BeritaBisnisNasional

Kemnaker Gandeng TikTok, Siapkan 100 Ribu Talenta Digital Lewat Program BISA

1550
×

Kemnaker Gandeng TikTok, Siapkan 100 Ribu Talenta Digital Lewat Program BISA

Sebarkan artikel ini
Menteri Ketenagakerjaan Yassierli bersama perwakilan TikTok Indonesia meluncurkan program BISA untuk penguatan talenta digital melalui pelatihan upskilling dan reskilling tenaga kerja di Jakarta. Foto/Net.

JAKARTA | KLIKTIMES.ID – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) resmi bekerja sama dengan TikTok Indonesia untuk memperkuat pengembangan talenta ekonomi digital melalui program Belajar dan Implementasi Skill Adaptif Bareng TikTok (BISA).

Kolaborasi ini ditandai dengan penandatanganan kesepahaman bersama yang fokus pada upskilling dan reskilling tenaga kerja agar lebih siap menghadapi perubahan pola kerja di era digital.

Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, mengatakan langkah ini menjadi bagian dari strategi pemerintah merespons pesatnya pertumbuhan ekonomi digital Indonesia.

“Ekonomi digital kita berkembang sangat cepat dan menjadi salah satu pilar penting pertumbuhan nasional,” kata Yassierli dalam peluncuran program di Jakarta, Rabu (15/4/2026).

Berdasarkan laporan e-Conomy SEA, nilai ekonomi digital Indonesia diproyeksikan menembus hampir USD 100 miliar atau sekitar Rp1.656 triliun pada 2025. Angka ini menempatkan Indonesia sebagai pasar digital terbesar di Asia Tenggara, dengan e-commerce sebagai sektor utama.

Peluang Baru, Tantangan Keterampilan

Menurut Yassierli, perkembangan tersebut tak hanya membuka pasar baru, tetapi juga mengubah cara masyarakat bekerja. Ruang digital kini menjadi ekosistem baru penciptaan lapangan kerja.

Mulai dari reseller, dropshipper, kreator konten, live streamer, hingga affiliate marketer kini menjadi pilihan profesi baru yang semakin diminati.

Namun di sisi lain, ia menilai masih banyak masyarakat yang belum memiliki keterampilan digital yang memadai, seperti strategi konten, teknik penjualan, hingga analisis pasar.

“Program ini hadir untuk meningkatkan kompetensi tenaga kerja sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat,” ujarnya.

1.400 Peserta, Target 100 Ribu Alumni

Sebagai tahap awal, program BISA Bareng TikTok diikuti 1.400 peserta, terdiri dari:

400 peserta offline

1.000 peserta online

Peserta berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari instruktur pelatihan, tim humas Kemnaker, hingga masyarakat umum seperti pelaku UMKM, calon kreator, dan pencari kerja.

Materi pelatihan meliputi:

TikTok Live Streaming Host

Content Commerce Talent Development

Program ini juga mencakup skema training of trainers (ToT), di mana instruktur yang telah dilatih akan kembali melatih masyarakat di berbagai balai pelatihan kerja.

Kemnaker menargetkan program ini mampu mencetak hingga 100 ribu alumni dalam satu tahun.

Fokus Praktik, Bukan Sekadar Teori

Yassierli menegaskan, pelatihan dirancang berbasis praktik (hands-on) dengan metode learning by doing. Peserta tidak hanya belajar teori, tetapi langsung mempraktikkan pembuatan konten, strategi promosi, hingga teknik penjualan digital.

“Harapannya, peserta bisa langsung memanfaatkan keterampilan ini untuk membuka peluang penghasilan,” katanya.

TikTok: Perluas Akses Keterampilan Digital

Senada, Head of Public Policy & Government Relations TikTok Indonesia, Hilmi Adrianto, menyebut kolaborasi ini penting untuk memperluas akses pelatihan yang relevan.

Menurutnya, peluang ekonomi digital terbuka lebar, namun belum semua masyarakat memiliki keterampilan untuk memanfaatkannya.

“Melalui program ini, kami ingin menghadirkan pelatihan yang aplikatif, mulai dari kreator konten hingga pelaku usaha digital,” ujar Hilmi.

Dorong Ekosistem Digital Inklusif

Ke depan, pemerintah berharap sinergi antara negara, platform digital, dan masyarakat bisa memperkuat ekosistem ekonomi digital yang inklusif dan berdaya saing.

“Indonesia tidak hanya menjadi pasar, tapi juga punya talenta digital yang unggul dan kompetitif,” tutup Yassierli.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *