BeritaDaerahPendidikan

HMI Komisariat Insan Cita UIN Madura Pelajari Dunia Penyiaran Lewat Kunjungan ke Karimata Media

140
×

HMI Komisariat Insan Cita UIN Madura Pelajari Dunia Penyiaran Lewat Kunjungan ke Karimata Media

Sebarkan artikel ini
Pengurus dan kader HMI Komisariat Insan Cita UIN Madura berfoto bersama jajaran Karimata Media usai kegiatan kunjungan edukatif dan diskusi jurnalistik di Pamekasan. Foto/Kliktimes.

PAMEKASAN, KLIKTIMES.ID – HMI Komisariat Insan Cita UIN Madura melakukan kunjungan edukatif ke Karimata Media, Sabtu (23/5/2026), sebagai upaya memperluas wawasan kader di bidang jurnalistik dan penyiaran.

Kegiatan tersebut diikuti sejumlah kader dan pengurus komisariat. Dalam kunjungan itu, peserta diperkenalkan secara langsung pada proses kerja media, mulai dari peliputan, penulisan berita, editing, hingga penyampaian informasi kepada publik.

Ketua Umum HMI Komisariat Insan Cita UIN Madura, Ahmad Reyadi, mengatakan kegiatan tersebut menjadi bagian dari pengembangan kapasitas kader agar lebih memahami perkembangan media dan komunikasi publik di era digital.

“Mahasiswa, khususnya kader HMI, harus mampu memahami perkembangan media dan memiliki kemampuan jurnalistik agar dapat menyampaikan informasi yang edukatif dan bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Reyadi.

Dari pihak Karimata Media, Moh Syamsul Arifin menyambut positif kegiatan tersebut. Menurut dia, mahasiswa perlu memahami proses kerja media agar mampu memilah informasi secara kritis di tengah derasnya arus informasi digital saat ini.

“Dunia media hari ini berkembang sangat cepat. Karena itu, mahasiswa perlu memahami bagaimana proses informasi diproduksi agar tidak mudah terjebak pada informasi yang belum terverifikasi,” kata Syamsul.

Syamsul menjelaskan, Karimata Media tidak hanya bergerak di bidang pemberitaan, tetapi juga memiliki peran dalam penyiaran radio dan penyebaran informasi publik di Madura. Menurut dia, media penyiaran memiliki tanggung jawab besar dalam menghadirkan informasi yang cepat, akurat, dan dapat dipercaya masyarakat.

“Media bukan hanya menyampaikan informasi, tetapi juga memiliki tanggung jawab menjaga akurasi dan kepercayaan publik. Karena itu, independensi dan etika jurnalistik harus tetap dijaga,” ujarnya.

Sementara itu, Sukriyanto yang turut mengisi materi penyiaran dan jurnalistik dalam kegiatan tersebut mengajak para kader memahami pentingnya tanggung jawab moral dalam dunia pers. Menurut dia, informasi yang disampaikan kepada publik harus benar-benar terverifikasi agar tidak menimbulkan disinformasi di tengah masyarakat.

“Jurnalisme bukan sekadar menulis berita, tetapi juga soal tanggung jawab moral kepada publik. Informasi yang disampaikan harus benar-benar terverifikasi agar tidak menimbulkan disinformasi di tengah masyarakat,” ujar Sukriyanto.

Selain melihat langsung aktivitas redaksi, para kader juga mengikuti sesi diskusi mengenai etika jurnalistik, validasi informasi, hingga tantangan media di era digital.

Kegiatan itu diharapkan mampu menumbuhkan minat kader terhadap dunia jurnalistik dan penyiaran sekaligus meningkatkan kesadaran mengenai pentingnya media sebagai sarana edukasi dan kontrol sosial.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *