Foto KlikTimes
BeritaDaerah

SKK Migas-KEI Raih Penghargaan Pemkab Sumenep atas Kontribusi Pelestarian Lingkungan Kepulauan

3498
×

SKK Migas-KEI Raih Penghargaan Pemkab Sumenep atas Kontribusi Pelestarian Lingkungan Kepulauan

Sebarkan artikel ini
Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo menyerahkan penghargaan kepada SKK Migas-Kangean Energy Indonesia (KEI) atas kontribusinya dalam pelestarian lingkungan dan ekosistem pesisir di Kepulauan Sumenep. Foto/Ist.

SUMENEP, KLIKTIMES.ID – Komitmen menjaga kelestarian lingkungan di wilayah kepulauan mengantarkan SKK Migas-Kangean Energy Indonesia (KEI) meraih penghargaan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Jawa Timur.

Penghargaan tersebut diberikan atas kontribusi perusahaan dalam pelestarian ekosistem laut dan pesisir, pengelolaan sampah, edukasi lingkungan, hingga penguatan ketahanan pangan masyarakat di Kepulauan Sapeken.

Penghargaan diserahkan langsung oleh Bupati Sumenep, Dr. H. Achmad Fauzi Wongsojudo, SH., MH., dalam rangkaian peringatan Hari Jadi ke-757 Kabupaten Sumenep, Sabtu (31/10/2026).

Apresiasi tersebut menjadi pengakuan atas berbagai program lingkungan yang dijalankan KEI bersama SKK Migas di sekitar wilayah operasinya. Sejumlah program bahkan telah menyentuh langsung kehidupan masyarakat di beberapa desa kepulauan.

Di bidang rehabilitasi ekosistem laut, KEI melaksanakan transplantasi terumbu karang di Pagerungan Kecil, Pagerungan Besar, dan Sadulang. Perusahaan juga melakukan penanaman mangrove di Pagerungan Besar, Pagerungan Kecil, Sadulang, dan Sepanjang sebagai upaya menjaga kawasan pesisir sekaligus melindungi pantai dari ancaman kerusakan lingkungan.

Komitmen tersebut diperkuat melalui program pengelolaan sampah. KEI mengembangkan Recycle Center di Pagerungan Besar serta membentuk Unit Pengelola Sampah di Desa Sapeken dan Pagerungan Besar untuk mendorong sistem pengelolaan sampah yang lebih terarah dan berkelanjutan.

Sementara melalui Gerakan Lestari (Lingkungan Bersih, Sehat, dan Asri), perusahaan menginisiasi program Sekolah Berseri di SD Negeri 1, 2, dan 3 Pagerungan Besar serta MI Al Kautsar.

Program tersebut mencakup gerakan bersih pantai, edukasi lingkungan melalui poster, pembuatan ecobrick, hingga pelatihan daur ulang sampah plastik.

Tak hanya berfokus pada aspek ekologis, KEI juga menyasar peningkatan kesadaran generasi muda melalui program Sekolah Bahari Taruna Persada di Desa Sadulang.

Adapun untuk mendukung ketahanan pangan lokal dan penghijauan, perusahaan menjalankan program penanaman berbagai jenis buah-buahan di area lokasi migas KEI serta Gerakan Penanaman Pohon Sukun.

Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo menilai, berbagai program tersebut mencerminkan pendekatan pelestarian lingkungan yang menyeluruh. Mulai dari pemulihan ekosistem laut, perlindungan pesisir, pengelolaan sampah berbasis masyarakat, pendidikan lingkungan, hingga penghijauan dan penguatan ketahanan pangan.

Menurutnya, penghargaan dalam momentum Hari Jadi ke-757 Kabupaten Sumenep tersebut merupakan bentuk apresiasi pemerintah daerah terhadap kontribusi dunia usaha dalam mendukung pelestarian lingkungan dan pembangunan daerah.

“Upaya tersebut sekaligus memperlihatkan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, perusahaan, lembaga pendidikan, dan masyarakat dalam menjaga keberlanjutan lingkungan di wilayah kepulauan,” katanya.

Bupati Fauzi menambahkan, program penanaman mangrove, transplantasi terumbu karang, pengelolaan sampah, serta edukasi lingkungan memiliki manfaat penting bagi keberlangsungan ekosistem sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat.

Ia berharap sinergi antara pemerintah daerah, KEI, dan masyarakat terus diperkuat agar program pelestarian lingkungan dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi Kabupaten Sumenep.

Terpisah, Kepala Perwakilan SKK Migas Jabanusa, Anggono Mahendrawan, menegaskan bahwa kegiatan operasional hulu migas di wilayah kepulauan harus berjalan seiring dengan tanggung jawab menjaga kelestarian lingkungan.

“Di kawasan kepulauan seperti Sumenep, operasional hulu migas dan kelestarian lingkungan harus berjalan seirama. Apresiasi dari Pemkab Sumenep ini membuktikan bahwa program lingkungan yang dijalankan KEI dan SKK Migas benar-benar telah diimplementasikan dengan sangat baik di lapangan,” ujar Anggono.

Ia menegaskan, SKK Migas bersama Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) tidak hanya berfokus pada produksi energi untuk negara, tetapi juga memiliki tanggung jawab menjaga ruang hidup masyarakat di sekitar wilayah operasi.

Anggono berharap penghargaan tersebut menjadi pijakan bagi KEI untuk mempertahankan konsistensi pelaksanaan program lingkungan sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan oleh masyarakat pesisir.

Senada, Manager Public and Government Affair sekaligus Penanggung Jawab Program Pelibatan dan Pengembangan Masyarakat (PPM) Kangean Energy Indonesia, Kampoi Naibaho, menyebut penghargaan tersebut menjadi kebanggaan sekaligus motivasi bagi perusahaan untuk terus memperkuat kontribusi terhadap masyarakat dan lingkungan.

“Penghargaan ini tentu menjadi kebanggaan sekaligus motivasi bagi kami untuk terus berkontribusi bagi masyarakat dan lingkungan di sekitar wilayah operasi. Bagi KEI, pelestarian lingkungan bukan hanya tentang menjalankan program, tetapi juga membangun kebersamaan dan keterlibatan masyarakat agar kepedulian terhadap lingkungan dapat tumbuh menjadi gerakan bersama,” kata Kampoi di Pagerungan Besar, Sabtu (31/10/2026).

Ia menjelaskan, berbagai program yang dijalankan perusahaan dirancang untuk memberikan manfaat jangka panjang, baik dalam menjaga ekosistem pesisir dan laut maupun meningkatkan kapasitas masyarakat dalam mengelola lingkungan.

“Kami berharap program seperti penanaman mangrove, transplantasi terumbu karang, pengelolaan sampah, dan edukasi lingkungan dapat terus memberikan dampak positif. Kolaborasi dengan pemerintah desa, lembaga pendidikan, serta masyarakat menjadi bagian penting agar upaya pelestarian lingkungan ini dapat berjalan secara konsisten dan berkelanjutan,” tambahnya.

Kampoi juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemkab Sumenep, Dinas Lingkungan Hidup, para kepala desa di wilayah Sapeken dan Raas, pemuda karang taruna di Pagerungan Besar, Pagerungan Kecil, dan Sadulang, serta para kepala sekolah yang selama ini menjadi mitra dalam pelaksanaan program lingkungan dan edukasi pengelolaan sampah.

Menurutnya, keberhasilan berbagai program tersebut tidak terlepas dari dukungan dan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat.

“Penghargaan ini juga tidak lepas dari peran aktif para pemuda karang taruna, kepala desa, kepala sekolah, dan masyarakat Kepulauan Sapeken yang bersama-sama memberikan dukungan. Semoga seluruh program ini dapat terus berjalan dengan baik setiap tahunnya,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *