BeritaDaerah

Bappeda Sumenep Genjot Sanitasi, Bangun 1.155 Septic Tank hingga Siapkan Kampung Percontohan

238
×

Bappeda Sumenep Genjot Sanitasi, Bangun 1.155 Septic Tank hingga Siapkan Kampung Percontohan

Sebarkan artikel ini
Bappeda Sumenep memaparkan capaian pembangunan sanitasi dan strategi percepatan layanan dalam Coaching Clinic VI Implementasi Strategi Sanitasi Kabupaten/Kota (SSK) di Bappeda Provinsi Jawa Timur. Foto/Kliktimes.

SUMENEP, KLIKTIMES.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep terus mempercepat pembangunan sektor sanitasi sebagai upaya meningkatkan kualitas lingkungan dan kesehatan masyarakat. Sepanjang 2025, sebanyak 1.155 unit tangki septik individu dan 37 unit tangki septik komunal berhasil dibangun di berbagai wilayah.

Capaian tersebut dipaparkan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sumenep dalam Coaching Clinic VI Implementasi Strategi Sanitasi Kabupaten/Kota (SSK) yang digelar di Ruang Rapat Konsultasi Publik Bappeda Provinsi Jawa Timur. Kegiatan itu merupakan bagian dari Program Percepatan Pembangunan Sanitasi Permukiman (PPSP) Tahun 2026.

Kepala Bappeda Kabupaten Sumenep, Arif Firmanto, mengatakan forum tersebut menjadi momentum untuk mengevaluasi capaian sekaligus memperkuat strategi implementasi sanitasi daerah melalui sinergi lintas sektor.

“Coaching Clinic ini menjadi forum yang sangat penting untuk memperoleh masukan dan penguatan strategi implementasi SSK,” kata Arif, Senin (22/6/2026).

Selain pembangunan sarana air limbah domestik, Pemkab Sumenep juga memperkuat sektor persampahan. Langkah yang dilakukan antara lain melalui pengadaan armada pengangkut sampah, pembangunan Tempat Penampungan Sementara (TPS), rehabilitasi TPS3R, hingga optimalisasi fasilitas pengelolaan sampah di sejumlah titik strategis.

Tak hanya itu, Bappeda Sumenep juga menyiapkan Desa Kebundadap Timur, Kecamatan Saronggi, sebagai kampung percontohan sanitasi dalam implementasi Milestone 4 Strategi Sanitasi Kabupaten (SSK).

Di desa tersebut, pengembangan dilakukan secara terpadu, mulai dari pembangunan sarana air limbah domestik, penguatan Layanan Lumpur Tinja Terjadwal (LLTT), revitalisasi TPS3R, hingga mendorong keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan lingkungan.

Arif menegaskan, pengembangan desa percontohan menjadi salah satu strategi untuk mempercepat pemerataan layanan sanitasi yang aman, layak, dan berkelanjutan di Kabupaten Sumenep.

“Pemkab Sumenep berkomitmen mempercepat pencapaian target sanitasi melalui kolaborasi lintas sektor,” tegasnya.

Melalui berbagai program tersebut, Pemkab Sumenep berharap kualitas sanitasi dan pengelolaan lingkungan terus meningkat sehingga mampu mendukung terciptanya permukiman yang sehat, bersih, dan berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *