SURABAYA, KLIKTIMES.ID – Pengurus Wilayah (PW) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Jawa Timur mengapresiasi keberhasilan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai bersama Badan Narkotika Nasional (BNN) RI mengungkap penyelundupan 3.371,4 kilogram atau sekitar 3,37 ton ganja jaringan internasional asal Thailand.
Ketua PW GP Ansor Jawa Timur, Musaffa Safril, menyebut pengungkapan tersebut sebagai bukti nyata komitmen aparat dalam melindungi masyarakat, khususnya generasi muda, dari ancaman peredaran narkotika.
“Keberhasilan ini merupakan bentuk nyata penyelamatan jutaan anak bangsa dari ancaman narkotika. Kami memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Bea Cukai dan BNN RI atas kerja yang profesional, sinergis, dan tanpa kompromi dalam membongkar jaringan internasional ini,” kata Musaffa, Jumat (3/7/2026).
Diketahui, pengungkapan itu merupakan hasil operasi gabungan Bea Cukai dan BNN RI yang membongkar modus penyamaran (false concealment). Narkotika disembunyikan di dalam koper serta gulungan matras lateks sebelum masuk melalui Pelabuhan Internasional Tanjung Priok.
Pengembangan operasi kemudian dilakukan hingga Gresik, Jawa Timur, dan Purwakarta, Jawa Barat. Dari operasi tersebut, petugas berhasil mengamankan barang bukti sekitar 3,37 ton ganja yang diperkirakan dapat menyelamatkan lebih dari 10 juta jiwa dari ancaman penyalahgunaan narkotika.
Musaffa menegaskan, perang terhadap narkoba tidak boleh berhenti pada penangkapan pelaku di lapangan. Menurutnya, aparat juga harus membongkar hingga ke aktor intelektual yang mengendalikan jaringan peredaran narkotika.
“Siapa pun yang menjadikan generasi muda sebagai sasaran bisnis haram narkotika adalah musuh bangsa. Karena itu, kami mendukung penuh langkah aparat untuk memburu dan memutus seluruh mata rantai jaringan narkotika, mulai dari pelaku lapangan hingga aktor intelektual di baliknya,” tegasnya.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya kader Ansor dan Banser, untuk turut memperkuat ketahanan sosial melalui edukasi dan peningkatan kesadaran akan bahaya narkoba.
“Menjaga generasi dari narkotika adalah ikhtiar menjaga masa depan Indonesia. Tidak boleh ada ruang sedikit pun bagi bandar narkoba di negeri ini. Melindungi generasi bangsa adalah harga mati,” pungkasnya.
















