SUMENEP, KLIKTIMES.ID – Penjabat (Pj) Kepala Desa Pananggungan, Kecamatan Guluk-Guluk, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, Muhammad Ra’is, mendorong kemajuan desa melalui pengembangan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan pelaksanaan program sosial yang melibatkan masyarakat.
Upaya tersebut dilakukan untuk mengoptimalkan potensi ekonomi desa, meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan, serta memastikan pelaksanaan program sesuai dengan regulasi yang berlaku.
Ra’is mengatakan, pemerintah desa berupaya menjalankan setiap kegiatan berdasarkan ketentuan dan penganggaran yang berlaku. Menurutnya, kepatuhan terhadap regulasi penting agar program memiliki dasar yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan.
“Dalam menjalankan pemerintahan desa, kami berupaya melaksanakan setiap kegiatan sesuai regulasi dan ketentuan anggaran yang berlaku. Hal ini penting agar program memiliki dasar yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan,” kata Ra’is saat dikonfirmasi Kliktimes, Minggu (11/10/2026).
Ia menegaskan, pelaksanaan program desa tidak cukup hanya berorientasi pada kegiatan, tetapi juga harus memperhatikan manfaat yang dapat dirasakan masyarakat.
“Kami ingin setiap kegiatan benar-benar memberikan manfaat. Prinsipnya, program harus berjalan sesuai aturan, tepat sasaran, dan memperhatikan kebutuhan masyarakat,” ujarnya.
Salah satu upaya yang dilakukan Pemdes Pananggungan ialah mengembangkan kegiatan usaha BUMDes. Ra’is menjelaskan, usaha yang sebelumnya berfokus pada sektor perkebunan kini dikembangkan menjadi dua kegiatan usaha.
“Awalnya kegiatan BUMDes hanya satu, yakni perkebunan. Sekarang kami mengembangkannya menjadi dua kegiatan usaha agar potensi desa bisa dimanfaatkan secara lebih optimal,” ungkapnya.
Menurut Ra’is, pengembangan BUMDes diharapkan dapat memperkuat perekonomian desa sekaligus membuka peluang pemanfaatan potensi lokal. Namun, upaya tersebut perlu diimbangi dengan pengelolaan yang terencana dan evaluasi berkala agar usaha yang dijalankan dapat memberikan hasil yang jelas.
“Kami berharap BUMDes dapat berkembang dan memberikan manfaat bagi desa. Pengelolaannya harus diperhatikan agar usaha yang dijalankan tidak sekadar berjalan, tetapi juga memberikan hasil,” tuturnya.
Selain mengembangkan sektor ekonomi, Ra’is mengatakan Pemdes Pananggungan juga melaksanakan Program Padat Karya Tunai Desa (PKTD) melalui kegiatan sosial berupa kerja bakti membersihkan sejumlah area di lingkungan desa.
Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga kebersihan sekaligus mendorong partisipasi masyarakat dalam pembangunan desa.
“Kami sudah melaksanakan kegiatan sosial berupa bersih-bersih di berbagai area desa. Kebersihan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama,” katanya.
Ia berharap kegiatan tersebut dapat memperkuat budaya gotong royong dan meningkatkan kepedulian warga terhadap lingkungan sekitar.
Di sisi lain, Pemdes Pananggungan juga mengupayakan penerangan di sebagian ruas jalan desa. Langkah ini diharapkan dapat menunjang kenyamanan warga saat beraktivitas, terutama pada malam hari.
“Kami juga mengupayakan penerangan di sebagian jalan desa. Harapannya, masyarakat bisa beraktivitas dengan lebih nyaman dan keamanan lingkungan semakin baik,” ujarnya.
Ra’is menilai pengembangan ekonomi desa dan pelaksanaan kegiatan sosial perlu berjalan beriringan dengan tata kelola pemerintahan yang baik. Karena itu, dukungan masyarakat menjadi salah satu faktor penting dalam keberhasilan program desa.
“Pemerintah desa tidak bisa berjalan sendiri. Kami membutuhkan dukungan dan partisipasi masyarakat agar program yang direncanakan dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat,” pungkasnya.
















