Berita

Warga Dusun Tabata Perbaiki Jalan Secara Swadaya, Pemdes Ketawang Laok Seolah Tutup Mata

1799
×

Warga Dusun Tabata Perbaiki Jalan Secara Swadaya, Pemdes Ketawang Laok Seolah Tutup Mata

Sebarkan artikel ini
Tokoh penggerak perbaikan jalan, Tammin, tampak menurunkan batu saat melakukan perbaikan jalan secara swadaya di Dusun Tabata, Desa Ketawang Laok. Foto/Fain.

SUMENEP | KLIKTIMES.ID – Perbaikan jalan secara swadaya yang dilakukan warga Dusun Tabata, Desa Ketawang Laok, Kecamatan Guluk-Guluk, Kabupaten Sumenep, hingga kini belum mendapat perhatian serius dari pemerintah desa setempat.

Tokoh penggerak perbaikan jalan, Tammin, mengatakan kondisi jalan di dusunnya sudah lama rusak dan nyaris tak tersentuh pembangunan dari Pemdes Ketawang Laok. Kondisi tersebut memaksa warga bergerak sendiri demi kelancaran aktivitas sehari-hari.

Menurut Tammin, sejak awal pengerjaan, pemerintah desa tidak menunjukkan inisiatif nyata untuk membantu atau mencari solusi alternatif. Kepala dusun bahkan hanya hadir saat pengerjaan awal tanpa tindak lanjut berarti.

“Kosong deri kalebun, apelah gun nyongo’ sakejjek pareppaen kalakoan awal,” kata Tammin, menuturkan kekecewaannya (Nihil dari Kades, Kadus hanya sekedar melihat sebentar saat pengerjaan awal), Minggu (21/12/2025).

Meski minim perhatian, semangat gotong royong warga Dusun Tabata tetap tinggi. Mereka berinisiatif memperbaiki jalan secara patungan dengan kemampuan seadanya demi kelancaran transportasi.

“Yang penting jalan bisa dilalui. Soal bantuan, kami tidak menunggu lagi,” ujar Tammin.

Kerusakan jalan yang berlangsung lama kerap menyulitkan warga, terutama saat musim hujan. Anak-anak sekolah hingga petani yang mengangkut hasil panen menjadi pihak yang paling terdampak.

“Jalan yang berlubang dan licin membuat aktivitas warga, mulai dari anak sekolah hingga petani yang mengangkut hasil panen, terganggu,” ujar Tammin.

Kondisi ini mendorong warga mengumpulkan dana sendiri dan bekerja sama menutup lubang serta meratakan permukaan jalan agar tetap bisa dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat.

“Kami akhirnya sepakat patungan demi menutup lubang dan meratakan permukaan jalan agar tetap bisa dilalui. Kalau menunggu bantuan, entah sampai kapan. Akhirnya kami sepakat patungan. Yang penting ada perubahan meski tidak sempurna,” kata Tammin di sela-sela pengerjaan jalan.

Meski telah berusaha sendiri, Tammin menyadari perbaikan secara swadaya hanya bersifat sementara. Ia menekankan pentingnya keterlibatan pemerintah desa agar perbaikan permanen bisa dilakukan dan warga tidak terus bergantung pada gotong royong mandiri.

“Kami berharap Pemdes bisa segera mengambil langkah konkret untuk perbaikan permanen, agar akses warga Dusun Tabata tidak lagi bergantung pada gotong royong semata,” ujarnya.

Hingga kini, proses perbaikan jalan di Dusun Tabata masih terus berjalan secara bertahap. Warga berharap pemerintah desa ke depan lebih peka terhadap kebutuhan infrastruktur dasar yang langsung menyentuh kepentingan masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *