SUMENEP, KLIKTIMES.ID – Pemerintah Kabupaten Sumenep mulai mematangkan arah pembangunan daerah untuk tahun 2026 dengan menetapkan enam prioritas utama sebagai fondasi kebijakan pembangunan.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sumenep, Arif Firmanto, menegaskan bahwa pembangunan tahun depan tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga pemerataan kesejahteraan masyarakat hingga wilayah kepulauan.
Menurut Arif, seluruh prioritas pembangunan yang disusun pemerintah daerah diarahkan untuk memperkuat daya saing daerah sekaligus menjawab kebutuhan masyarakat secara nyata.
“Prioritas ini menjadi komitmen bersama agar pembangunan di Sumenep berjalan terencana, berkelanjutan, dan berpihak kepada masyarakat,” ujar Arif Firmanto.
Ia menjelaskan, tema pembangunan Kabupaten Sumenep tahun 2026 mengusung konsep “Memantapkan Stabilisasi Kemandirian dan Daya Saing SDM, Ekonomi Daerah, serta Menguatkan Kesejahteraan Masyarakat yang Adil dan Merata.”
Arif mengatakan sektor ekonomi tetap menjadi fokus utama pemerintah daerah. Penguatan sektor unggulan seperti pertanian, perikanan, ketahanan pangan, pariwisata, dan perdagangan dinilai menjadi langkah strategis untuk menjaga pertumbuhan ekonomi daerah.
Selain itu, Pemkab Sumenep juga menyiapkan program padat karya untuk memperluas kesempatan kerja masyarakat. Menurut dia, penguatan ekonomi kerakyatan dan kewirausahaan generasi muda menjadi bagian penting dalam pembangunan jangka panjang daerah.
“Pembangunan ekonomi harus mampu menciptakan lapangan kerja dan mendorong masyarakat menjadi lebih produktif,” katanya.
Untuk mendukung hal tersebut, pemerintah daerah akan memperluas pelatihan berbasis kompetensi agar tenaga kerja di Sumenep memiliki kemampuan yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja dan perkembangan ekonomi saat ini.
Di bidang sumber daya manusia, Arif menyebut sektor pendidikan dan kesehatan tetap menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Pemerataan layanan hingga wilayah kepulauan menjadi target yang ingin dicapai pada tahun 2026.
Pada sektor pendidikan, Pemkab Sumenep akan memperkuat sarana belajar, meningkatkan kualitas tenaga pendidik, serta mendorong budaya literasi di tengah masyarakat.
Sementara di bidang kesehatan, pemerintah daerah berupaya memperkuat layanan medis hingga daerah terpencil, termasuk pemenuhan tenaga kesehatan dan dokter spesialis.
“Kami ingin pelayanan pendidikan dan kesehatan benar-benar bisa dirasakan masyarakat, baik di daratan maupun kepulauan,” ujarnya.
Arif juga menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur masih menjadi prioritas penting dalam kebijakan pembangunan tahun depan. Menurut dia, pembangunan infrastruktur bukan hanya soal pembangunan fisik, tetapi juga berkaitan dengan konektivitas ekonomi dan pelayanan dasar masyarakat.
Selain itu, pemerintah daerah juga memberi perhatian terhadap stabilitas keamanan dan sosial politik daerah. Koordinasi dengan Forkopimda, organisasi perangkat daerah, hingga lembaga masyarakat akan terus diperkuat.
Optimalisasi layanan darurat Si-Lapor 112 juga menjadi bagian dari upaya pemerintah meningkatkan pelayanan publik dan respons cepat terhadap kondisi darurat di masyarakat.
Di sisi lain, reformasi birokrasi dan penguatan tata kelola pemerintahan turut menjadi fokus Pemkab Sumenep pada tahun 2026. Pemerintah daerah menargetkan peningkatan kapasitas aparatur sipil negara serta pengawasan internal pemerintahan yang lebih efektif dan akuntabel.
Menurut Arif, enam prioritas pembangunan tersebut akan menjadi dasar arah kebijakan Kabupaten Sumenep sepanjang tahun depan.
“Targetnya bukan hanya pertumbuhan, tetapi bagaimana pembangunan itu bisa dirasakan secara adil dan merata oleh masyarakat,” katanya.












