Foto KlikTimes
BeritaDaerah

Diduga Serobot Antrean BBM di SPBU Ganding, Mobil Dinas Polsek Lenteng Dinilai Cemari Citra Polresta Sumenep

368
×

Diduga Serobot Antrean BBM di SPBU Ganding, Mobil Dinas Polsek Lenteng Dinilai Cemari Citra Polresta Sumenep

Sebarkan artikel ini
Mapolresta Sumenep, Jawa Timur. Foto/Net.

SUMENEP, KLIKTIMES.ID – Dugaan mobil dinas milik Kepolisian Sektor (Polsek) Lenteng mendahului antrean kendaraan saat mengisi bahan bakar minyak (BBM) di SPBU Ganding, Sumenep memunculkan pertanyaan mengenai kedisiplinan dan keteladanan aparat kepolisian.

Peristiwa tersebut terjadi di tengah antrean panjang kendaraan dan keluhan masyarakat terkait ketersediaan BBM di sejumlah wilayah Madura, khususnya Kabupaten Sumenep.

Saat warga harus bersabar menunggu giliran, kendaraan dinas yang seharusnya menjadi bagian dari pelayanan publik justru diduga mendapatkan perlakuan berbeda.

Kondisi tersebut dinilai ironis. Pasalnya, aparat penegak hukum (APH) semestinya menjadi teladan dalam mematuhi aturan dan menjaga ketertiban, termasuk dalam hal sederhana seperti mengantre BBM.

Asmuni menilai, dugaan tindakan anggota Polsek Lenteng tersebut tidak bisa dipandang sebatas persoalan pengisian BBM. Jika terbukti mendahului antrean tanpa alasan dan prosedur yang dapat dibenarkan, tindakan itu berpotensi menggerus kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian.

“Di tengah masyarakat yang harus tertib mengantre, aparat seharusnya menjadi contoh dalam mematuhi aturan. Jangan sampai muncul kesan bahwa ada pihak-pihak tertentu yang merasa memiliki keistimewaan,” ujarnya kepada Kliktimes, Minggu (1/11/2026).

Menurut Asmuni, persoalan tersebut juga berkaitan dengan marwah Polresta Sumenep. Sebab, perilaku anggota di lapangan dapat memengaruhi citra institusi dan kepercayaan masyarakat terhadap kepolisian secara keseluruhan.

“Jika dugaan itu benar terjadi, tentu sangat disayangkan. Perilaku semacam ini bukan hanya menyangkut persoalan etika individu, tetapi juga dapat berdampak terhadap citra institusi. Polresta Sumenep harus memastikan setiap anggotanya menjunjung tinggi disiplin, keteladanan, dan kesetaraan di hadapan masyarakat,” tegasnya.

Sementara itu, Kapolsek Lenteng, Iptu Widianto, membenarkan bahwa kendaraan yang dimaksud merupakan mobil dinas Polsek Lenteng.

“Iya betul, Mas. Itu mobil dinas Polsek Lenteng,” ujarnya saat dikonfirmasi Kliktimes.

Widianto menjelaskan, mobil patroli tersebut dikendarai anggotanya yang sedang melaksanakan patroli wilayah dan hampir kehabisan bahan bakar. Karena SPBU Ganding merupakan lokasi pengisian BBM terdekat, anggotanya memilih mengisi bahan bakar di tempat tersebut.

“Mobil patroli yang dikendarai anggota kami nyaris kehabisan bahan bakar saat melakukan patroli di wilayahnya. Namun, karena SPBU Ganding yang terdekat, sebagai alternatif kami mengisi BBM di sana,” jelasnya.

Meski demikian, penjelasan Kapolsek Lenteng tersebut belum secara khusus menjawab dugaan kendaraan dinas mendahului antrean. Alasan kebutuhan BBM untuk patroli dan persoalan ketertiban antrean merupakan dua hal yang perlu dijelaskan secara terpisah.

Lebih lanjut, Asmuni tetap mempertanyakan dugaan perlakuan khusus terhadap kendaraan dinas tersebut, terlebih ketika masyarakat harus menghadapi antrean panjang untuk mendapatkan BBM.

“Ini kan kasihan masyarakat. Mereka juga sama-sama membutuhkan BBM dan harus mengantre cukup lama. Kalau memang sedang bertugas dan membutuhkan BBM, bukan berarti persoalan antrean bisa diabaikan. Aparat justru harus memberikan contoh yang baik,” ujarnya.

Dia menegaskan, persoalan tersebut tidak akan berhenti pada kritik. Asmuni menyatakan akan menindaklanjuti dugaan tersebut agar mendapat perhatian dan penanganan dari pihak terkait.

“Tunggu saja. Persoalan ini harus ditindaklanjuti. Kita ikrarkan dalam diri bahwa dalam persoalan ini tidak boleh ada yang diistimewakan,” tegasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *