PAMEKASAN | KLIKTIMES.ID – Isu dugaan perselingkuhan di lingkungan Puskesmas Waru, Kecamatan Waru, Kabupaten Pamekasan, menjadi perhatian publik dalam beberapa hari terakhir.
Kabar tersebut menyebar luas dan menuai sorotan karena melibatkan aparatur negara yang bertugas di sektor layanan kesehatan, sehingga dinilai menyentuh aspek etika dan profesionalitas.
Informasi yang beredar menyebutkan, dugaan hubungan tidak wajar itu melibatkan dua pegawai puskesmas, masing-masing menempati posisi strategis di unit pelayanan. Keduanya diketahui masih memiliki pasangan sah. Isu ini pun memantik perbincangan di internal puskesmas hingga masyarakat sekitar.
Sejumlah sumber menyebutkan, kabar tersebut bukan hal baru. Dugaan kedekatan keduanya disebut sudah lama menjadi bahan pembicaraan di lingkungan kerja dan dinilai menimbulkan ketidaknyamanan di kalangan pegawai lain.
“Sudah banyak yang tahu,” ujar seorang narasumber yang enggan disebutkan identitasnya kepada pewarta Kliktimes, Rabu (24/12/2025).
Menurutnya, isu yang beredar bahkan telah menjadi rahasia umum. Namun, para pegawai memilih untuk tidak berkomentar secara terbuka.
“Kasusnya sudah santer, tapi pegawai takut bicara. Banyak yang merasa risih dengan sikap mereka,” katanya.
Belakangan diketahui, dua pegawai yang dimaksud merupakan aparatur sipil negara (ASN), masing-masing berinisial Y yang menjabat sebagai Kepala Unit Gawat Darurat (UGD) dan H yang bertugas sebagai bidan di Puskesmas Waru.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada pernyataan resmi atau klarifikasi dari pihak-pihak yang disebutkan. Pewarta Kliktimes masih berupaya mengonfirmasi kebenaran informasi tersebut kepada oknum terkait, pimpinan Puskesmas Waru, serta instansi berwenang.












