BeritaDaerah

Wisuda Amtsilati Ponpes Sumber Bungur, Ali Masykur Ingatkan Santri Tak Gagap Teknologi

252
×

Wisuda Amtsilati Ponpes Sumber Bungur, Ali Masykur Ingatkan Santri Tak Gagap Teknologi

Sebarkan artikel ini
Ketua DPRD Pamekasan, Ali Masykur. Foto/Ist.

PAMEKASAN, KLIKTIMES.ID – Ketua DPRD Pamekasan, Ali Masykur, mengingatkan para santri agar tidak hanya mendalami ilmu agama, tetapi juga mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi.

Santri dinilai perlu memanfaatkan media sosial untuk menyebarkan dakwah dan konten positif di tengah masyarakat.

Pesan tersebut disampaikan Ali Masykur saat memberikan sambutan dalam acara Wisuda Amtsilati Jilid 2 Pondok Pesantren Sumber Bungur, Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, Sabtu (17/10/2026).

Di hadapan santri dan wali santri, Ali menegaskan bahwa kemampuan beradaptasi dengan perkembangan zaman menjadi salah satu bekal penting bagi generasi muda, termasuk mereka yang menempuh pendidikan di pesantren.

Menurut dia, santri memiliki potensi besar untuk berkontribusi bagi masyarakat, bangsa, dan negara. Karena itu, penguasaan ilmu agama perlu diimbangi dengan wawasan luas serta keterampilan yang relevan dengan kebutuhan zaman.

Ali juga menilai, kemajuan lembaga pendidikan tidak semata-mata ditentukan oleh letak geografis, tetapi juga oleh kualitas pendidikan, semangat pengembangan diri, dan kemampuan beradaptasi.

“Seandainya Pondok Pesantren Sumber Bungur berada di tengah kota, mungkin akan menjadi role model dan salah satu pesantren paling maju. Namun, meskipun berada di wilayah Pakong yang notabene pedesaan, Sumber Bungur tetap mampu berkembang, maju, dan memiliki daya tarik tersendiri,” ungkapnya.

Ia menilai, perkembangan Pondok Pesantren Sumber Bungur menunjukkan bahwa lembaga pendidikan di wilayah pedesaan tetap memiliki peluang untuk tumbuh dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.

Ali Masykur juga mengingatkan para santri dan tenaga pendidik agar tidak gagap teknologi. Menurut dia, perkembangan teknologi perlu dimanfaatkan untuk mendukung proses pembelajaran sekaligus memperluas jangkauan dakwah.

Ia mendorong santri dan guru menggunakan media sosial secara bijak, produktif, dan bertanggung jawab. Media sosial, kata dia, tidak semestinya hanya digunakan untuk hiburan atau mengonsumsi informasi, tetapi juga dapat menjadi sarana berbagi ilmu dan menyampaikan pesan-pesan keagamaan.

Di tengah beragam konten yang beredar di ruang digital, santri diharapkan mampu menghadirkan konten edukatif yang membawa manfaat bagi masyarakat.

“Santri harus peka terhadap perkembangan teknologi. Media sosial harus dimanfaatkan untuk mengajar, berdakwah, dan menyebarkan hal-hal positif agar masyarakat bisa diarahkan kepada sesuatu yang lebih baik,” pesannya.

Selain penguasaan teknologi, Ali menekankan pentingnya menjaga lingkungan pesantren agar tetap aman dan kondusif. Menurut dia, pesantren memiliki peran strategis dalam membentuk karakter, menanamkan nilai moral, dan membentengi generasi muda dari pengaruh negatif.

Ia berharap, lulusan Amtsilati Pondok Pesantren Sumber Bungur tidak hanya memiliki kemampuan membaca dan memahami kitab, tetapi juga berwawasan luas, berkarakter kuat, serta mampu menghadapi tantangan era digital.

Dengan bekal tersebut, para santri diharapkan dapat mengembangkan potensi diri sekaligus berkontribusi dalam menyebarkan pengetahuan, nilai keagamaan, dan pesan-pesan positif di tengah masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *