SURABAYA, KLIKTIMES.ID – Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Heru Suseno, belum tercatat menyampaikan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) untuk periode 2025 di laman resmi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Berdasarkan penelusuran di situs e-LHKPN KPK per Minggu (24/5/2026), laporan terbaru yang tercantum atas nama Heru Suseno masih untuk periode pelaporan tahun 2024.
Dalam dokumen tersebut, Heru Suseno tercatat memiliki total kekayaan mencapai Rp7.907.956.914. Laporan itu disampaikan pada 14 Maret 2025 dan telah berstatus “verifikasi administratif lengkap”.
Dari seluruh aset yang dilaporkan, komponen terbesar justru berada pada pos kas dan setara kas yang mencapai Rp4.421.093.914 atau lebih dari Rp4,4 miliar.
Sementara itu, aset berupa tanah dan bangunan tercatat senilai Rp2.685.000.000. Mayoritas properti tersebut berada di Kabupaten Sidoarjo.
Beberapa aset properti yang dilaporkan antara lain:
Tanah dan bangunan seluas 105 m²/100 m² di Sidoarjo senilai Rp350 juta.
Tanah dan bangunan 170 m²/130 m² di Sidoarjo senilai Rp550 juta.
Tanah seluas 855 m² di Kota Batu senilai Rp185 juta.
Tanah 120 m² di Sidoarjo senilai Rp250 juta.
Tanah dan bangunan 90 m²/53 m² di Sidoarjo senilai Rp850 juta.
Tanah dan bangunan 120 m²/75 m² di Sidoarjo senilai Rp500 juta.
Selain properti, Heru Suseno juga melaporkan kepemilikan alat transportasi dan mesin dengan total nilai Rp770 juta.
Kendaraan yang tercatat dalam laporan tersebut meliputi
Honda Supra X tahun 2016 senilai Rp4,5 juta. Yamaha NMAX tahun 2019 senilai Rp15,5 juta.
Daihatsu Gran Max Pick Up tahun 2014 senilai Rp40 juta. Toyota Fortuner tahun 2022 senilai Rp495 juta, serta Toyota Raize tahun 2021 senilai Rp215 juta.
Tak hanya itu, terdapat pula harta bergerak lainnya senilai Rp60 juta.
Meski memiliki total aset mendekati Rp8 miliar, Heru Suseno juga tercatat memiliki utang sebesar Rp28.137.000.
Dengan demikian, total kekayaan bersih Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Jawa Timur tersebut berada di angka Rp7,9 miliar lebih.












