BeritaDaerah

Dua Kali Tembus KEN, Festival Tong-Tong Dongkrak Pamor Wisata Budaya Sumenep

1019
×

Dua Kali Tembus KEN, Festival Tong-Tong Dongkrak Pamor Wisata Budaya Sumenep

Sebarkan artikel ini
Festival Musik Tong-Tong se-Madura kembali masuk KEN 2026, memperkuat pamor Sumenep sebagai destinasi wisata budaya nasional. Foto/Ist.

SUMENEP, KLIKTIMES.ID – Festival Musik Tong-Tong se-Madura kembali masuk dalam kalender Karisma Event Nusantara (KEN) Kementerian Pariwisata RI pada 2026.

Terpilih untuk kedua kalinya, festival budaya ini menjadi salah satu modal Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, untuk memperkuat promosi wisata berbasis budaya di tingkat nasional.

Festival Musik Tong-Tong 2026 resmi dibuka pada Sabtu malam (17/10/2026). Selain menjadi ajang pelestarian seni tradisional Madura, kegiatan ini diharapkan mampu menarik wisatawan, menggerakkan ekonomi kreatif, dan membuka peluang usaha bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo mengatakan, kembali terpilihnya Festival Musik Tong-Tong dalam kalender KEN merupakan bentuk apresiasi terhadap komitmen pemerintah daerah dan masyarakat dalam menjaga kesenian tradisional.

Ia menyampaikan terima kasih kepada para seniman, pelaku budaya, serta Kementerian Pariwisata RI atas dukungan terhadap pengembangan potensi budaya Sumenep.

“Kami sangat mengapresiasi seluruh pihak, khususnya para seniman dan pelaku budaya di Sumenep yang terus berkomitmen melestarikan kesenian daerah. Terima kasih juga kepada Kementerian Pariwisata RI atas kepercayaan yang diberikan kepada Kabupaten Sumenep,” ujar Achmad Fauzi.

Bupati yang akrab disapa Cak Fauzi itu berharap Festival Musik Tong-Tong kembali masuk dalam kalender KEN pada 2027.

Menurut dia, keberlanjutan festival diperlukan untuk memperluas promosi kebudayaan sekaligus memperkuat posisi Sumenep sebagai destinasi wisata budaya.

Ia menegaskan, musik tong-tong bukan sekadar hiburan, melainkan bagian dari identitas masyarakat Madura yang perlu dijaga dan dikembangkan. Karena itu, pelestarian kesenian tradisional perlu diiringi dengan pengembangan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat.

“Mari kita bersama-sama menyaksikan dan menyukseskan Festival Musik Tong-Tong ini. Semoga kegiatan ini terus berkembang, menjadi kebanggaan masyarakat Madura, sekaligus membawa manfaat bagi kemajuan pariwisata dan perekonomian daerah,” katanya.

Sementara itu, Kepala Bidang Promosi Kementerian Pariwisata RI Eni Komiarti mengapresiasi konsistensi Pemerintah Kabupaten Sumenep, khususnya Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar), dalam mengembangkan pariwisata melalui kegiatan berbasis budaya.

Menurut Eni, Festival Musik Tong-Tong memberikan ruang bagi para seniman untuk menampilkan kreativitas sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia kepada masyarakat luas.

“Atas nama Kementerian Pariwisata, kami merasa bangga dan memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Sumenep, khususnya Disbudporapar, yang terus berupaya mengembangkan potensi pariwisata melalui kegiatan berbasis budaya,” ujarnya.

Eni menjelaskan, Karisma Event Nusantara merupakan program unggulan Kementerian Pariwisata untuk mendukung penyelenggaraan berbagai kegiatan daerah yang memiliki daya tarik wisata, kekuatan budaya, dan potensi ekonomi bagi masyarakat.

Melalui program tersebut, pemerintah mendorong keterlibatan seniman, pelaku UMKM, komunitas kreatif, dan pemangku kepentingan pariwisata. Keterlibatan berbagai pihak itu diharapkan dapat memperluas manfaat penyelenggaraan festival, baik dalam pelestarian budaya maupun pengembangan ekonomi masyarakat.

“Festival seperti ini diharapkan tidak hanya memperkuat pelestarian budaya, tetapi juga mendorong keterlibatan UMKM dan mewujudkan pariwisata yang berkelanjutan,” kata Eni.

Ia menambahkan, pengembangan kegiatan berbasis budaya menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan daya saing destinasi wisata Indonesia di tengah persaingan global.

Lebih lanjut, Eni juga menyampaikan harapan agar Festival Musik Tong-Tong Sumenep berkontribusi terhadap promosi pariwisata nasional dan mendukung target kunjungan 17,6 juta wisatawan mancanegara.

Pembukaan festival tersebut dihadiri sejumlah tokoh nasional dan daerah, di antaranya anggota DPD RI Komite I Bidang Hukum dan Pertahanan Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III, Raja Istana Jimbrana dari Bali, Sekretaris Jenderal Majelis Adat Kerajaan Nusantara (MAKN), serta sesepuh Keraton Sumenep.

Hadir pula kepala dinas kebudayaan dan pariwisata se-Jawa Timur, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sumenep, anggota DPRD Sumenep, dan takmir Masjid Jamik Sumenep.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *