Bappeda
DKPP
RSUD
TANI
BeritaDaerahEkonomi

Dukung Layer Baru CHT, Achsanul Qosasi Minta Pemerintah Segera Wujudkan KEK Tembakau Madura

7639
×

Dukung Layer Baru CHT, Achsanul Qosasi Minta Pemerintah Segera Wujudkan KEK Tembakau Madura

Sebarkan artikel ini
Tokoh Madura Achsanul Qosasi. Foto/Instagram AQ.

SUMENEP, KLIKTIMES.ID – Tokoh Madura sekaligus Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga (Unair), Prof. Dr. Achsanul Qosasi, mendukung rencana pemerintah menambah layer baru tarif Cukai Hasil Tembakau (CHT).

Menurut Achsanul, kebijakan yang diwacanakan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa itu dapat menjadi solusi bagi pelaku usaha hasil tembakau skala kecil dan menengah agar lebih mudah masuk ke sistem industri yang legal dan tertata.

Meski demikian, ia menilai persoalan tembakau di Madura tidak cukup diselesaikan hanya melalui kebijakan tarif cukai. Pemerintah dinilai perlu mengambil langkah yang lebih besar melalui percepatan pembentukan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tembakau Madura.

“Layer baru CHT adalah langkah baik. Tetapi bagi Madura, jalan keluar dari kemiskinan membutuhkan kebijakan yang lebih besar, yakni KEK Tembakau,” ujar Achsanul dalam unggahan di akun Instagram pribadinya, Selasa (2/6/2026).

Achsanul mengatakan, selama ini banyak pelaku usaha hasil tembakau rakyat menghadapi berbagai hambatan untuk masuk ke sistem resmi. Karena itu, negara tidak cukup hadir melalui penindakan semata, tetapi juga harus memberikan pembinaan dan akses pengembangan usaha.

Menurutnya, penambahan layer baru CHT dapat menjadi pintu masuk bagi pelaku usaha kecil untuk berkembang secara legal sekaligus meningkatkan kontribusi terhadap penerimaan negara.

Namun, kata dia, persoalan tembakau Madura jauh lebih kompleks. Mulai dari tata niaga yang belum berpihak kepada petani, lemahnya posisi tawar petani tembakau, industri rakyat yang sulit berkembang, hingga nilai tambah ekonomi yang belum sepenuhnya dinikmati masyarakat.

Atas dasar itu, Achsanul mendorong pemerintah pusat agar segera merealisasikan KEK Tembakau Madura.

“Layer baru CHT bisa menjadi pintu masuk. Tetapi Madura membutuhkan rumah besar untuk membenahi seluruh ekosistem tembakaunya,” tegasnya.

Ia menjelaskan, gagasan KEK Tembakau Madura bukan muncul tanpa dasar. Selama enam bulan, penyusunan naskah akademik dilakukan dengan melibatkan lima perguruan tinggi di Surabaya dan Madura melalui FGD, seminar, survei lapangan, pemetaan wilayah, hingga kajian ekonomi rakyat.

Dari hasil kajian tersebut, ditemukan kesimpulan bahwa sektor tembakau merupakan salah satu fondasi utama yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi Madura.

Menurut Achsanul, setiap daerah memiliki keunggulan sumber daya masing-masing. Jika Sumatera memiliki sawit, Kalimantan dikenal dengan batubara, Sulawesi dengan nikel, dan Papua dengan emas, maka Madura memiliki tembakau dan garam sebagai sektor unggulan.

“Karena itu, KEK Tembakau Madura harus dipercepat. Ini bukan sekadar kawasan industri, tetapi jalan besar untuk menata ekonomi rakyat dari hulu sampai hilir,” katanya.

Achsanul menjelaskan, KEK Tembakau Madura dirancang untuk membangun ekosistem tembakau secara menyeluruh. Mulai dari penguatan petani, pengelolaan gudang, industri hasil tembakau rakyat, standardisasi mutu, kemudahan perizinan, akses pembiayaan, teknologi produksi, pemasaran, logistik, hingga pengawasan cukai.

Melalui konsep tersebut, pelaku usaha kecil tidak hanya dituntut patuh terhadap aturan, tetapi juga diberi kesempatan untuk tumbuh dan naik kelas. Sementara petani diharapkan memiliki posisi tawar yang lebih kuat dalam rantai ekonomi tembakau.

Achsanul juga mengungkapkan bahwa dukungan terhadap KEK Tembakau Madura telah datang dari empat pemerintah kabupaten di Pulau Madura.

Menurutnya, dukungan tersebut menunjukkan bahwa gagasan KEK Tembakau bukan lagi sekadar aspirasi individu, melainkan kebutuhan bersama untuk membangun ekonomi Madura yang lebih kuat dan berdaya saing.

“Madura ingin berbenah. Madura ingin masuk sistem. Madura ingin maju dengan cara yang benar,” ujarnya.

Ia berharap pemerintah menjadikan KEK Tembakau Madura sebagai instrumen strategis untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, mengurangi kemiskinan, sekaligus memperkuat penerimaan negara melalui tata kelola industri hasil tembakau yang lebih tertib dan berkeadilan.

“Layer baru CHT adalah langkah awal yang baik. Tetapi langkah besarnya adalah mempercepat KEK Tembakau Madura,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *