid, S.Ag., hadir bersama Ketua Koordinator Pelaksanaan Uji Kompetensi, Izzatias Hikmah Pratiwi, untuk mengawal jalannya kegiatan.

Abdul Rasyid menyampaikan bahwa sertifikasi kompetensi tidak semata-mata menjadi tahapan administratif, tetapi juga merupakan bagian dari upaya membangun tenaga kerja konstruksi yang profesional, berintegritas, dan mampu menjawab kebutuhan pembangunan nasional.

Menurutnya, kolaborasi antara lembaga sertifikasi, perusahaan, instansi pemerintah, perguruan tinggi, dan sektor swasta menjadi salah satu langkah penting dalam memperkuat kualitas SDM Indonesia.

“Kami tidak hanya menggelar uji kompetensi, tetapi juga membangun ekosistem SDM konstruksi yang berintegritas. Kami telah bermitra dengan banyak instansi pemerintah, balai, universitas, dan swasta di seluruh Indonesia. Kegiatan rutin di Dinas PU Bina Marga Jatim ini adalah wujud nyata kami untuk terus mencetak tenaga ahli yang tersertifikasi, profesional, dan siap bersaing demi terwujudnya Indonesia Emas,” tegas Abdul Rasyid.

Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan guna memperluas kesempatan bagi tenaga kerja konstruksi untuk meningkatkan kualifikasi dan memperoleh pengakuan kompetensi sesuai bidang keahliannya.

Pelaksanaan uji kompetensi kali ini berfokus pada empat bidang pekerjaan konstruksi yang memiliki keterkaitan langsung dengan pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur. Bidang Teknik Jalan berkaitan dengan aspek teknis pembangunan dan penanganan jalan, sedangkan Teknik Material Jalan berfokus pada material untuk mendukung mutu pekerjaan. Adapun Teknik Jembatan menunjang kualitas pembangunan infrastruktur penghubung, sementara K3 Konstruksi menitikberatkan pada penerapan keselamatan dan kesehatan kerja.

Melalui asesmen kompetensi, peserta diharapkan dapat menunjukkan kemampuan dan pengetahuan sesuai unit kompetensi yang dipersyaratkan pada masing-masing jabatan kerja. Sertifikasi ini juga diharapkan dapat mendukung peningkatan kualitas pekerjaan konstruksi sekaligus memperkuat penerapan standar keselamatan dan profesionalisme di lingkungan kerja.

Sebagai penyelenggara kegiatan, PT Utama Lestari Indonesia menyatakan komitmennya untuk terus berkontribusi dalam pengembangan SDM melalui kerja sama dengan berbagai instansi pemerintah, balai, perguruan tinggi negeri maupun swasta, serta pelaku usaha di sektor konstruksi.

Komitmen tersebut sejalan dengan kebutuhan pembangunan nasional yang tidak hanya memerlukan infrastruktur memadai, tetapi juga tenaga kerja yang memiliki kompetensi sesuai bidang keahliannya.

Jawa Timur sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi nasional membutuhkan dukungan SDM konstruksi yang profesional untuk menunjang pembangunan jalan, jembatan, dan berbagai infrastruktur strategis lainnya. Karena itu, peningkatan kompetensi tenaga kerja menjadi salah satu aspek penting dalam mendukung pembangunan berkelanjutan dan memperkuat daya saing daerah.

Melalui penyelenggaraan TUK Sewaktu ini, seluruh peserta diharapkan dapat mengikuti proses asesmen dengan baik dan memperoleh hasil sesuai kemampuan yang ditunjukkan selama uji kompetensi.

Dengan penguatan SDM yang berkelanjutan, pembangunan infrastruktur di Jawa Timur diharapkan dapat berjalan semakin optimal dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat, sekaligus mendukung terwujudnya visi Indonesia Emas 2045.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *