BeritaDaerah

Kisah Dita Amalia, Anak Kades Sumenep yang Jadi Dosen dan Tempuh Doktor Hukum di Unair

905
×

Kisah Dita Amalia, Anak Kades Sumenep yang Jadi Dosen dan Tempuh Doktor Hukum di Unair

Sebarkan artikel ini
Dita Amalia Nur Safitri, S.H., M.Kn. Foto/Ist.

KLIKTIMES.ID – Lahir dari keluarga tanpa latar belakang hukum tak menyurutkan langkah Dita Amalia Nur Safitri, S.H., M.Kn., untuk menekuni dunia hukum hingga jenjang doktoral.

Perempuan asal Desa Sendir, Kecamatan Lenteng, Kabupaten Sumenep, ini kini tercatat sebagai Dosen Tetap Fakultas Hukum Universitas Bahaudin Mudhary (UNIBA) Madura. Di tengah aktivitas mengajar, Dita juga tengah menempuh Program Doktor Hukum dan Pembangunan di Universitas Airlangga (Unair).

Dita merupakan putri Kepala Desa Sendir. Sebagai anak pertama sekaligus sarjana hukum pertama di keluarganya, perjalanan akademiknya menjadi kisah tersendiri.

Ia menyelesaikan pendidikan Sarjana Hukum pada 2021. Dua tahun berselang, Dita menuntaskan Magister Kenotariatan di Unair pada 2023.

Saat ini, ia melanjutkan pendidikan doktoral dengan fokus penelitian mengenai kebijakan fiskal dana desa. Topik tersebut dipilih karena memiliki keterkaitan erat dengan lingkungan pemerintahan desa yang menjadi bagian dari kehidupan keluarganya.

Bagi Dita, menjadi orang pertama di keluarganya yang menekuni pendidikan hukum bukanlah beban. Justru kondisi tersebut menjadi pemacu untuk terus berkembang.

Selama kuliah, Dita tidak hanya berfokus pada akademik. Ia aktif membangun jaringan lintas fakultas dan mengikuti berbagai kegiatan organisasi kemahasiswaan, seperti Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), Ikatan Duta Kampus, hingga Duta Pariwisata Kabupaten Sumenep.

Pengalaman berorganisasi tersebut dinilainya turut membentuk kemampuan berkomunikasi, memperluas relasi, serta melihat berbagai persoalan dari sudut pandang yang lebih luas.

Dukungan Orang Tua hingga Jenjang Doktor

Di balik perjalanan pendidikan Dita, terdapat dukungan penuh dari kedua orang tuanya. Pendidikan yang ditempuhnya sejak jenjang sarjana hingga doktoral dibiayai secara mandiri oleh orang tuanya.

Dukungan tersebut justru membuat Dita merasa memiliki tanggung jawab untuk terus belajar dan memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar.

Sebagai sarjana hukum pertama di keluarga, ia menyadari bahwa dirinya menjadi salah satu rujukan, baik bagi keluarga maupun lingkungan desa tempat ayahnya mengabdi.

“Menjadi orang pertama di keluarga yang menempuh pendidikan hukum membuat saya harus membangun jalan sendiri. Tapi justru itu yang menjadi motivasi untuk terus belajar,” ujarnya.

Aktif di Dunia Profesi Hukum

Perjalanan Dita tidak hanya berlangsung di lingkungan akademik. Setelah menyelesaikan Magister Kenotariatan pada 2023, ia tercatat sebagai Anggota Luar Biasa Ikatan Notaris Indonesia (INI) dan ALB IPPAT.

Ia juga tercatat sebagai calon advokat di PERADI setelah menyelesaikan Pendidikan Khusus Profesi Advokat (PKPA) dan Ujian Profesi Advokat (UPA).

Dita mengatakan ketertarikannya menjajal dunia advokasi didorong keinginan untuk terus mengeksplorasi berbagai bidang hukum. Selain menambah pengalaman, langkah tersebut juga menjadi sarana memperluas jaringan profesional.

Pengalaman lintas profesi hukum itu kini menjadi bekal bagi Dita ketika menjalankan tugas sebagai dosen.

Di bidang akademik, ia juga aktif dalam penelitian dan publikasi ilmiah. Dita telah menghasilkan sejumlah publikasi jurnal dan saat ini tengah mempersiapkan penelitian untuk jurnal bereputasi Q2 yang masih berkaitan dengan fokus risetnya mengenai kebijakan fiskal dana desa.

Jadi Dosen, Bagikan Pengalaman kepada Mahasiswa

Sebagai Dosen Tetap Fakultas Hukum UNIBA Madura, Dita ingin menjadikan ruang kelas bukan hanya tempat menyampaikan teori hukum.

Pengalaman yang diperolehnya dari bidang kenotariatan maupun advokasi ingin dibagikan kepada mahasiswa sebagai wawasan praktis mengenai dunia profesi hukum.

Menurutnya, mahasiswa hukum perlu memiliki keberanian untuk mengeksplorasi berbagai bidang dan tidak hanya terpaku pada satu jalur profesi.

Hobi Traveling Berbuah Bisnis Jastip

Di luar dunia pendidikan dan hukum, Dita juga aktif menekuni hobinya, yakni traveling dan berburu kuliner mancanegara.

Hobi tersebut kemudian dikembangkan menjadi peluang usaha jasa titip atau jastip. Bisnis tersebut melayani sejumlah kota di Indonesia, seperti Bali, Jakarta dan Surabaya, hingga perjalanan ke luar negeri, terutama Thailand dan Malaysia.

Dita juga memiliki kemampuan berbahasa Indonesia, Inggris, dan Arab. Kemampuan tersebut membuatnya kerap dipercaya menjadi pembawa acara dalam berbagai kegiatan formal maupun nonformal.

Bagi Dita, beragam aktivitas tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga keseimbangan antara pendidikan, profesi, bisnis, dan pengembangan diri.

“Lebih baik jadi orang besar di lingkungan yang kecil, daripada jadi orang kecil di lingkungan yang besar. Tapi untuk bermanfaat bagi orang lain, kamu tidak perlu menunggu menjadi orang besar,” tuturnya.

Ajak Perempuan Madura Berani Bermimpi

Dita juga menyampaikan pesan kepada perempuan, khususnya generasi muda di Madura, agar tidak takut memiliki cita-cita tinggi.

Menurutnya, pendidikan seharusnya tidak dipandang sebagai persaingan antara perempuan dan laki-laki. Pendidikan justru menjadi bekal untuk meningkatkan kualitas diri dan membangun generasi yang lebih baik.

Ia mengakui masih ada stigma di tengah masyarakat bahwa perempuan berpendidikan tinggi dapat membuat laki-laki merasa terancam.

Namun, Dita menilai pandangan tersebut tidak seharusnya menjadi penghalang bagi perempuan untuk terus belajar.

“Pendidikan bukan untuk menyaingi laki-laki. Pendidikan adalah bagian dari upaya memperbaiki generasi,” katanya.

Ia berharap semakin banyak perempuan Madura berani mengejar pendidikan, memperluas wawasan, dan tidak berhenti mengembangkan kemampuan.

Perjalanan Dita Amalia menjadi bukti bahwa latar belakang keluarga bukan batas untuk meraih pendidikan tinggi. Dari Desa Sendir, ia membangun perjalanan akademik hingga jenjang doktoral sekaligus menekuni profesi hukum dan dunia pendidikan.

Kini, melalui perannya sebagai dosen di UNIBA Madura, Dita ingin membagikan ilmu dan pengalaman yang dimilikinya untuk mencetak generasi hukum yang kompeten sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat Madura.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *