Berita

APMP Jatim Desak Penghentian MBG, Sebut 994 Korban Keracunan Cukup Jadi Dasar Evaluasi Total

246
×

APMP Jatim Desak Penghentian MBG, Sebut 994 Korban Keracunan Cukup Jadi Dasar Evaluasi Total

Sebarkan artikel ini

SURABAYA, KLIKTIMES.ID – Aliansi Pemuda dan Mahasiswa Peduli Jawa Timur (APMP Jatim) mendesak pemerintah menghentikan sementara Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Jawa Timur menyusul kembali munculnya dugaan kasus keracunan yang menimpa 29 siswa di Kabupaten Jember.

APMP Jatim mengklaim, dengan adanya kasus terbaru tersebut, total dugaan korban keracunan yang berkaitan dengan pelaksanaan MBG di Jawa Timur telah mencapai 994 siswa sejak program itu mulai dijalankan.

Kabid Analisis Politik dan Kebijakan Publik APMP Jatim, Mahmudi, menilai akumulasi jumlah korban tersebut menunjukkan persoalan dalam pelaksanaan MBG tidak lagi dapat dipandang sebagai insiden teknis semata, melainkan membutuhkan evaluasi menyeluruh.

“APMP Jawa Timur dengan tegas menyatakan bahwa total 994 korban keracunan dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Jawa Timur sejak program ini dimulai hingga saat ini sudah cukup menjadi alasan untuk merekomendasikan penghentian MBG. Kami berharap DPRD Jawa Timur tidak menutup mata terhadap persoalan ini dan segera mengambil langkah politik yang berpihak pada keselamatan anak,” ujar Mahmudi, Jumat (17/7/2026).

Menurut Mahmudi, tujuan mulia program pemenuhan gizi bagi pelajar tidak boleh mengesampingkan aspek keamanan pangan. Ia menegaskan keselamatan peserta didik harus menjadi prioritas utama dalam setiap kebijakan publik yang menyasar anak-anak.

“Jangan sampai program yang bertujuan meningkatkan gizi justru terus menambah daftar korban keracunan. Negara memiliki kewajiban melindungi hak anak atas kesehatan dan keamanan. Karena itu, evaluasi menyeluruh terhadap program ini menjadi kebutuhan yang mendesak,” katanya.

APMP Jatim juga meminta DPRD Jawa Timur memaksimalkan fungsi pengawasannya dengan mengkaji secara serius rentetan dugaan kasus keracunan yang terjadi selama pelaksanaan MBG.

Menurut organisasi tersebut, akumulasi korban yang mendekati seribu siswa tidak boleh diabaikan dan harus menjadi perhatian para pengambil kebijakan.

Selain mendesak penghentian sementara program, APMP Jatim mengusulkan agar anggaran MBG dialihkan ke program lain yang dinilai lebih aman, efektif, dan memberikan manfaat langsung kepada masyarakat tanpa menimbulkan risiko kesehatan bagi peserta didik.

Sebelumnya, puluhan siswa di Kabupaten Jember dilaporkan mengalami gejala keracunan setelah mengonsumsi makanan dari Program Makan Bergizi Gratis. Peristiwa tersebut menambah daftar dugaan insiden serupa yang terjadi di sejumlah daerah di Jawa Timur sejak program tersebut dilaksanakan.

APMP Jatim menegaskan akan terus mengawal perkembangan persoalan tersebut serta mendorong DPRD Jawa Timur dan pemerintah melakukan langkah konkret untuk memastikan setiap program publik yang menyasar anak-anak mengutamakan aspek keamanan dan keselamatan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *