SUMENEP | KLIKTIMES.ID – Dugaan beredarnya foto tidak senonoh yang menyeret oknum Kepala Desa Lapa Taman, Kecamatan Dungkek, Kabupaten Sumenep, terus menjadi sorotan publik.
Polemik ini dinilai tak sekadar menyangkut persoalan pribadi, melainkan berpotensi menggerus kepercayaan masyarakat terhadap institusi pemerintahan desa.
Aktivis Sumenep, Muhsi Ramadhani, mendesak kepala desa yang bersangkutan segera mundur dari jabatannya. Ia menilai langkah tersebut sebagai bentuk tanggung jawab moral di tengah isu yang terus bergulir.
“Jabatan publik itu tidak hanya soal kewenangan, tapi juga soal keteladanan. Ketika muncul dugaan seperti ini, mundur adalah sikap paling elegan untuk menjaga marwah institusi,” kata Muhsi kepada Kliktimes, Selasa (14/4/2026).
Muhsi menegaskan, dugaan foto asusila tidak bisa diposisikan sebagai ranah privat semata. Menurutnya, kepala desa merupakan figur publik yang melekat dengan standar etika lebih tinggi dibanding masyarakat umum.
“Ini bukan sekadar urusan personal. Ada tanggung jawab moral di sana. Kalau dibiarkan, ini bisa merusak kepercayaan publik terhadap pemerintah desa secara luas,” ujarnya.
Ia juga menyoroti peran Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) yang dinilai tidak boleh bersikap pasif. Muhsi mendesak adanya langkah cepat berupa penelusuran dan klarifikasi agar polemik tidak semakin liar di tengah masyarakat.
“DPMD harus hadir. Jangan sampai publik melihat ada pembiaran. Justru di sini diuji, apakah pemerintah serius menjaga integritas aparatur desa atau tidak,” tegasnya.
Lebih jauh, Muhsi meminta agar proses penanganan dilakukan secara transparan dan akuntabel. Ia menekankan, jika dugaan tersebut terbukti, maka sanksi tegas berupa pemberhentian harus segera dijatuhkan tanpa kompromi.
“Kalau terbukti, ya harus diberhentikan. Tidak boleh ada standar ganda. Ini momentum menegakkan etika pejabat publik, sekaligus mengembalikan kepercayaan masyarakat,” pungkasnya.
Sementara itu, hingga berita ini diterbitkan, Kepala Desa Lapa Taman belum memberikan pernyataan resmi terkait dugaan tersebut. Pewarta juga belum berhasil mengonfirmasi Camat Dungkek karena terkendala akses komunikasi.












