Bappeda
DKPP
RSUD
TANI
Berita

Keberadaan TPA di Kawasan Pelabuhan Anyar Kalianget Tuai Sorotan, Aroma Menyengat Ganggu Kenyamanan

406
×

Keberadaan TPA di Kawasan Pelabuhan Anyar Kalianget Tuai Sorotan, Aroma Menyengat Ganggu Kenyamanan

Sebarkan artikel ini
TPA di akses masuk kawasan Pelabuhan Anyar Kalianget, Sumenep, menjadi sorotan karena dinilai mengganggu kebersihan dan kenyamanan lingkungan. Foto/Zy.

SUMENEP, KLIKTIMES.ID – Keberadaan Tempat Pembuangan Sampah (TPA) di kawasan pintu masuk Kalianget, Kabupaten Sumenep, menjadi sorotan.

Pasalnya, lokasi tersebut berada di area yang direncanakan sebagai kawasan pelabuhan, salah satu titik strategis yang diharapkan menjadi gerbang transportasi laut dan aktivitas ekonomi daerah.

Pantauan Kliktimes di lapangan menunjukkan tumpukan sampah berada tidak jauh dari akses utama menuju kawasan pelabuhan. Selain mengganggu estetika, keberadaan TPA tersebut juga menimbulkan aroma menyengat yang tercium hingga ke ruas jalan.

Pada siang hari, terutama saat cuaca panas, bau yang berasal dari area pembuangan sampah itu terasa cukup kuat. Kondisi tersebut dinilai kontras dengan rencana pengembangan kawasan pelabuhan yang diproyeksikan menjadi salah satu pusat konektivitas laut di wilayah kepulauan Sumenep.

Sebagai kawasan yang dipersiapkan menjadi pintu gerbang maritim, Kalianget sejatinya membutuhkan penataan lingkungan yang baik. Namun, keberadaan TPA di area pintu masuk justru menghadirkan pemandangan yang kurang mendukung citra kawasan strategis tersebut.

Dari hasil pengamatan di lokasi, aktivitas pembuangan sampah masih berlangsung. Tumpukan sampah terlihat menempati area yang berada di jalur akses menuju kawasan pelabuhan.

Situasi itu membuat persoalan kebersihan dan kenyamanan kawasan menjadi perhatian, mengingat lokasi tersebut setiap hari dilalui masyarakat dan pengguna jalan.

Keberadaan TPA di titik strategis tersebut juga memunculkan pertanyaan mengenai sinkronisasi antara rencana pembangunan infrastruktur dan penataan lingkungan.

Sebab, pengembangan kawasan pelabuhan tidak hanya berkaitan dengan pembangunan fisik, tetapi juga menyangkut aspek kebersihan, kenyamanan, dan tata kelola kawasan secara menyeluruh.

Kalianget selama ini memiliki peran penting sebagai penghubung daratan Sumenep dengan sejumlah wilayah kepulauan. Karena itu, kondisi lingkungan di kawasan pintu masuk pelabuhan menjadi salah satu faktor yang ikut memengaruhi kesan terhadap daerah.

Kliktimes mencatat, hingga saat ini TPA tersebut masih berada di area pintu masuk kawasan yang direncanakan sebagai pelabuhan. Kondisi itu menjadi tantangan tersendiri bagi upaya penataan kawasan strategis yang diharapkan mampu mendukung pengembangan sektor maritim di Kabupaten Sumenep.

Di tengah berbagai rencana pembangunan yang terus digaungkan, persoalan kebersihan lingkungan di kawasan pintu masuk pelabuhan menjadi hal yang tidak bisa diabaikan.

Sebab, wajah pertama sebuah kawasan tidak hanya ditentukan oleh besarnya proyek yang direncanakan, tetapi juga oleh kondisi nyata yang terlihat dan dirasakan langsung oleh masyarakat.

Wafa yang melintas di kawasan Pelabuhan Anyar Kalianget menyoroti keberadaan TPA di pintu masuk kawasan tersebut.

Menurutnya, kondisi itu perlu mendapat perhatian karena tidak sejalan dengan upaya pengembangan pelabuhan sebagai kawasan strategis.

“Jika Pelabuhan Anyar Kalianget ingin menjadi kawasan yang representatif, kebersihan dan kenyamanan lingkungan harus menjadi prioritas. Jangan sampai masyarakat disambut tumpukan sampah dan bau tidak sedap saat memasuki kawasan pelabuhan,” ujarnya.

Lebih lanjut Wafa berharap pemerintah dan pihak terkait segera mencari solusi agar kebersihan lingkungan dan pembangunan kawasan pelabuhan berjalan seiring, sehingga citra Pelabuhan Anyar Kalianget sebagai gerbang maritim Sumenep tetap terjaga.

“Pembangunan infrastruktur dan kebersihan lingkungan harus berjalan beriringan agar kawasan pelabuhan terlihat lebih representatif.”pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sumenep, Moh. Anwar Syahroni, saat dikonfirmasi Kliktimes melalui pesan WhatsApp pada Selasa (2/6/2026) pukul 12.32 WIB, belum memberikan respons hingga berita ini diterbitkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *