BeritaDaerah

Panglima TNI Dijadwalkan ke Sumenep, Aktivis Sebut Wacana Aksi Berpotensi “Layap”

1889
×

Panglima TNI Dijadwalkan ke Sumenep, Aktivis Sebut Wacana Aksi Berpotensi “Layap”

Sebarkan artikel ini
Foto Ilustrasi.

SUMENEP, KLIKTIMES.ID – Panglima TNI dijadwalkan hadir dalam agenda penutupan Karya Bakti TNI AD Wilayah Madura di GOR A Yani, Sumenep, pada 7 Oktober 2026. Menjelang agenda tersebut, muncul wacana aksi mahasiswa yang disebut-sebut akan menyampaikan aspirasi hingga menolak kedatangan Panglima TNI.

Wacana aksi itu menjadi perhatian setelah beredar informasi mengenai rencana sejumlah aktivis mahasiswa untuk melakukan penyambutan sekaligus menyampaikan aspirasi terkait sejumlah program yang dinilai bersinggungan dengan tanggung jawab institusi TNI.

Selain Panglima TNI, agenda penutupan Karya Bakti TNI AD tersebut juga dikabarkan akan dihadiri Pangdam V/Brawijaya serta sejumlah pejabat lainnya.

Namun, aktivis Sumenep Fainani menilai wacana aksi tersebut belum tentu terealisasi. Ia bahkan menyebut aksi yang dikabarkan akan digelar berpotensi batal.

Menurut Fainani, informasi mengenai aksi menjelang kedatangan pejabat pusat bukan hal yang sepenuhnya baru. Momentum kehadiran pejabat nasional, kata dia, terkadang dimanfaatkan kelompok aktivis untuk menyampaikan aspirasi sekaligus memperkenalkan eksistensi organisasi kepada publik.

“Ini bukan hal baru. Momen seperti ini sering digunakan, salah satunya untuk menaikkan grade nama aktivis atau institusinya ke publik,” ujar Fainani, Senin (5/10/2026).

Ia mengatakan informasi sementara yang diterimanya menyebut aksi penyambutan maupun penolakan terhadap kedatangan Panglima TNI di Sumenep tidak akan terlaksana.

Meski demikian, Fainani meminta informasi tersebut tidak langsung dianggap sebagai kepastian. Menurutnya, status rencana aksi tetap perlu dikonfirmasi kepada pihak terkait, termasuk kepolisian dan kelompok mahasiswa yang disebut akan menggelar aksi.

Fainani juga menyinggung minimnya aksi mahasiswa di Sumenep yang secara langsung berkaitan dengan kedatangan pejabat atau petinggi negara. Salah satu momentum yang disebutnya pernah terjadi adalah kedatangan Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono ke Sumenep pada 2013.

“Tidak ada sejarahnya aksi mahasiswa di Sumenep berkaitan dengan kedatangan petinggi atau pejabat pusat yang hendak ke Sumenep kemudian digelar, selain aksi mahasiswa tahun 2013 saat kedatangan Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono,” jelasnya.

Meski memprediksi aksi berpotensi batal, Fainani menyatakan akan memberikan apresiasi apabila rencana tersebut benar-benar diwujudkan.

“Apalagi yang akan datang ke Sumenep adalah petinggi negara yang bertugas menjaga ketahanan negara. Jika aksi tersebut jadi digelar, maka saya atas nama aktivis sangat mengapresiasi keberanian aktivis tersebut,” katanya.

Di sisi lain, Fainani menduga wacana aksi tersebut juga dapat menjadi momentum bagi organisasi mahasiswa untuk membangun eksistensi di ruang publik.

“Saya menilai ini hanya bagian dari awal guna menegaskan nama supaya grade nama dan institusinya naik level, itu pun kalau aksi tersebut jadi. Tapi saya yakin 90 persen aksi tersebut berpotensi gagal,” tegasnya.

Fainani mengaku mendapat informasi sementara bahwa rencana aksi tersebut telah dibatalkan. Namun, ia kembali menegaskan bahwa informasi itu masih perlu dikonfirmasi.

“Info sementara yang saya terima, aksi tersebut sudah batal. Untuk memastikan itu, coba konfirmasi ke Polresta, apakah aksi itu masih akan tetap berlanjut?” ujarnya.

Hingga berita ini diterbitkan, kepastian mengenai rencana aksi tersebut masih dalam penelusuran dan konfirmasi kepada pihak kepolisian maupun kelompok mahasiswa yang disebut akan menggelar aksi.

Sementara itu, agenda penutupan Karya Bakti TNI AD Wilayah Madura dijadwalkan berlangsung di GOR A Yani, Sumenep, pada 7 Oktober 2026 malam.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *