BeritaNasional

Stok BBM Nasional Aman, Bahlil Dorong Percepatan Distribusi ke Daerah

899
×

Stok BBM Nasional Aman, Bahlil Dorong Percepatan Distribusi ke Daerah

Sebarkan artikel ini

JAKARTA, KLIKTIMES.ID – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia meminta PT Pertamina (Persero) menambah armada kapal pengangkut bahan bakar minyak (BBM) untuk memperlancar distribusi ke sejumlah daerah, terutama pengiriman dari Jawa Timur menuju Bali.

Langkah ini dilakukan untuk memastikan pasokan BBM tetap menjangkau masyarakat, khususnya wilayah yang mengandalkan jalur laut. Bahlil menegaskan, stok BBM nasional masih dalam kondisi aman, sementara kendala utama berada pada jalur distribusi.

Hal itu disampaikan Bahlil yang juga menjabat Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi saat memberikan keterangan kepada media di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (16/10/2026).

“Tadi saya juga mendapat laporan dari Pertamina, bahwa secara stok nasional kita, BBM, itu di 16-18 hari. Jadi stok BBM nasional, insya Allah, itu aman,” ujar Bahlil.

Menurut dia, ketersediaan stok dan operasional kilang tidak mengalami kendala berarti. Karena itu, pemerintah meminta Pertamina memperkuat armada pengangkut agar penyaluran BBM ke berbagai daerah berjalan lebih lancar.

“Stoknya nggak ada masalah, dan kilangnya nggak ada masalah, yang bermasalah itu adalah jalur distribusinya, makanya kita nambah kapal,” tegasnya.

Bahlil juga menyoroti ketahanan stok BBM jenis RON 90 yang tercatat masih di bawah 20 hari. Kondisi tersebut, menurut dia, antara lain dipengaruhi pergeseran konsumsi masyarakat dari BBM berangka oktan lebih tinggi ke RON 90.

Meski demikian, Bahlil menilai stok RON 90 masih dalam batas aman. Dia memperkirakan ketahanan stok tersebut dapat kembali mencapai 20 hari dalam waktu sekitar satu pekan.

Selain mempercepat distribusi, pemerintah juga memperketat pengawasan penyaluran BBM bersubsidi. Bahlil meminta aparat menindak penyalahgunaan BBM subsidi, termasuk praktik pembelian dalam jumlah besar menggunakan kendaraan bertangki modifikasi untuk kemudian dijual kembali dengan harga industri.

Pemerintah berharap penambahan armada kapal dan pengawasan distribusi dapat menjaga kelancaran pasokan BBM, sehingga kebutuhan energi masyarakat di berbagai daerah tetap terpenuhi.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *