BeritaDaerahNasional

Dasco Satukan Hotman Paris dan PWI Pusat, APSI: Ini Cermin Nilai Luhur Bangsa

897
×

Dasco Satukan Hotman Paris dan PWI Pusat, APSI: Ini Cermin Nilai Luhur Bangsa

Sebarkan artikel ini
SINERGI PROFESI: Sekjend DPP APSI Sulaisi Abdurrazaq (dua dari kanan) saat berdiskusi dengan Ketua PWI Pamekasan Hairul Anam (kanan) di salah satu kafe di Pamekasan. Foto/Ist.

PAMEKASAN, KLIKTIMES.ID – Langkah Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad yang mempertemukan pengacara Hotman Paris Hutapea dengan Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat, Akhmad Munir, menuai apresiasi dari berbagai kalangan.

Inisiatif tersebut dinilai sebagai wujud kebijaksanaan dalam menyelesaikan dinamika antarlembaga melalui musyawarah, sekaligus memperkuat semangat saling menghormati antarsesama profesi.

Sekretaris Jenderal DPP Asosiasi Pengacara Syari’ah Indonesia (APSI), Sulaisi Abdurrazaq, mengatakan langkah yang diambil Dasco mencerminkan nilai-nilai luhur bangsa Indonesia dalam menyelesaikan persoalan secara dialogis.

“Langkah yang dilakukan Bang Dasco merupakan cermin dari kebijaksanaan dalam permusyawaratan dan merupakan nilai luhur bangsa. Oleh karena itu, kami sangat mengapresiasi,” ujar Sulaisi dalam keterangannya, Rabu (29/7/2026).

Sebelumnya, PWI Pusat melaporkan Hotman Paris ke Polda Metro Jaya atas dugaan penghinaan terhadap profesi wartawan. Melalui mediasi yang difasilitasi pimpinan DPR RI tersebut, kedua belah pihak diharapkan dapat meredam ketegangan sekaligus membangun kembali hubungan yang harmonis.

Meski mengapresiasi upaya perdamaian itu, Sulaisi menegaskan bahwa peristiwa tersebut harus menjadi refleksi bersama bagi kalangan advokat maupun insan pers agar senantiasa menjunjung tinggi etika profesi.

Menurutnya, sikap saling menghormati dan menjaga martabat profesi merupakan fondasi utama dalam membangun kehidupan demokrasi yang sehat.

“Sikap saling menghargai dan menjaga martabat profesi advokat maupun jurnalis adalah sesuatu yang niscaya. Etika itu derajatnya berada di atas hukum,” tegasnya.

Sulaisi juga mengingatkan para advokat agar terus menghayati dan mengamalkan Kode Etik Advokat Indonesia (KODEKI). Menurutnya, meskipun organisasi advokat memiliki beragam pandangan, nilai-nilai etika dan kepatutan tetap bersifat universal.

“Intuisi tentang sikap etis itu fitrah alami manusia berketuhanan, tetapi terkadang mudah tergerus oleh kemewahan dunia,” katanya.

Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) APSI Jawa Timur itu menegaskan bahwa advokat dan wartawan memiliki kedudukan yang sejajar dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Keduanya merupakan profesi mulia (officium nobile) yang memikul tanggung jawab besar dalam mengawal kebenaran, menegakkan keadilan, serta menjaga kepentingan publik.

Karena itu, ia berharap mediasi yang difasilitasi Sufmi Dasco Ahmad tidak hanya mengakhiri polemik yang sempat terjadi, tetapi juga menjadi momentum mempererat hubungan antara insan pers dan advokat.

Menurutnya, kedua profesi tersebut harus terus bersinergi dengan menjunjung tinggi etika, integritas, profesionalisme, dan rasa saling menghormati demi kepentingan masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *