BeritaDaerah

BBM Langka Picu Harga Eceran Meroket, Aktivis Desak Pemkab Sumenep Tertibkan Mafia BBM

591
×

BBM Langka Picu Harga Eceran Meroket, Aktivis Desak Pemkab Sumenep Tertibkan Mafia BBM

Sebarkan artikel ini
Aktivis Sumenep, Sudirman. Foto/Ist.

SUMENEP, KLIKTIMES.ID – Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah SPBU di Kabupaten Sumenep mulai berdampak pada harga jual BBM di tingkat pengecer. Di beberapa wilayah, bensin eceran dilaporkan dijual hingga Rp15.000 per liter atau sekitar 50 persen lebih tinggi dibanding harga normal.

Menanggapi kondisi tersebut, Aktivis Sumenep, Sudirman, mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep bersama instansi terkait segera mengambil langkah konkret untuk mengatasi kelangkaan sekaligus mengawasi distribusi BBM di lapangan.

Menurut Sudirman, pemerintah harus memastikan pasokan BBM tetap tersedia dan tidak terjadi penyimpangan dalam proses distribusi yang berpotensi merugikan masyarakat.

“Hal ini seharusnya menjadi perhatian khusus Pemkab Sumenep. Jangan sampai ada SPBU yang bermain dengan mafia BBM, dan jangan sampai ada pengecer yang mengambil kesempatan dengan mempermainkan harga di tengah kondisi seperti sekarang,” ujar Sudirman.

Ia menilai, kelangkaan BBM tidak hanya menghambat aktivitas masyarakat, tetapi juga memicu lonjakan harga di tingkat pengecer yang semakin membebani warga.

Karena itu, Sudirman meminta aparat terkait memperketat pengawasan terhadap SPBU, termasuk apabila ditemukan praktik pengisian BBM menggunakan jeriken yang tidak sesuai dengan ketentuan.

“Saya berharap Pemkab Sumenep bersama aparat terkait menindak tegas jika ada SPBU yang bermain dengan mafia BBM atau melayani pengisian jeriken tanpa izin. Jangan sampai distribusi BBM disalahgunakan oleh oknum yang hanya ingin mencari keuntungan,” katanya.

Selain pengawasan terhadap SPBU, Sudirman juga meminta pemerintah menertibkan pengecer yang memanfaatkan kelangkaan BBM dengan menaikkan harga secara berlebihan.

“Di saat masyarakat kesulitan mendapatkan BBM, justru ada pengecer yang menaikkan harga hingga sekitar 50 persen. Kondisi seperti ini tentu sangat memberatkan masyarakat. Pemerintah harus hadir agar tidak ada pihak yang mengambil keuntungan di atas penderitaan warga,” tegasnya.

Ia berharap Pemkab Sumenep bersama aparat penegak hukum segera mengambil langkah nyata untuk menormalkan distribusi BBM, mengawasi penyalurannya, serta memastikan harga di tingkat pengecer tetap wajar sehingga masyarakat tidak terus dirugikan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *